Suhu Surabaya Menyengat, BMKG Sebut Kemarau Dini dan El Niño Jadi Penyebab Cuaca Ekstrem
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Cuaca di kota Surabaya dan sekitarnya belakangan ini terasa lebih panas dari biasanya. Masyarakat mulai merasakan sinar matahari yang menyengat bahkan ketika hari masih pagi. Kondisi ini membuat aktivitas di luar ruangan menjadi lebih melelahkan, terutama saat siang hari. Tidak sedikit warga yang memilih mengurangi kegiatan luar ruangan karena cuaca yang terlalu terik.
Peralihan Musim dan Pengaruh Lingkungan Perkotaan
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu yang meningkat ini berkaitan dengan peralihan musim menuju kemarau. Saat tutupan awan berkurang, sinar matahari langsung mengenai permukaan bumi, sehingga hawa panas lebih mudah terasa. BMKG juga memperkirakan bahwa musim kemarau tahun 2026 datang lebih cepat di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur.
Selain itu, kondisi lingkungan perkotaan turut berkontribusi pada peningkatan suhu. Di kota besar seperti Surabaya, banyaknya bangunan, jalan beraspal, serta minimnya ruang hijau membuat suhu di area kota cenderung bertahan lebih lama. Fenomena ini dikenal sebagai urban heat island, yaitu kondisi ketika kawasan perkotaan menyimpan panas lebih banyak dibanding daerah yang masih dipenuhi pepohonan atau lahan hijau.
Dampak Perubahan Iklim dan Potensi El Niño
Perubahan iklim global juga disebut berperan dalam meningkatnya suhu udara. BMKG menyebut fenomena La Niña yang sempat terjadi sejak akhir 2025 telah berakhir pada awal 2026. Kini kondisi iklim global berada dalam fase netral, namun ada kemungkinan berkembang menuju El Niño dalam beberapa bulan mendatang.
Para pengamat iklim menilai perubahan suhu ekstrem seperti saat ini menjadi tanda bahwa dampak perubahan iklim semakin nyata dirasakan masyarakat. Cuaca panas yang dulu dianggap tidak biasa kini mulai lebih sering terjadi di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.
Langkah Pencegahan untuk Menghadapi Cuaca Panas
Masyarakat diimbau tetap menjaga kesehatan selama cuaca panas berlangsung. Beberapa langkah penting antara lain:
- Memenuhi kebutuhan cairan tubuh secara cukup.
- Menghindari paparan matahari terlalu lama.
- Menggunakan pelindung saat beraktivitas di luar ruangan.
Dengan langkah-langkah sederhana ini, risiko gangguan kesehatan akibat suhu tinggi dapat diminimalisir.
Perlu Kesiapan Jangka Panjang
Berdasarkan data BMKG, musim kemarau yang lebih dini dan potensi El Niño menjadi isu penting yang perlu diwaspadai. Pemerintah daerah dan masyarakat harus bersiap menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang bisa memengaruhi sektor pertanian, kesehatan, dan keamanan air.***

>
>

Saat ini belum ada komentar