DPRD Surabaya: Revitalisasi Pasar Tradisional Surabaya Butuh Pendekatan Holistik
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 15 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pasar tradisional di Kota Surabaya kini menghadapi tantangan yang lebih kompleks dibandingkan beberapa tahun lalu. Tidak hanya bersaing dengan pusat perbelanjaan modern, pasar rakyat juga harus beradaptasi dengan perubahan kebiasaan masyarakat yang semakin mengutamakan kemudahan dan akses layanan digital. Hal ini menjadi fokus utama dalam rencana revitalisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Menurut Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri, revitalisasi pasar tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan fisik.
Ia menekankan bahwa perlu adanya kajian mendalam terkait perubahan perilaku konsumen dan pola perdagangan masyarakat. Tanpa strategi yang sesuai dengan perkembangan zaman, revitalisasi dikhawatirkan hanya menghasilkan bangunan baru tanpa mampu meningkatkan jumlah pengunjung atau transaksi ekonomi.
Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat
Syaifuddin menyatakan bahwa masyarakat saat ini cenderung memilih lokasi belanja yang paling dekat dengan tempat tinggal atau memanfaatkan layanan digital yang dapat diakses melalui telepon genggam. Kondisi ini membuat pasar tradisional tidak lagi menjadi satu-satunya tujuan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sekarang orang lebih memilih yang dekat. Naik motor, berhenti sebentar, beli, lalu pulang. Bahkan, banyak yang cukup pesan lewat ponsel dari rumah,” ujarnya.
Strategi Revitalisasi yang Komprehensif
Untuk itu, perubahan pola konsumsi masyarakat harus menjadi perhatian utama dalam setiap rencana pembangunan ataupun revitalisasi pasar tradisional. Syaifuddin menilai bahwa kajian dan pemetaan menjadi tahapan penting sebelum proyek revitalisasi dilaksanakan. Pemkot Surabaya perlu memahami karakteristik masing-masing pasar, potensi ekonomi wilayah sekitar, serta pola belanja masyarakat yang menjadi target utama.
Ia menegaskan bahwa pasar tradisional tetap memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi kerakyatan. Pasar rakyat menjadi ruang usaha bagi pelaku usaha kecil serta menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang relatif terjangkau.
Integrasi Teknologi dalam Revitalisasi
Selain penataan pedagang, Syaifuddin mendorong Pemkot Surabaya turut mengakomodasi perkembangan teknologi dalam merevitalisasi pasar. Integrasi layanan digital dinilai penting agar pasar tradisional mampu bersaing dengan model perdagangan modern yang semakin mudah diakses masyarakat.
“Kalau ingin pasar tradisional bangkit, pembangunan fisik harus dibarengi perubahan pola pengelolaan, penataan pedagang, pemanfaatan teknologi, dan dukungan masyarakat. Itu yang akan menentukan keberhasilannya,” imbuhnya.
Revitalisasi pasar tradisional Surabaya memerlukan pendekatan holistik yang mencakup pembangunan fisik, perubahan pola pengelolaan, penataan pedagang, pemanfaatan teknologi, dan dukungan masyarakat. Dengan strategi yang tepat, pasar rakyat bisa tetap menjadi bagian penting dari ekonomi lokal dan menjawab kebutuhan masyarakat di era digital.***

>

Saat ini belum ada komentar