Museum Ibu Marsinah Masuk 8 Besar Museum Buruh Dunia, Kebanggaan Baru Pekerja Indonesia
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Presiden Prabowo Resmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk
DIAGRAMKOTA.COM – Momentum bersejarah tercipta bagi gerakan pekerja Indonesia setelah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Peresmian tersebut menjadi sorotan karena Museum Ibu Marsinah kini masuk dalam daftar museum buruh dunia dan disebut menempati posisi kedelapan sebagai situs napak tilas perjuangan pekerja-buruh internasional.
Keberadaan museum ini dinilai menjadi simbol penting penghormatan terhadap sejarah perjuangan buruh Indonesia sekaligus pengakuan dunia internasional terhadap perjuangan hak-hak pekerja di Tanah Air.
Museum Ibu Marsinah Masuk Daftar Museum Buruh Dunia

Berdasarkan rilis media yang memuat daftar museum buruh internasional, sejumlah museum pekerja dari berbagai negara masuk dalam jajaran destinasi sejarah gerakan buruh dunia, di antaranya:
- Museum of Work and Culture – Amerika Serikat
- The Finnish Labour Museum Werstas – Finlandia
- People’s History Museum – Inggris
- Labour Museum – Norwegia
- Kaohsiung Museum of Labor – Taiwan
- American Labor Museum – Amerika Serikat
- Thai Labour Museum – Thailand
- Museum Ibu Marsinah & Rumah Singgah – Indonesia
Masuknya Museum Ibu Marsinah dalam daftar tersebut disebut sebagai capaian membanggakan bagi kaum pekerja Indonesia.
FSP NIBA KSPSI Surabaya Bangga atas Pengakuan Dunia
Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Niaga, Bank, Jasa dan Asuransi (FSP NIBA) KSPSI Kota Surabaya, Usman, S.E., S.H., menyampaikan apresiasi atas peresmian museum tersebut.
Menurutnya, pengakuan internasional terhadap Museum Ibu Marsinah menjadi bukti bahwa sejarah perjuangan buruh Indonesia memiliki nilai penting di mata dunia.
“Ini adalah pengakuan dunia terhadap sejarah perjuangan pekerja-buruh di Indonesia. Masuknya Museum Ibu Marsinah dalam urutan ke-8 museum buruh sedunia merupakan bukti bahwa keringat, air mata, dan perjuangan hak-hak pekerja-buruh di Indonesia memiliki tempat terhormat di mata internasional,” ujar Usman dalam keterangannya di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).
Usman juga menilai kehadiran Presiden Prabowo Subianto secara langsung menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghargai sejarah perjuangan kaum buruh.
Simbol Perjuangan dan Keadilan Sosial
Museum Ibu Marsinah disebut bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol perjuangan, keberanian, dan keadilan sosial bagi pekerja Indonesia.
Keberadaan museum ini diharapkan menjadi pusat edukasi sejarah gerakan buruh sekaligus pengingat pentingnya penghormatan terhadap hak-hak pekerja.
Usman mengajak seluruh elemen pekerja dan masyarakat untuk menjaga serta merawat museum tersebut sebagai bagian dari warisan sejarah bangsa.
Tiga Fungsi Penting Museum Ibu Marsinah
1. Pusat Edukasi Sejarah
Museum menjadi ruang literasi bagi generasi muda untuk memahami sejarah perjuangan buruh di Indonesia.
2. Destinasi Sejarah Bertaraf Global
Museum Ibu Marsinah dinilai mampu menempatkan perjuangan pekerja Indonesia sejajar dengan gerakan buruh dunia.
3. Penguat Solidaritas Pekerja
Museum diharapkan menjadi pemantik semangat perjuangan serikat pekerja dalam memperjuangkan kesejahteraan yang berkeadilan.
“Kita sebagai pekerja-buruh wajib bangga. Kami berharap museum ini menjadi pengingat bagi kita semua, baik pekerja-buruh, pengusaha maupun pemerintah, untuk selalu mengedepankan hak-hak kemanusiaan dan keadilan sosial,” pungkas Usman.***

>
>
