Pelaku Pencabulan di Sekolah Dasar Ditahan Setelah Diungkap oleh Bukti Video
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 16 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Seorang oknum guru matematika di salah satu sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, ditangkap oleh pihak kepolisian setelah diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap tiga siswinya. Peristiwa ini memicu gelombang kekecewaan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait keselamatan anak-anak di lingkungan pendidikan.
Penangkapan Dilakukan Setelah Laporan Orang Tua
Pelaku yang diketahui bernama SP (58 tahun) ditangkap pada Jumat, 1 Mei 2026, tanpa ada perlawanan. Penangkapan ini dilakukan setelah salah satu orang tua korban membuat laporan resmi kepada polisi dengan disertai bukti video. Video tersebut merekam kejadian yang menimpa anak-anaknya, sehingga menjadi dasar bagi penyidik untuk mengambil tindakan.
Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang, AKP Apfryyadi Pratama, menjelaskan bahwa pelaku sudah mengakui perbuatannya setelah diperiksa. “Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pelaku mengakui perbuatannya setelah adanya bukti video yang direkam oleh salah seorang murid,” ujarnya.
Korban Terdiri dari Tiga Siswi, Masih Dicari Korban Lainnya
Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa pelaku telah melakukan aksi pencabulannya terhadap tiga siswi. Namun, pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya korban lain yang belum terungkap. “Berdasarkan pengakuan pelaku, hingga saat ini ada tiga siswi yang menjadi korban, namun kami masih mencari informasi lebih lanjut terkait kemungkinan adanya korban tambahan,” jelas AKP Apfryyadi.
Motif Pelaku Mengaku Khilaf
Saat diperiksa, pelaku menyatakan bahwa tindakannya dilakukan karena khilaf. Meski begitu, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan apakah ada faktor lain yang turut memengaruhi perilaku pelaku. “Motif dari pengakuan pelaku ini masih kami dalami, tim juga masih menggali keterangan korban lainnya,” tambahnya.
Langkah Perlindungan Bagi Korban
Selain menahan pelaku, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Dinas Perlindungan Anak Kabupaten Tulang Bawang Barat untuk memberikan perlindungan dan bantuan psikologis bagi ketiga korban. “Tentu ada tim yang akan memberikan trauma healing. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Perlindungan Anak Kabupaten Tulang Bawang Barat,” jelas AKP Apfryyadi.
Penahanan Pelaku Dilakukan di Mapolres
Saat ini, pelaku SP telah ditahan di Mapolres Tulang Bawang. Selain itu, barang bukti yang terkait dengan kasus ini juga sudah diamankan. Tim penyidik masih terus melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pihak terkait untuk memperkuat berkas perkara.
Kekhawatiran tentang Keamanan Lingkungan Sekolah
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap sistem pengawasan di lingkungan sekolah. Masyarakat mulai mempertanyakan bagaimana seorang guru bisa melakukan tindakan tidak pantas terhadap muridnya sendiri. Beberapa pihak meminta agar lembaga pendidikan lebih meningkatkan pengawasan terhadap staf dan guru, serta memastikan bahwa lingkungan belajar benar-benar aman bagi para siswa.
Reaksi Publik dan Komentar Masyarakat
Banyak warga di wilayah Tulang Bawang merasa prihatin dengan kejadian ini. Mereka berharap pihak berwajib dapat memberikan sanksi yang sesuai dengan tingkat kejahatan yang dilakukan. Selain itu, masyarakat juga menuntut transparansi dalam proses hukum yang akan dijalani pelaku.
Peristiwa pencabulan yang dilakukan oleh seorang guru di sekolah dasar ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Kasus ini tidak hanya merugikan korban secara fisik dan mental, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan. Diperlukan langkah-langkah preventif dan penegakan hukum yang tegas agar hal serupa tidak terjadi lagi di masa depan.***
- Penulis: Diagram Kota

>

Saat ini belum ada komentar