Wethan Ceria, Transformasi Posyandu di Surabaya: Integrasi Layanan untuk Kesejahteraan Masyarakat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Posyandu Wethan Ceria di RW 01 Manukan Lor, Kelurahan Banjar Sugihan, Kecamatan Tandes, menjadi salah satu contoh sukses dalam penerapan inovasi pelayanan masyarakat. Dalam kunjungannya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan oleh pengurus RW dan kader KSH (Kader Surabaya Hebat) dalam menjalankan program yang berbasis data dan integrasi layanan.
Peran Posyandu dalam Pelayanan Terpadu
Posyandu tidak lagi hanya menjadi tempat pemeriksaan kesehatan anak-anak dan balita. Kini, posyandu juga menjadi pusat informasi dan koordinasi dalam pelayanan dasar yang mencakup pendidikan, sosial, perumahan, serta infrastruktur. Integritas data dari seluruh posyandu di Surabaya telah terhubung dengan aplikasi Sayang Warga dan sistem Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya.
“Kita bisa melihat klaster di mana ada bayi kekurangan gizi atau lansia yang tinggal sendiri. Sistem ini memudahkan intervensi yang lebih tepat sasaran,” ujar Eri Cahyadi.
Inovasi dan Partisipasi Masyarakat
Selain integrasi data, Posyandu Wethan Ceria juga menunjukkan kreativitas dalam mengajak partisipasi masyarakat. Ketua RW 01 dan kader KSH Manukan Lor menyisihkan sebagian pendapatan mereka untuk memberikan hadiah kepada lansia yang datang paling awal dan bayi yang berat badannya meningkat secara konsisten.
“Ini adalah bentuk nyata dari konsep Kampung Pancasila. KSH dan RW-nya tidak hanya bekerja, tapi juga merancang inisiatif yang bermanfaat bagi warga,” tambah Eri Cahyadi.
Pengelolaan Sampah dan Keberlanjutan Lingkungan
Selain itu, wilayah RW 01 Manukan Lor juga telah menerapkan program pemilahan sampah organik untuk dijadikan pelet pakan ternak dan ikan. Langkah ini menunjukkan komitmen warga dalam menjaga lingkungan dan mengoptimalkan sumber daya.
Membentuk Karakter Arek Surabaya yang Tangguh
Eri Cahyadi berencana kembali mengunjungi wilayah tersebut untuk berdiskusi santai di Kampung Jepang guna mematangkan konsep Kampung Pancasila. Ia ingin membangun karakter “Arek Surabaya” yang tangguh dan melibatkan generasi muda dalam proses pembangunan.
“Surabaya ini gerak masyarakatnya. Pemerintah menjadi dirigennya. Saya ingin membentuk generasi yang kuat dan aktif,” ujarnya.
Posyandu Wethan Ceria menjadi model yang dapat ditiru oleh posyandu lain di Surabaya. Dengan integrasi layanan, partisipasi masyarakat, dan inovasi dalam pengelolaan sumber daya, posyandu ini menunjukkan bagaimana pelayanan dasar bisa menjadi tulang punggung kesejahteraan masyarakat.***

>

Saat ini belum ada komentar