‘El Mencho’, Peran Amerika Serikat dalam Operasi Pengusiran Pemimpin Kekuasaan Narkoba di Meksiko
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Operasi yang berhasil membunuh pemimpin kawasan narkoba terbesar di Meksiko, Nemesio Rubén Oseguera Cervantes atau dikenal sebagai “El Mencho,” menunjukkan peran penting dari intelijen Amerika Serikat. Dalam operasi tersebut, pasukan keamanan Meksiko bekerja sama dengan informasi yang diberikan oleh pihak AS untuk mengidentifikasi dan menangkap El Mencho, yang menjadi incaran utama sejak beberapa tahun terakhir.
Latar Belakang El Mencho dan Jalisco New Generation Cartel (CJNG)
El Mencho adalah pemimpin dari Jalisco New Generation Cartel (CJNG), salah satu kartel narkoba terkuat di Meksiko. Ia lahir di negara bagian Michoacán dan sempat tinggal di California pada 1980-an sebelum kembali ke Meksiko pada akhir 1990-an. Sebelum memimpin CJNG, ia pernah menjadi polisi tetapi kemudian bergabung dengan Milenio Cartel. Pada 2009, ia bersama rekan-rekannya mendirikan CJNG, yang kini menjadi salah satu pengedar narkoba terbesar di dunia.
CJNG dikenal sebagai organisasi yang menjual berbagai jenis narkoba seperti kokain, metampetamin, dan fentanyl ke Amerika Serikat. Selain itu, mereka juga terlibat dalam aktivitas ilegal lainnya seperti pencurian bahan bakar dan penyelundupan minyak mentah. CJNG juga pernah melakukan upaya pembunuhan terhadap pejabat keamanan Meksiko menggunakan granat dan senjata berdaya tembak tinggi.
Peran Amerika Serikat dalam Operasi
Meskipun tidak ada personel militer AS yang terlibat secara langsung dalam operasi tersebut, pihak AS memberikan dukungan intelijen kepada pemerintah Meksiko. Menurut laporan, U.S. Joint Interagency Task Force-Counter Cartel, sebuah tim khusus yang dibentuk untuk mengatasi ancaman narkoba di perbatasan Meksiko-AS, turut terlibat dalam persiapan operasi ini. Tugas utama tim ini adalah mengidentifikasi dan menghancurkan jaringan narkoba yang mengancam keamanan nasional.
Pemerintah AS juga telah memberikan hadiah hingga $15 juta untuk informasi yang dapat membantu menangkap El Mencho. Ini menunjukkan bahwa AS sangat tertarik untuk menghentikan aktivitas CJNG, yang dianggap sebagai ancaman serius bagi keamanan negara.
Reaksi Setelah Pembunuhan El Mencho
Setelah pembunuhan El Mencho, situasi di wilayah Jalisco, tempat CJNG memiliki pengaruh besar, menjadi lebih rentan terhadap kekerasan. Beberapa kelompok kriminal dilaporkan melakukan tindakan balas dendam, termasuk pembakaran mobil dan penutupan jalan. Di Guadalajara, kota yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026, video menunjukkan aksi pembakaran di stasiun pengisian bahan bakar dan ledakan di sejumlah area.
Pihak keamanan Meksiko melaporkan adanya empat blokade jalan di Jalisco, sementara sejumlah bisnis dan layanan publik juga terganggu. Agen keamanan Meksiko mengimbau warga untuk tetap tenang dan menghindari daerah yang rawan konflik.
Dampak pada Keamanan dan Ekonomi
Kebijakan AS terhadap narkoba telah menyebabkan serangkaian serangan terhadap kapal-kapal narkoba di Samudra Karibia dan Pasifik, meskipun ada kekhawatiran tentang legalitas tindakan tersebut. Selain itu, pemerintah AS juga memberlakukan tarif pada barang-barang Meksiko untuk mendorong pemerintah setempat agar lebih aktif dalam mengatasi masalah narkoba.
Di sisi lain, pemerintah Meksiko juga sedang memperketat pengawasan terhadap pejabat lokal yang diduga terlibat dalam aktivitas kriminal. Baru-baru ini, seorang walikota di Tequila ditangkap karena dugaan keterlibatan dalam skema pemerasan bersama CJNG.
Operasi pengusiran El Mencho menunjukkan kolaborasi antara Meksiko dan AS dalam menghadapi ancaman narkoba. Meski ada kontroversi terkait legalitas dan dampak ekonomi, operasi ini menandai langkah penting dalam upaya mengurangi kekuasaan kartel narkoba di kawasan tersebut. Namun, kekerasan yang muncul setelahnya menunjukkan bahwa perang melawan narkoba masih penuh tantangan dan risiko.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar