Inovasi Digital Jadi Kunci Keberhasilan Pemkot Surabaya di IGA 2025
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 11 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Â Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menunjukkan keunggulannya dalam pengelolaan pemerintahan yang inovatif. Dalam ajang bergengsi Innovative Government Award (IGA) 2025, Surabaya berhasil meraih peringkat pertama sebagai kota terinovatif di tingkat nasional. Penghargaan ini diberikan oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan menjadi bukti nyata atas upaya pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan.
Selain mendapatkan gelar utama, Pemkot Surabaya juga menerima penghargaan khusus sebagai pemerintah kota dengan sebaran inovasi urusan pemerintahan konkuren terbanyak tahun 2025. Dua penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan inovasi berdampak nyata.
Strategi “One Data, One Map, One Policy” Membawa Perubahan
Kemenangan Surabaya dalam IGA 2025 tidak lepas dari inovasi digital yang diimplementasikan melalui strategi “One Data, One Map, One Policy”. Inovasi ini dirancang untuk mengubah cara birokrasi bekerja, dari sektoral menjadi terintegrasi secara penuh. Dengan pendekatan ini, pemerintah dapat membuat kebijakan yang lebih akurat dan efektif berdasarkan data riil dan peta spasial yang jelas.
Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan bahwa strategi ini bukan sekadar proses digitalisasi, tetapi fondasi pengambilan keputusan yang presisi. Tujuannya adalah untuk menjawab tiga tantangan ekonomi utama, yaitu ketahanan pangan, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan pengendalian inflasi.
Inovasi Berbasis Data untuk Solusi Nyata
Salah satu implementasi dari strategi “One Data, One Map, One Policy” adalah dalam bidang ketahanan pangan. Pemkot Surabaya melakukan pemetaan lahan produktif dan aset pemerintah untuk urban farming. Data stok pangan juga dikumpulkan dan dianalisis untuk memastikan ketersediaan pangan selalu terjaga.
Untuk mengendalikan inflasi, sistem pemantauan harga komoditas pasar secara real-time digunakan. Hal ini memungkinkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan operasi pasar tepat sasaran di lokasi yang mengalami lonjakan harga. Dengan demikian, daya beli masyarakat tetap terlindungi.
Sementara itu, untuk meningkatkan PAD, peta digital aset dan objek pajak dibuat transparan. Sistem ini membantu meminimalisir kebocoran pendapatan dan mempermudah pemetaan potensi pajak baru. Hasilnya, PAD tahun 2025 mengalami kenaikan signifikan.
Budaya Inovasi Merata di Seluruh Sektor
Penghargaan kategori Sebaran Inovasi Urusan Pemerintahan Konkuren Terbanyak menegaskan bahwa inovasi di Surabaya telah menjadi budaya birokrasi yang merata. Inovasi tidak hanya terpusat di satu sektor, tetapi tersebar di berbagai urusan wajib dan pilihan, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, sosial, hingga infrastruktur.
Wali Kota Eri menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah bentuk apresiasi kepada seluruh warga Surabaya dan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tak henti berinovasi. Ia berharap, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus melayani warga dengan cara-cara yang cerdas, cepat, dan solutif.
Peran Penting Inovasi dalam Pemerintahan Modern
Dalam acara IGA 2025, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Akhmad Wiyagus, menekankan pentingnya keberanian pemerintah daerah dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat. Menurutnya, IGA bukan sekadar simbol atau seremonial, tetapi pengakuan atas kerja nyata dan komitmen berkelanjutan dari pemerintah daerah.
Ia juga berharap penyelenggaraan IGA 2025 dapat menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem pemerintahan yang adaptif, berintegritas, dan kolaboratif. Dengan demikian, seluruh daerah dapat saling menginspirasi dan memacu inovasi yang lebih baik. ***

>

Saat ini belum ada komentar