Pemkot Surabaya Akan Terapkan WFH Setiap Jumat Mulai April 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) setiap hari Jumat, yang akan dimulai pada 10 April 2026. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari langkah pemerintah pusat dalam rangka memperkuat efisiensi dan mengurangi beban anggaran.
Sebelum pelaksanaan WFH, ASN Pemkot Surabaya akan melakukan kerja bakti setiap hari Jumat. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap instruksi yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.
“Kerja bakti akan dilakukan selama dua kali dalam seminggu, termasuk setiap hari Jumat sebelum memulai pekerjaan maupun pelayanan publik di kediaman masing-masing,” ujarnya.
Mekanisme Kerja Bakti dan Evaluasi Kinerja ASN
Eri menegaskan bahwa pihaknya akan senantiasa melakukan evaluasi dan monitoring terhadap kinerja seluruh ASN yang bekerja di lingkungan Pemkot Surabaya. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kualitas pelayanan publik tetap terjaga meskipun sistem kerja berubah.
Selain itu, Eri menyatakan bahwa masing-masing ASN memiliki tanggung jawab terhadap optimalnya pelayanan publik dan terjaganya kesejahteraan warga dari masing-masing wilayah kampung tempat mereka bermukim.
“Output dan outcome dari pekerjaan ASN harus tercapai, baik saat bekerja di kantor maupun di rumah. Saya tidak lagi melihat mereka kerja di kantor, tapi melihat hasil kerjanya,” tegasnya.
Efisiensi Anggaran dan Perubahan Budaya Kerja
Selain menekankan pentingnya pengawasan kinerja, Eri juga menekankan bahwa sistem WFH dapat membantu menghemat anggaran pemerintah. Ia menilai bahwa kebijakan ini menjadi momentum untuk melakukan akselerasi perubahan perilaku kerja yang lebih modern dan efisien.
“Saya minta kepada semua ASN agar bisa bekerja dengan optimal, baik di mana pun mereka berada. Dengan WFH, output dan outcome-nya akan tercapai, serta penghematan anggaran akan lebih besar,” katanya.
Kebijakan Nasional tentang WFH
Kebijakan WFH yang diterapkan Pemkot Surabaya merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diumumkan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari ‘8 Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional’ yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Beberapa poin utama kebijakan ini antara lain:
- Penerapan WFH bagi ASN pusat dan daerah selama satu hari dalam seminggu, yakni hari Jumat.
- Efisiensi mobilitas dengan pembatasan penggunaan kendaraan dinas sebesar 50%, kecuali operasional dan kendaraan listrik.
- Pengurangan perjalanan dinas dalam negeri hingga 50% dan luar negeri hingga 70%.
Reaksi dan Persiapan dari ASN
Meski ada kekhawatiran mengenai dampak long weekend akibat pelaksanaan WFH, Eri menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau kinerja ASN. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa sistem kerja dari rumah sudah diterapkan sebelumnya dan memberikan hasil yang memuaskan.
“Kami telah melakukan WFA sejak lama, dan hasilnya sangat meyakinkan. Saya percaya bahwa ASN dapat bekerja secara optimal tanpa harus berada di kantor,” imbuhnya.
Kesiapan Pemkot Surabaya dalam Menghadapi Perubahan
Pemkot Surabaya telah mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan WFH. Termasuk dalam hal koordinasi dengan instansi terkait seperti Forkompinda, yang akan turut serta dalam pelaksanaan kerja bakti.
Dengan adanya kebijakan ini, Pemkot Surabaya berharap dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan publik sambil tetap menjaga stabilitas ekonomi nasional.***

>
>
>
>
Saat ini belum ada komentar