Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » LEGISLATIF » Sidak Bangunan Pasar Berdiri Di Zona Hijau,Komisi B : Harus Dibongkar !

Sidak Bangunan Pasar Berdiri Di Zona Hijau,Komisi B : Harus Dibongkar !

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Polemik pembangunan pasar swasta dan cuci kendaraan di sekitar pemukim warga Pondok Maritim, Jalan Klumprik Selatan, Kelurahan Balas Klumprik, memasuki babak baru. Penolakan warga yang semakin massif membuat Komisi B DPRD Surabaya melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek pada Kamis (9/1/2025).

Kedatangan wakil rakyat disambut antusias oleh warga yang telah menanti. Dengan suara kompak, mereka menuntut pembongkaran pasar yang pembangunannya telah mencapai 50 persen. Kekecewaan warga semakin memuncak karena pembangunan pasar tersebut dianggap mengabaikan kepentingan umum dan melanggar aturan.

Selain dilontarkan secara lisan, penolakan warga juga tertuang pada spanduk bertuliskan ‘WARGA MENOLAK PEMBANGUNAN PASAR/TAMAN BELANJA’. Dalam spanduk itu warga juga menandatangani menegaskan bahwa mereka menolak pembangunan tersebut.

Ketua Komisi B DPRD Surabaya Muhammad Faridz Afif dalam keterangannya mengungkapkan hasil temuan mengejutkan dari sidak tersebut.

“Setelah sebelumnya kita lakukan rapat bersama dan kita kaji bersama, dan sidak hari ini ternyata terungkap bahwa tanah yang digunakan untuk pembangunan pasar ini merupakan aset milik Pemerintah Kota Surabaya. Pembangunan dilakukan tanpa adanya izin dari pemerintah kota dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Ini jelas merupakan pelanggaran yang serius,” tegas Afif di sela-sela sidak.

Lebih lanjut, Afif menjelaskan bahwa tanah tersebut sebenarnya merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH). “Sesuai peruntukannya, tanah ini harus dikembalikan fungsinya sebagai RTH. Pembangunan pasar di atas tanah aset milik pemerintah kota adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Maka mau tidak mau harus dilakukan pembongkaran,” imbuhnya.

Sementara Mochamad Machmud selaku Wakil Ketua Komisi B menjelaskan, keluhan masyarakat terkait penolakan pendirian pasar liar akhirnya menemukan titik terang.

“Setelah melalui mediasi intensif, pengembang akhirnya menyetujui untuk membongkar sendiri bangunan mereka paling lambat akhir Februari mendatang, sehingga kita minta Maret sudah bersih, ” kata Machmud.

Machmud menegaskan bahwa penggunaan lahan hijau untuk aktivitas komersial merupakan pelanggaran tegas.

“Ini merupakan aset pemkot yang pengelolaannya ada di DLH, karena memang lokasi ini masuk dalam zona terbuka hijau atau RTH, ” ujarnya. 

Machmud juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah, terutama setelah adanya kesepakatan bersama.

“Kita patut bersyukur bahwa permasalahan pasar ini akhirnya menemukan titik temu. Kami mengimbau warga setempat untuk tetap menjaga ketertiban dan kerukunan,” imbuhnya.

Keputusan ini disambut baik oleh berbagai pihak, mengingat pentingnya menjaga kelestarian ruang terbuka hijau bagi kota Surabaya. Selain jajaran legislatif di lokasi juga turut hadir Camat, Lurah dan Kepala DLH Dedik Irianto.

Dalam kesempatan ini Dedik memastikan bahwa betul lahan yang dibangun pasar tersebut merupakan aset pemkot. “Karena masuk dalam ruang terbuka hijau, pengelolaan ada di kami DLH, ” sebut Dedik.

Sementara perwakilan warga, Eko yang juga selaku Ketua RT 12/RW 06 menyampaikan apresiasi terhadap DPRD yang telah menindaklanjuti aspirasi warga.

“Yang paling penting adalah dari sidak ini menemukan titik temu yakni pembongkaran, ” tandanya

Menurut Eko ada beberapa dasar waganya menolak pembangunan pasar tersebut. Salah satu yang diungkapkan adalah kekhawatiran mereka akan dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan oleh proyek tersebut.

Selain masalah kemacetan dan sampah, warga juga khawatir akan meningkatnya aktivitas kriminalitas di sekitar pasar. Mereka merasa bahwa keberadaan pasar akan mengubah karakteristik lingkungan perumahan mereka yang selama ini aman dan nyaman.

“Kami ingin hidup tenang dan damai di sini. Pembangunan pasar ini dikhawatirkan akan merusak lingkungan hidup kami. Apalagi pasar ini diketahui tidak memiliki izin dan berdiri di lahan RTH, ” ujarnya.

Dari total 12 RT di RW 6, lanjut Eko semua pengurus RT dan warga sepakat mendukung penolakan pembangunan pasar tersebut.

“Intinya semua warga tidak mendukung dengan keberadaan pasar dan cuci kendaraan tersebut, ” tegasnya.

Sedangkan Diving selaku pengembang dari PT Prima Citra Buana menyatakan kekecewaan atas keputusan tersebut. Meski demikian dia akan tetap melaksanakan pembongkaran pasar ini karena ada keputusan.

