Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » FORUM OPINI » SPMB 2026 Makin Ketat: Skema baru Dispendik Surabaya, Ribuan Anak Surabaya Belum Tentu Siap

SPMB 2026 Makin Ketat: Skema baru Dispendik Surabaya, Ribuan Anak Surabaya Belum Tentu Siap

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM — Tahun ini, wajah seleksi penerimaan murid baru di Surabaya berubah. Jika sebelumnya jalur prestasi akademik hanya mengandalkan nilai rapor, kini ada komponen baru yang masuk dalam hitungan: Tes Kompetensi Akademik (TKA) dengan bobot 40 persen.

Kebijakan ini resmi diterapkan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Komposisi penilaian jalur prestasi kini menjadi 60 persen nilai rapor dan 40 persen nilai TKA — menggantikan sistem lama yang sepenuhnya bergantung pada nilai rapor.

“Dulu 100 persennya adalah nilai rapor, sekarang terdiri dari 60 persen nilai rapor dan 40 persen dari nilai TKA. Itu yang akan kita ambil sebagai poin untuk jalur prestasi di akademik,” jelas Kepala Dispendik Surabaya, Febrina Kusumawati, Jumat (1/5/2026).

Mengapa TKA?

Dispendik tidak asal mengubah skema. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Pendidikan yang ingin menjadikan TKA sebagai salah satu indikator mutu pendidikan secara nasional.

Febrina menyebut, pelibatan TKA bertujuan ganda: memotivasi siswa untuk belajar lebih serius, sekaligus memberikan gambaran yang lebih akurat soal mutu pendidikan di Kota Surabaya dibanding hanya mengandalkan penilaian internal sekolah yang bisa berbeda standarnya.

“Harapannya TKA bisa semakin menjadi gambaran mutu pendidikan kita semuanya,” ujarnya.

Proporsi 40 persen pun diklaim bukan angka sembarangan — melainkan hasil kajian bersama para pemangku kepentingan pendidikan di Surabaya.

Dukungan PGRI: Rapor Tetap Utama

Ketua PGRI Surabaya Agnes Warsiati menyambut baik skema baru ini. Menurutnya, komposisi 40 persen TKA sudah cukup ideal karena tidak menggeser posisi nilai rapor sebagai komponen dominan.

“Sudah bagus. Memang yang harusnya pembobotan nilai yang paling besar di rapor. Karena itu menjadi gambaran proses belajar anak selama di sekolah,” paparnya.

Agnes juga menekankan nilai tambah lain: hasil TKA bisa dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi kebijakan pendidikan ke depan — terlebih Dispendik sudah menggelar try out dan pendalaman materi sebelum pelaksanaan tes.

Teknis Pelaksanaan

TKA untuk jenjang SD dan SMP di Surabaya sudah selesai dilaksanakan. Hasilnya dijadwalkan keluar dalam waktu dekat. Bagi siswa yang berhalangan hadir — misalnya karena sakit — Dispendik menyediakan TKA susulan pada 11–19 Mei 2026.

“Untuk jenjang SMP, ada sekitar 60 siswa yang akan mengikuti susulan. Sedangkan untuk SD masih dalam proses pendataan,” tambah Febrina.

Jalur penerimaan dalam SPMB sendiri tidak berubah. Tetap ada empat jalur: afirmasi, domisili, prestasi, dan mutasi.

Konteks Lebih Luas: Perubahan se-Jawa Timur

Kebijakan TKA 40 persen ini bukan hanya kebijakan Surabaya. Dinas Pendidikan Jawa Timur juga menerapkan perubahan serupa dalam skema SPMB 2026 di seluruh provinsi — termasuk menghapus penggunaan indeks sekolah yang selama ini dianggap tidak adil.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan perubahan ini dirancang agar seleksi lebih objektif dan terukur. Nilai TKA berlaku di seluruh jalur penerimaan — domisili, afirmasi, maupun prestasi — dengan bobot yang sama: 40 persen.

Pertanyaan yang Belum Terjawab

Di balik perubahan yang tampak progresif ini, ada satu pertanyaan krusial yang perlu diajukan: apakah semua anak punya akses yang setara untuk menghadapi TKA?

Anak dari keluarga mampu bisa mengikuti bimbingan belajar intensif, try out berbayar, dan pendalaman materi sejak jauh hari. Sementara siswa inklusi dan anak dari keluarga prasejahtera — yang bahkan terancam putus sekolah — sangat mungkin masuk ruang ujian tanpa persiapan yang memadai.

