Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HANKAM » Deklarasi Damai Perguruan Silat di Magetan, Polisi : Komitmen Bersama Ciptakan Keamanan dan Persaudaraan

Deklarasi Damai Perguruan Silat di Magetan, Polisi : Komitmen Bersama Ciptakan Keamanan dan Persaudaraan

  • account_circle Teguh Priyono
  • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Dalam upaya mencegah potensi bentrokan antar perguruan pencak silat, Pemerintah Kabupaten Magetan bersama Polres Magetan dan Kodim 0804/Magetan memfasilitasi kegiatan Deklarasi Damai Perguruan Pencak Silat se-Kabupaten Magetan yang dilangsungkan di Pendopo Surya Graha Magetan, Senin (21/4/2025).

Kegiatan ini sekaligus dirangkai dengan momen Halal Bihalal Forkopimda Magetan bersama IPSI dan para ketua perguruan pencak silat di wilayah Kabupaten Magetan.

Acara ini diikuti oleh seluruh perguruan pencak silat yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Magetan serta klub bela diri lainnya yang ada di wilayah Kabupaten Magetan.

Dalam suasana penuh keakraban dan semangat persaudaraan, para peserta mendeklarasikan komitmen untuk menjaga kedamaian, mematuhi hukum, dan turut serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

Adapun isi deklarasi damai tersebut menegaskan sembilan komitmen utama, di antaranya menjaga kerukunan antar sesama pesilat, menolak segala bentuk kekerasan dan provokasi, menjunjung tinggi hukum, hingga siap bekerja sama dengan TNI-Polri serta pemerintah daerah dalam menjaga keamanan wilayah.

Berikut bunyi Deklarasi damai Perguruan Pencak Silat di Magetan :

Kami segenap warga perguruan pencak silat Kabupaten Magetan berkomitmen dan menyatakan sikap

1. Senantiasa menjaga kerukunan, persatuan dan semangat kebersamaan kepada sesama maupun antar perguruan pencak silat.

2. Mematuhi segala peraturan hukum perundang-undangan yang berlaku.

3. Berperan aktif mencegah aksi yang bersifat destruktif, anarkis dan menolak provokasi atau adu domba dari pihak manapun.

4. Tidak mudah terpengaruh berita hoaks yang bersifat provokatif dan selalu mengklarifikasi informasi yang melibatkan perguruan silat guna menghindari kesalahpahaman.

5. Tidak menggunakan atribut atau pakaian yang bersifat rasis atau menyinggung perguruan lain serta tidak melakukan perusakan terhadap simbol-simbol perguruan pencak silat.

6. Ketua organisasi pencak silat disemua jenjang tingkatan turut bertanggung jawab dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan, berikut implikasi yang ditimbulkan.

7. Apabila terjadi permasalahan hukum yang melibatkan warga perguruan pencak silat maka menjadi tanggung jawab individu dan menyerahkan sepenuhnya setiap penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

8. Menerima saran dan masukan dari pihak terkait guna terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Magetan.

9. Bersama TNI-POLRI dan aparat pemerintahan siap menjaga kondusifitas serta menciptakan suasana yang aman, tertib dan damai.

Sementara itu Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa,S.H., S.I.K., M.M. mengapresiasi atas semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh unsur perguruan pencak silat di Magetan.

“Ini wujud Komitmen Bersama Ciptakan Keamanan dan Persaudaraan,” ujar AKBP Erik, Senin (21/4).

Kapolres Magetan mengimbau kepada seluruh elemen perguruan untuk tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga citra pencak silat sebagai olahraga bermartabat.

Ia juga mengajak seluruh perguruan untuk terus menjaga komunikasi, tidak mudah terpengaruh hoaks, serta berani menolak ajakan yang mengarah pada tindakan anarkis.

“Mari bersama-sama menjaga kamtibmas di Magetan demi generasi muda yang sehat, cerdas, dan berprestasi,” imbuhnya.