“Sebenarnya kalau keputusan ini sangat kami sayangkan, karena peruntukan pasar ini untuk hajat orang banyak. Tapi ketika ada kunjungan ini sepakat dibongkar, ya kami tidak bisa berbuat banyak tetap kita laksanakan, ” tandasnya.

Diving menegaskan bahwa awalnya proyek ini diharapkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat.

“Pondok Maritim ini luasnya hampir 35 hektare dimana yang namanya kawasan komersial seperti pasar itu di wilayah ini belum punya, adapun pasarnya tapi kecil kecil, ” ungkapnya.

Proyek yang sudah berjalan 50 persen dengan anggaran mencapai 350 juta rupiah ini akhirnya sia-sia. Ini merupakan kerugian finansial yang cukup besar.

“Pembangunanya menelan 350 juta, termasuk biaya pengurukan tanah dan lain-lain. Pembangunan pasar sudah mencapai sudah 50 persen,” tandanya.

Diving tidak menampik jika proyek ini diimulai tanpa memiliki izin yang lengkap, tapi mengandalkan persetujuan lisan dari pejabat pemerintah.

“Karena sebelumnya ada pak Wakil Wali Kota ke sini ada warga minta dibangunkan pasar dan disetujui. Sehingga prosedur pembangunannya langsung, ” pungkasnya.

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Investasi Besar Microsoft di Indonesia untuk Pengembangan Keterampilan AI

    Investasi Besar Microsoft di Indonesia untuk Pengembangan Keterampilan AI

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 153
    • 0Komentar

      DIAGRAMKOTA.COM – Microsoft, salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, baru-baru ini mengumumkan investasi besar sebesar 17,5 miliar dolar AS di infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di India. Investasi ini menjadi yang terbesar perusahaan dalam sejarahnya di kawasan Asia. Dalam wawancara dengan Bloomberg TV, CEO Microsoft Satya Nadella menjelaskan alasan di balik langkah strategis ini serta […]

  • ICN Bangkok 2024, UNESA Persembahkan Keberanian Prajurit Wengker dan Keceriaan Lerok

    ICN Bangkok 2024, UNESA Persembahkan Keberanian Prajurit Wengker dan Keceriaan Lerok

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 396
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pusat Unggulan dan Iptek (PUI) Seni Budaya Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menjadi sorotan dalam ajang Indonesian Cultural Nights (ICN) yang digelar pada Minggu malam, 15 September 2024, di Bangkok. Acara ini merupakan kesempatan kedua bagi UNESA untuk berpartisipasi dalam pagelaran yang diinisiasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Thailand. Duta Besar […]

  • Jasad Siswa SD yang Tenggelam di Sungai Pucang Ditemukan

    Jasad Siswa SD yang Tenggelam di Sungai Pucang Ditemukan

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 286
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Setelah upaya pencarian intensif, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad Fawwas Juliansah (12), siswa kelas 6 SD yang tenggelam di Sungai Pucang pada Minggu (9/3) sore. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (10/3) siang, sekitar 3,4 kilometer dari lokasi kejadian. Penemuan jasad korban pertama kali dilaporkan oleh seorang anak, yang merupakan […]

  • Peran Masyarakat dalam Melestarikan Spesies Langka Kakatua Jambul Kuning, Warga Sumenep Tanam Kelengkeng

    Peran Masyarakat dalam Melestarikan Spesies Langka Kakatua Jambul Kuning, Warga Sumenep Tanam Kelengkeng

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 125
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Warga Desa Pulau Masakambing, Kecamatan Pulau Malembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menunjukkan komitmen tinggi dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pulau yang menjadi habitat burung langka. Upaya mereka melibatkan penanaman ratusan pohon kelengkeng sebagai bentuk perawatan lingkungan yang berkelanjutan. Penanaman Pohon untuk Menjaga Ekosistem Burung kakatua jambul kuning abbotti, yang merupakan spesies endemik, hanya ditemukan di […]

  • Kapolres Kediri Kota Kukuhkan Pamapta Layanan yang Cepat dan Profesional untuk Masyarakat

    Kapolres Kediri Kota Kukuhkan Pamapta Layanan yang Cepat dan Profesional untuk Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 221
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polres Kediri Kota Polda Jatim terus berupaya memperkuat pelayanan dan kehadiran Polri di tengah masyarakat. Hal itu sampaikan oleh Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim saat memimpin Pengukuhan Pamapta (Perwira Pengendali Operasional di Lapangan) di Halaman Apel Mako Polres Kediri Kota,Kamis (23/10/2025). Kapolres Kediri Kota menyampaikan bahwa pembentukan Pamapta merupakan bentuk adaptasi […]

  • Janice Tjen Masuk Daftar ITF Class of 2025, Petenis Indonesia Bawa Emas SEA Games 2025

    Janice Tjen Masuk Daftar ITF Class of 2025, Petenis Indonesia Bawa Emas SEA Games 2025

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 194
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Atlet tenis Indonesia Janice Tjen terpilih masuk dalam ‘ITF Class of 2025’. Yaitu, daftar tahunan dari Federasi Tenis Internasional (ITF) yang memperkenalkan atlet-atlet dengan perkembangan pesat dan dianggap memiliki potensi besar di masa depan. Janice terdaftar bersama empat atlet tenis lainnya. Yaitu Victoria Mboko (Kanada), Lilli Tagger (Austria), Arnaud Bailly (Belgia), dan Luka Mikrut […]

expand_less