Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Program Beasiswa Pemuda Tangguh Di Surabaya Kembali Diperiksa, Fokus pada Keluarga Miskin

Program Beasiswa Pemuda Tangguh Di Surabaya Kembali Diperiksa, Fokus pada Keluarga Miskin

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali memperkuat komitmennya dalam memberikan bantuan pendidikan bagi mahasiswa yang membutuhkan. Program Beasiswa Pemuda Tangguh menjadi salah satu inisiatif utama dalam upaya mengurangi kesenjangan ekonomi dan meningkatkan akses pendidikan tinggi. Namun, baru-baru ini, terdapat temuan yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam penerima manfaat program tersebut.

Evaluasi Menyeluruh Dilakukan untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Dalam laporan yang disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Heri Purwadi, sekitar 70 persen penerima bantuan tidak berasal dari keluarga miskin atau pra-miskin. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa program yang seharusnya diperuntukkan bagi kelompok rentan justru dinikmati oleh keluarga dengan kemampuan ekonomi yang lebih baik.

“Ketika Pak Wali mendapatkan laporan dari warga, Pak Wali cek agar bantuan tepat sasaran. Ternyata memang benar yang banyak mendapatkan bantuan dari jalur mandiri, yang mana di sana ada uang gedung, berarti dia keluarga mampu dan setelah dicek gaji yang dimasukkan banyak yang di atas Rp15 sampai 20 juta per bulan,” ujar Heri.

Menurutnya, jalur mandiri sering kali diikuti oleh keluarga yang memiliki kemampuan finansial lebih baik, karena mereka harus membayar uang gedung. Hal ini bertentangan dengan tujuan utama program yang ditujukan untuk masyarakat yang kurang mampu.

Kritik Terhadap Kapitalisasi Bantuan Pendidikan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa bantuan pendidikan tidak boleh menjadi alat kapitalisasi. Ia menilai bahwa program ini harus benar-benar dirasakan oleh keluarga miskin dan pra-miskin.

“Pak Wali tidak mau bantuan itu hanya dinikmati segelintir orang yang seharusnya bisa untuk banyak orang karena ini kapitalis. Maka untuk orang yang mampu, akan dihentikan, diutamakan untuk yang masuk keluarga sejahtera,” tegas Heri.

Berdasarkan amanat UUD 1945, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan fakir miskin dan anak terlantar dipelihara. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus memastikan bahwa bantuan pendidikan benar-benar diberikan kepada yang membutuhkan.

Langkah Konkret untuk Memastikan Akses Pendidikan yang Adil

Meski ada pengecekan ulang terhadap penerima bantuan, Pemkot Surabaya tetap berkomitmen memberikan bantuan kepada mahasiswa dari keluarga miskin dan pra-miskin. Salah satunya adalah pembebasan uang gedung dan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dikoordinasikan bersama perguruan tinggi.

“Gawe keluarga miskin barek pra-miskin, tetap entuk bantuan gratis uang gedung barek UKT seng diselesekno pemkot karo masing-masing kampus,” tambah Heri.

Langkah evaluasi ini juga merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran. “Negoro teko gawe bantu wong seng gak mampu,” pungkasnya.

Penyesuaian Sistem Penerimaan Bantuan

Untuk memastikan keadilan, Pemkot Surabaya akan melakukan penyesuaian sistem penerimaan bantuan. Hal ini termasuk pemeriksaan lebih ketat terhadap data penerima, termasuk penggunaan data gaji dan status ekonomi keluarga.

