Keterlibatan Joki UTBK di Surabaya Mengungkap Skandal Pendidikan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah kasus kriminal yang mengejutkan terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur. Seorang tersangka joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) mengakui memiliki kemampuan akademik yang luar biasa dalam mengerjakan soal-soal ujian masuk perguruan tinggi. Hal ini membuat Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Luthfie Sulistiawan, terkejut saat melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.
Kemampuan Akademik yang Mencengangkan
Dalam pemeriksaan yang terekam dalam video, tersangka mengaku bahwa ia tidak pernah mendapatkan bocoran soal ujian. Ia menyatakan bahwa dirinya memiliki keahlian khusus dalam matematika dan dapat mengerjakan semua soal dengan mudah. “Tidak pernah dapat bocoran. Sebenarnya relatif gampang, Pak. Saya memang eksper di matematika, semua soal bisa saya kerjakan,” kata tersangka.
Selain matematika, ia juga mengaku sudah terbiasa dengan mata pelajaran Bahasa Inggris dan Tes Potensi Akademik. Menurutnya, Tes Potensi Akademik masih berkaitan dengan matematika. Untuk persiapan, ia mengaku belajar mandiri dari buku-buku khusus selama dua hingga tiga bulan. “Saya cari materi di buku persiapan. Belajarnya sekitar dua sampai tiga bulan,” tambahnya.
Pengakuan tentang Bayaran
Tersangka juga mengungkapkan bahwa ia menerima bayaran antara Rp20 juta hingga Rp75 juta untuk setiap jasa joki UTBK. Besaran biaya ini tergantung pada tingkat kesulitan soal dan reputasi kampus tujuan. Ini menunjukkan bahwa praktik joki UTBK tidak hanya sekadar kejahatan, tetapi juga bisnis yang terstruktur.
Tanggapan dari Kapolrestabes Surabaya
Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Luthfie Sulistiawan, merasa heran dengan kemampuan yang dimiliki oleh tersangka. Ia menilai bahwa pelaku memiliki kecerdasan yang luar biasa, tetapi tidak disalurkan dengan benar. “Hebat juga kamu. Kalau belum terbiasa, satu soal bisa lama,” ujar Luthfie dalam video tersebut.
Dampak pada Sistem Pendidikan
Praktik joki UTBK ini tidak hanya merusak integritas sistem pendidikan, tetapi juga menciptakan ketidakadilan bagi calon mahasiswa yang berjuang secara adil. Kasus ini menunjukkan bahwa ada celah besar dalam pengawasan dan pengendalian proses seleksi masuk perguruan tinggi.
Tindakan yang Dilakukan Polisi
Polisi telah melakukan penyelidikan terhadap kasus ini dan menemukan bahwa joki UTBK di Surabaya tidak hanya beroperasi secara individu, tetapi juga melibatkan pihak-pihak tertentu seperti pegawai kecamatan untuk memalsukan dokumen-dokumen penting. Hal ini menunjukkan bahwa skala penipuan ini lebih luas dari yang diperkirakan.
Kasus joki UTBK di Surabaya menjadi peringatan bagi sistem pendidikan Indonesia. Praktik-praktik semacam ini harus segera dihentikan agar tidak merusak nilai-nilai keadilan dan integritas dalam dunia pendidikan. Selain itu, diperlukan langkah-langkah yang lebih ketat dalam pengawasan dan pengendalian proses seleksi masuk perguruan tinggi.***

>
>

Saat ini belum ada komentar