Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » LEGISLATIF » Penertiban PKL Surabaya Tuai Kritik, DPRD Sentil Pemkot: Jangan Obrak Wong Cilik Tanpa Solusi

Penertiban PKL Surabaya Tuai Kritik, DPRD Sentil Pemkot: Jangan Obrak Wong Cilik Tanpa Solusi

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Gelombang penertiban PKL Surabaya yang tengah masif dilakukan Pemerintah Kota mulai memantik kritik tajam dari kalangan legislatif. Penegakan Perda ketertiban umum dinilai berpotensi mematikan denyut ekonomi wong cilik jika dilakukan tanpa solusi relokasi dan penataan yang jelas.

Kawasan Danau Unesa Kini Lengang

Pemandangan berbeda kini terlihat di kawasan sekitar Danau Unesa, khususnya sepanjang Jalan Raya Babatan Unesa, Lidah Wetan.

Kawasan yang biasanya ramai dipenuhi pemburu kuliner malam kini berubah lengang setelah penertiban PKL dilakukan secara ketat oleh petugas gabungan.

Deretan pedagang yang sebelumnya berjualan menggunakan kendaraan roda tiga sudah tidak terlihat lagi. Sebagai gantinya, petugas Satpol PP tampak berjaga di pos pantau untuk memastikan kawasan tetap steril dari aktivitas perdagangan liar.

Bahkan, sebuah spanduk besar terpampang tegas berisi larangan berjualan di badan jalan maupun trotoar mulai 1 Mei 2026.

DPRD: Ketertiban Penting, Tapi Jangan Matikan Rakyat Kecil

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafii, meminta Pemkot tidak hanya fokus pada estetika kota semata.

Menurutnya, penegakan aturan harus tetap mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari sektor informal.

“Konsepnya harus menata, matang, dan bisa menambah pendapatan pedagang,” tegas Imam.

Legislator dari Partai NasDem itu juga menyoroti pendekatan represif yang dilakukan aparat, mulai dari penyitaan hingga pembongkaran lapak pedagang.

Kritik Anggaran Penertiban PKL Surabaya

Imam mempertanyakan besarnya biaya operasional yang dikeluarkan pemerintah untuk penertiban massal di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit.

“Kita ini sekarang sedang tidak punya duit. Gerakan-gerakan penertiban itu pasti butuh biaya operasional,” ujarnya.

Ia mengaku tidak rela jika uang pajak masyarakat justru dipakai untuk menggusur pedagang kecil tanpa solusi konkret.

“Kalau saya bayar pajak, saya tidak rela uang pajak itu dipakai untuk ngobrak-ngobrak pedagang kecil,” imbuhnya.

Minta Ada Solusi Relokasi dan SWK

Pihak legislatif mendesak agar setiap penertiban selalu dibarengi solusi nyata, seperti penyediaan lahan relokasi atau integrasi PKL ke dalam Sentra Wisata Kuliner (SWK).

Menurut Imam, penataan yang baik justru harus mampu meningkatkan kelas usaha para pedagang, bukan malah memutus mata pencaharian mereka.

Ia juga mengingatkan bahwa banyak PKL berjualan karena negara belum mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang memadai.

“Mereka modal sendiri, usaha sendiri, tapi malah diobrak. Kalau belum ada solusi, jangan dilakukan,” katanya.

Usul Dispensasi untuk PKL

Imam meminta Pemkot lebih bijak dalam membedakan pedagang kecil yang mencari nafkah dengan pihak-pihak yang sengaja menguasai aset pemerintah untuk kepentingan pribadi.

Ia bahkan mengusulkan adanya dispensasi waktu operasional bagi PKL selama aktivitas mereka tidak memicu kemacetan atau banjir.

Sebagai contoh, Imam menilai kawasan Jalan Kedungdoro menjadi model penataan yang berhasil.

“Kalau pagi toko spare part buka, malam dipakai jualan kuliner. Itu kan namanya ditata,” jelasnya.

“Ditata Saya Setuju, Digusur Saya Keberatan”

Di akhir pernyataannya, Imam menegaskan bahwa pihaknya tidak anti terhadap ketertiban kota. Namun, ia menolak cara-cara penggusuran tanpa solusi kemanusiaan.