Diharapkan Deklarasi ini menjadi momentum penting dalam merawat keharmonisan antar perguruan silat serta menunjukkan bahwa pencak silat bukan hanya ajang untuk berkompetisi secara fisik, tetapi juga wadah untuk membangun karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai luhur bangsa. (dk/tgh)

  • Penulis: Teguh Priyono

Rekomendasi Untuk Anda

  • Liga Champions Elit AFC 2026, Al-Gharafa vs Tractor

    Prediksi Laga Kunci di Liga Champions Elit AFC 2026: Al-Gharafa vs Tractor

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 100
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pertandingan antara Al-Gharafa dan Tractor akan menjadi salah satu laga yang paling dinantikan dalam fase grup Liga Champions Elit AFC (ACLE) 2026. Duel ini tidak hanya menentukan posisi tim di klasemen, tetapi juga menjadi momen penting bagi kedua klub dalam upaya meraih tiket ke babak berikutnya. Performa Kedua Tim Sebelum Laga Al-Gharafa, wakil dari […]

  • Gempa Bumi ,Gungkidul Yogyakarta

    Gempa Bumi Magnitudo 4,4 Guncang Wilayah Yogyakarta

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 138
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4,4 mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa siang, 27 Januari 2026. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 13.15.32 WIB dan menimbulkan reaksi cepat dari masyarakat setempat. BMKG menyebutkan bahwa titik pusat gempa berada di darat, tepatnya 16 kilometer arah timur Kabupaten Bantul. Kekuatan Gempa Dirasakan oleh Warga Sekitar […]

  • Solo Ngangeni QRIS Migunani, Sinergi Digitalisasi Pembayaran dan Promosi Wisata

    Solo Ngangeni QRIS Migunani, Sinergi Digitalisasi Pembayaran dan Promosi Wisata

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 311
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Bank Indonesia Solo bersama Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Surakarta menggelar Kick Oqff ADIPATI (Akselerasi Digitalisasi Pembayaran Terkini) 2025 yang bersinergi dengan ajang promosi pariwisata tahunan Bengawan Solo Travel Mart 2025. Kegiatan kolaboratif ini mengusung tema “Solo Ngangeni, QRIS Migunani” sebagai wujud dukungan nyata terhadap perluasan digitalisasi sistem pembayaran dan penguatan ekosistem […]

  • DPRD Surabaya Kebijakan BPJS PBI: Tantangan dan Solusi untuk Masyarakat Kurang Mampu

    DPRD Surabaya Kebijakan BPJS PBI: Tantangan dan Solusi untuk Masyarakat Kurang Mampu

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 117
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemrosesan data kepesertaan BPJS Kesehatan di Kota Surabaya kembali menjadi perhatian setelah adanya penonaktifan dan reaktivasi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Masalah ini menarik perhatian anggota DPRD Surabaya, khususnya Komisi D, yang meminta transparansi dan kejelasan terkait pengelolaan data tersebut. Penonaktifan Data Peserta BPJS: Alasan dan Dampak Menurut data dari BPJS Kesehatan, sebanyak 45.006 […]

  • PKB Sidoarjo Nonaktifkan Subandi Usai Dicalonkan di Pilbup Lewat Partai Lain

    PKB Sidoarjo Nonaktifkan Subandi Usai Dicalonkan di Pilbup Lewat Partai Lain

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 297
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Subandi, Ketua DPC PKB Sidoarjo, dinonaktifkan dari jabatannya setelah memutuskan untuk maju di Pilbup Sidoarjo 2024 bersama Mimik Idayana melalui koalisi Golkar, Demokrat, dan Gerindra. Keputusan ini diambil berdasarkan Keputusan Dewan Pengurus Pusat PKB Nomor 35583/DPP/02/VIII/2024 yang menetapkan perubahan susunan dewan pengurus cabang PKB Kabupaten Sidoarjo. Abdillah Nasih, Ketua PKB Sidoarjo, menegaskan bahwa […]

  • Miris! Lagi Siswi Yatim SD di Surabaya Diduga Dilarang Ikut Ujian, Trauma hingga Tak Mau Sekolah

    Miris! Lagi Siswi Yatim SD di Surabaya Diduga Dilarang Ikut Ujian, Trauma hingga Tak Mau Sekolah

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 225
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Potret buram dunia pendidikan kembali terjadi di Surabaya. Seorang siswi yatim kelas 3 SD di Surabaya harus menelan pahitnya pengalaman yang membuatnya trauma dan malu untuk kembali ke sekolah, setelah diduga diperlakukan tidak manusiawi oleh pihak sekolah hanya karena tunggakan pembayaran buku. Siswi tersebut, sebut saja ZN, saat ini bersekolah di SDI Nurul […]

expand_less