Kondisi Jemaah Haji yang Tertunda Akibat Masalah Kesehatan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 14 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Sebanyak 10 jemaah haji dari Embarkasi Surabaya harus menunda keberangkatan mereka ke Tanah Suci karena alasan kesehatan. Informasi ini diungkapkan oleh Moh. As’adul Anam, Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya. Menurutnya, delapan dari jemaah tersebut sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Surabaya, sementara dua lainnya masih dalam proses pengobatan di daerah masing-masing.
“Jadi sampai hari ini ada 10 jemaah yang tertunda keberangkatannya karena sakit. Delapan orang dirawat di RS Haji, sisanya masih di daerah,” ujarnya pada Kamis (30/4/2026). Anam memastikan bahwa seluruh jemaah yang mengalami gangguan kesehatan mendapatkan perawatan maksimal agar segera bisa diberangkatkan setelah dinyatakan layak terbang.
Proses Pemeriksaan Medis untuk Keberangkatan Jemaah Haji
Anam menegaskan bahwa keputusan untuk melanjutkan penerbangan atau tidak didasarkan pada hasil pemeriksaan dokter. “Dokter harus menyatakan pasien itu layak terbang. Jadi kalau tidak ada surat dokter, saya tidak bisa memastikan kapan jemaah akan diberangkatkan ke Tanah Suci,” tambahnya.
Proses ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian dan tanggung jawab terhadap keselamatan jemaah. Dengan kondisi kesehatan yang stabil, jemaah akan lebih siap menghadapi tantangan selama perjalanan ibadah haji, termasuk perjalanan dari Madinah ke Makkah.
Jumlah Jemaah yang Telah Berangkat ke Tanah Suci
Hingga hari ke-10 pemberangkatan, PPIH Embarkasi Surabaya mencatat bahwa 28 persen atau sekitar 12.140 jemaah dan petugas telah berangkat ke Tanah Suci. Total jumlah jemaah dan petugas yang akan diberangkatkan adalah 44.080 orang, yang terdiri dari 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU).
Isu Kecelakaan dan Kematian Jemaah Haji
Selain masalah kesehatan, beberapa insiden juga terjadi selama perjalanan jemaah haji. Beberapa waktu lalu, sebuah bus jemaah haji asal Probolinggo mengalami kecelakaan di Saudi, sehingga lima orang mengalami luka-luka. Sebelumnya, satu jemaah haji asal Pasuruan meninggal di Madinah akibat sesak napas.
Insiden-insiden ini menunjukkan pentingnya penanganan yang optimal terhadap jemaah haji, baik dalam hal kesehatan maupun keselamatan selama perjalanan. PPIH dan instansi terkait terus berupaya memastikan bahwa semua jemaah dapat tiba di Tanah Suci dalam kondisi sehat dan aman.
Peran Rumah Sakit Haji dalam Menangani Jemaah
Rumah Sakit Haji Surabaya menjadi salah satu pusat utama dalam menangani jemaah haji yang mengalami gangguan kesehatan. Fasilitas kesehatan ini dilengkapi dengan tenaga medis profesional dan fasilitas modern untuk memastikan perawatan yang optimal bagi jemaah.
Selain itu, rumah sakit ini juga berperan dalam memberikan surat keterangan kelayakan terbang kepada jemaah yang telah pulih. Proses ini sangat penting agar jemaah dapat segera melanjutkan perjalanan ibadah tanpa adanya risiko kesehatan yang berbahaya.
Persiapan dan Pengawasan Selama Perjalanan Ibadah Haji
PPIH Embarkasi Surabaya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jemaah haji, termasuk dalam hal kesehatan dan kelengkapan administrasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua jemaah dapat tiba di Tanah Suci tepat waktu dan dalam kondisi yang baik.
Selain itu, pihak PPIH juga bekerja sama dengan lembaga kesehatan dan polisi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah selama perjalanan. Dengan kerja sama yang baik antar lembaga, diharapkan semua jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan aman.***

>

Saat ini belum ada komentar