“Kalau ditata saya setuju, tapi kalau diobrak dan digusur tanpa solusi, ya saya keberatan,” pungkasnya. ***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • BUPATI SUBANG

    Bupati Subang Tandatangani MoU Pidana Kerja Sosial

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 239
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM  – Pemerintah Kabupaten Subang menegaskan komitmennya terhadap perubahan hukum yang lebih manusiawi dan berfokus pada pemulihan sosial, yaitu dengan menerapkan hukuman kerja sosial. Komitmen tersebut diwujudkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Subang dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Subang yang dilaksanakan di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, pada hari Selasa (4/11/2025). Bupati […]

  • Resident Evil Requiem

    Pengaruh Keputusan Akhir dalam Resident Evil Requiem

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 200
    • 0Komentar

      DIAGRAMKOTA.COM – Resident Evil Requiem, salah satu judul terbaru dari seri survival horror legendaris Capcom, menawarkan pengalaman bermain yang mendalam dan penuh tantangan. Salah satu aspek paling menarik dari game ini adalah akhir cerita yang bisa berbeda-beda tergantung pada pilihan pemain. Dua akhir utama yang muncul adalah “Destruction Ending” dan “Hope Ending”, masing-masing dengan konsekuensi […]

  • Aktivasi Akun Coretax Tanpa Batas Waktu, Ini Penjelasannya DJP

    Aktivasi Akun Coretax Tanpa Batas Waktu, Ini Penjelasannya DJP

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 150
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Mendekati akhir tahun 2025, terjadi antrean di beberapa kantor pelayanan pajak (KPP) terkait pengaktifan akun Coretax. Kemudian, pertanyaan yang sering diajukan oleh wajib pajak adalah, apakah tenggat waktu ataudeadlineaktivasi akun Coretax pada 31 Desember 2025? Dikutip dari situs resminya, Jumat (2/1/2026), Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyatakan, bagi wajib pajak secara umum, aktivasi akun Coretax […]

  • BPBD: Waspada 13 Kabupaten di Jawa Timur Siaga Kekeringan

    BPBD: Waspada 13 Kabupaten di Jawa Timur Siaga Kekeringan

    • calendar_month Rabu, 10 Jul 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Diagram Kota Surabaya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur telah mengumumkan 13 kabupaten yang dalam posisi siaga kekeringan. Ke 13 Kabupaten/Kota tersebut diantaranya Kabupaten Bangkalan, Bojonegoro, Lamongan, Ponorogo, Jombang, Blitar, Bondowoso, Pacitan, Malang, Sampang, Pamekasan, Trenggalek, dan Gresik. Kepala BPBD Jatim, Gatot Soebroto mengatakan, bahwa 13 kabupaten tersebut berada dalam posisi siaga […]

  • Polda Jatim Lakukan Uji Laboratoris Terkait Temuan Diduga Narkotika 27,83 Kg di Pesisir Giligenting Sumenep

    Polda Jatim Lakukan Uji Laboratoris Terkait Temuan Diduga Narkotika 27,83 Kg di Pesisir Giligenting Sumenep

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 47
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM –  Polda Jawa Timur melalui Polres Sumenep mengamankan barang temuan yang diduga narkotika dengan berat total sekitar 27,83 kilogram di wilayah pesisir Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Senin (13/4/2026) sore. Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, dalam keterangannya menegaskan bahwa pihaknya akan mengusut tuntas temuan […]

  • LSM Maki Jatim Soroti KPU Dan Siap Kawal Putusan MK

    LSM Maki Jatim Soroti KPU Dan Siap Kawal Putusan MK

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Diagramkota.com Surabaya – Mewarnai “Peringatan Darurat” yang digemakan awal oleh Narasi TV dan Najwa Shihab, beserta banyak lapisan masyarakat Indonesia, LSM MAKI Korwil Jatim turut andil menyerukan aksi “Peringatan Darurat Mandat RI-00”. Ketua LSM MAKI Korwil Jatim, Heru Satriyo, S.IP. bersama jajarannya pada konferensi pers yang digelar di onedeck Gastropub, Jl. Hayam Wuruk, Wonokromo, Surabaya. […]

expand_less