Jika TKA menjadi 40 persen penentu nasib masuk sekolah negeri favorit, maka ketimpangan persiapan itu bisa berubah menjadi ketimpangan hasil. Seleksi yang tampak objektif justru bisa melanggengkan ketidakadilan yang sudah ada.

Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 ini adalah saat yang tepat untuk memastikan: reformasi seleksi bukan hanya soal akurasi data mutu pendidikan — tapi juga soal keadilan bagi semua anak, tanpa terkecuali.***

Oleh: Agung, Forwan Surabaya

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi C DPRD Jatim Soroti Lemahnya Kontribusi BUMD terhadap PAD

    Komisi C DPRD Jatim Soroti Lemahnya Kontribusi BUMD terhadap PAD

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 437
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Timur masih belum mampu mengoptimalkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meskipun memiliki potensi yang besar, kontribusi BUMD terhadap PAD provinsi ini masih jauh dari harapan, dengan sektor pajak kendaraan bermotor tetap menjadi andalan utama.14/01/25 Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, menyampaikan bahwa pada […]

  • Investor Global dengan Aset Rp45 Triliun Minta Pemerintah Berhentikan Deforestasi

    Investor Global dengan Aset Rp45 Triliun Minta Pemerintah Berhentikan Deforestasi

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Investor Global Minta Pemerintah Berhenti dan Pulihkan Hutan DIAGRAMKOTA.COM – Sejumlah besar investor global yang mengelola dana hingga lebih dari 3 triliun dolar AS meminta pemerintah di berbagai negara untuk segera menghentikan deforestasi serta degradasi ekosistem paling lambat pada tahun 2030. Seruan ini disampaikan dalam sebuah pernyataan yang diberi nama Belém Investor Statement on Rainforests, yang […]

  • Pakar Imunulogi Unair Ungkap Bahayanya Super Flu

    Pakar Imunulogi Unair Ungkap Bahayanya Super Flu

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Shinta ms
    • visibility 133
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Munculnya istilah Superflu kembali menjadi perhatian publik seiring terdeteksinya varian Influenza A H3N2 Subclade K di Indonesia, termasuk Jawa Timur. Pakar Imunologi dari Departemen Mikrobiologi dan Parasitologi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), dr. Agung Dwi Wahyu Widodo, dr., M.Si., menegaskan bahwa fenomena ini tidak bisa dipandang sebagai flu biasa. Menurut dr. […]

  • Kings vs Rockets

    Kings vs Rockets: Kehadiran Pemain Bintang di Lapangan Basket Nasional

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 227
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Laga antara Sacramento Kings dan Houston Rockets menjadi sorotan utama dalam dunia basket nasional. Pertandingan ini menarik perhatian penggemar karena melibatkan dua tim dengan rekor yang berbeda. Sacramento Kings, yang saat ini memiliki rekor 6-22, sedang menghadapi tantangan berat setelah kehilangan lima pertandingan berturut-turut. Sementara itu, Houston Rockets tampil lebih stabil dengan rekor 17-8, […]

  • Satu Bulan Menjadi Menteri Keuangan, Purbaya: Seperti Setahun, Penuh Tantangan dan Bisa Dikuasai

    Satu Bulan Menjadi Menteri Keuangan, Purbaya: Seperti Setahun, Penuh Tantangan dan Bisa Dikuasai

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Pengalaman Sebulan Menjabat sebagai Menteri Keuangan DIAGRAMKOTA.COM – Setelah genap satu bulan menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan perasaannya yang sangat berbeda dari sebelumnya. Ia merasa seperti telah menjalani jabatan tersebut selama setahun. Hal ini disampaikannya dalam wawancara di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada Rabu (8/10). Purbaya mengatakan bahwa meskipun baru sebentar, ia merasa sudah […]

  • Komplotan Pencuri Motor Toko Listrik Jagalan Surabaya Diringkus Polsek Pabean Cantikan, Satu Pelaku Sempat Buron

    Komplotan Pencuri Motor Toko Listrik Jagalan Surabaya Diringkus Polsek Pabean Cantikan, Satu Pelaku Sempat Buron

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 242
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Unit Reskrim Polsek Pabean Cantikan berhasil meringkus dua pelaku pencurian sepeda motor Honda Beat yang beraksi di depan Toko Listrik Lucky Jaya Electric, Jalan Jagalan, Surabaya, Minggu 19 Oktober 2025. Kedua pelaku yakni MT (27), warga Sampang, dan MG. Pelaku MT lebih dulu ditangkap sesaat setelah aksinya gagal karena terpergok korban, sementara MG […]

expand_less