Program Beasiswa Pemuda Tangguh juga akan terus diperluas, termasuk kerja sama dengan perguruan tinggi negeri, swasta, serta lembaga pendidikan. Bantuan biaya pendidikan maksimal Rp2.500.000 per semester, serta uang saku sebesar Rp300.000 per bulan selama 10 bulan, akan tetap diberikan kepada keluarga miskin dan pra-miskin.***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Protes Pembongkaaran Posko PDI Perjuangan, Solikhin: “Saya Diperlakukan Seperti Teroris”

    Protes Pembongkaaran Posko PDI Perjuangan, Solikhin: “Saya Diperlakukan Seperti Teroris”

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 205
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Rencana pembongkaran posko PDI Perjuangan yang terletak di Jalan Kalilom Lor Indah, Kelurahan Tanah Kalikedinding, Kecamatan Kenjeran, menuai reaksi keras dari pemiliknya, Solikhin alias Achmad Mauliddin. Ia menyatakan akan mengirimkan surat resmi ke DPP PDI Perjuangan terkait tindakan pembongkaran sepihak oleh aparat yang dijadwalkan pada 23 Juli mendatang. “Saya mendirikan posko ini sebagai rumah […]

  • Kehadiran Thiago Berikan Harapan Baru bagi Oviedo

    Kehadiran Thiago Berikan Harapan Baru bagi Oviedo

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 37
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kehadiran pemain baru Thiago Fernández di Oviedo memberikan semangat baru bagi tim dalam pertandingan penting melawan Girona. Pemain asal Brasil ini telah resmi terdaftar dalam LaLiga dan siap berkontribusi untuk menghadapi laga krusial yang akan digelar hari ini pukul 14:00 di Estadio Carlos Tartiere. Pentingnya Pertandingan Bagi Oviedo Pertandingan ini menjadi sangat krusial bagi […]

  • Analisis Politik UIN Jakarta: Prediksi Kasus Ijazah Jokowi Belum Selesai 2025

    Analisis Politik UIN Jakarta: Prediksi Kasus Ijazah Jokowi Belum Selesai 2025

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 126
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Isu dugaan keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali menjadi perbincangan masyarakat pada awal tahun 2026. Keadaan ini tampaknya memperkuat analisis politik yang diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia serta pengamat dari UIN Jakarta, Adi Prayitno, beberapa bulan sebelumnya. Pada Juli 2025, saat isu ijazah Jokowi mulai menjadi topik perbincangan hangat, Adi […]

  • One Punch Man S3 Pecahkan Rekor Rating IMDb

    One Punch Man S3 Pecahkan Rekor Rating IMDb

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 153
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – One Punch Manadalah anime generasi terbaru yang memiliki potensi untuk mendapatkan nama besar. Musim pertamanya disajikan dengan sangat baik oleh MADHOUSE sehingga membuat penonton ingin melihat kelanjutannya. Sayangnya, musim kedua mengalami penurunan kualitas sehingga popularitasnya menurun. Tidak cukup sampai di sana, musim ketiga juga kembali mendapat kritik keras. Seperti pada musim kedua, masalah utama […]

  • Disney+ Pengalaman Menonton yang Lebih Baik

    Disney+ Pengalaman Menonton yang Lebih Baik

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 114
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Disney+ menawarkan berbagai pilihan hiburan yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. Dari film-film Hollywood terkenal hingga drama Korea yang sedang tren, pengguna dapat mengakses kumpulan konten yang terus berkembang. Platform ini menjadi tempat streaming yang lengkap untuk semua penggemar film dan serial televisi. Beragam Konten yang Tersedia Pengguna Disney+ bisa menikmati berbagai jenis konten, […]

  • Kemenkeu Dikabarkan Menyepakati Kenaikan Gaji Hakim Aksi Cuti Massal Hakim Tetap Berjalan

    Kemenkeu Dikabarkan Menyepakati Kenaikan Gaji Hakim Aksi Cuti Massal Hakim Tetap Berjalan

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 222
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Gerakan Solidaritas Hakim Indonesia (SHI) tetap akan melakukan aksi cuti massal pada 7-11 Oktober mendatang, meskipun Kementerian Keuangan dikabarkan telah menyepakati kenaikan gaji hakim. Juru bicara SHI, Fauzan Arrasyid, menyatakan bahwa informasi mengenai persetujuan kenaikan gaji dari Menteri Keuangan Sri Mulyani memang beredar di kalangan hakim. Namun, para hakim belum mendapatkan kepastian maupun […]

expand_less