Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Sejarah dan Peran Balai Pemuda dalam Pengembangan Seni Budaya Surabaya

Sejarah dan Peran Balai Pemuda dalam Pengembangan Seni Budaya Surabaya

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Balai Pemuda di Surabaya tidak hanya menjadi bangunan sejarah, tetapi juga pusat kegiatan seni budaya yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Kompleks ini memiliki peran penting dalam membangun identitas kota sebagai Bumi Pahlawan. Dari masa Hindia Belanda hingga era modern, tempat ini terus menjadi ruang bagi para seniman dan budayawan untuk berkarya.

Bangunan ini awalnya dibangun pada tahun 1907 dengan nama De Simpangsche Societeit, yang diperuntukkan bagi elite peranakan Eropa-Belanda. Di balik namanya, terdapat papan bertuliskan verboden voor inlander en hond (dilarang bagi pribumi dan anjing), mencerminkan struktur sosial yang sangat diskriminatif pada masa itu. Namun, seiring waktu, bangunan ini mengalami transformasi besar. Menjelang Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945, De Simpangsche Societeit direbut dan digunakan sebagai markas pemuda Indonesia. Di lokasi tersebut, strategi tempur melawan sekutu disiapkan, menjadikannya sebagai simbol perjuangan rakyat.

Pada tahun 1957, kompleks ini berganti nama menjadi Balai Pemuda, yang kemudian menjadi Sekretariat Front Pemuda. Era pemerintahan Wali Kota Soekotjo Sastrodinoto (1965–1974) menandai peran aktif Balai Pemuda sebagai pusat aktivitas seni budaya. Akademi Seni Rupa Surabaya (Aksera) lahir pada tahun 1968, menghidupkan Balai Pemuda dengan berbagai kegiatan bergaya sanggar. Pada 1971, Dewan Kesenian Surabaya didirikan, diikuti oleh kelahiran Bengkel Muda Surabaya pada tahun berikutnya.

Perlawanan dari Seniman Terhadap Surat Peringatan Pemerintah

Pada 25 Maret 2026, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Surabaya mengirimkan surat peringatan kepada beberapa lembaga yang menggunakan lahan di Balai Pemuda tanpa hubungan hukum. Lembaga-lembaga tersebut termasuk Galeri Merah Putih, Bengkel Muda Surabaya, dan Dewan Kesenian Surabaya. Surat tersebut meminta mereka untuk segera membongkar dan mengosongkan area dalam waktu tujuh hari. Jika tidak, penertiban akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Peringatan ini mendapat perlawanan dari para seniman dan budayawan. Dua hari setelah surat diterima, yaitu pada 27 Maret 2026—yang jatuh pada Hari Teater Sedunia—seniman dan budayawan menggelar acara bernama Surabaya Ngudarasa. Acara ini diadakan oleh Forum Pegiat Kesenian Surabaya (FPKS) di Galeri Dewan Kesenian Surabaya. Berbagai bentuk seni seperti solo vokal, monolog, ludruk, teater, dan kultum turut meramaikan acara tersebut. Panitia bahkan menyediakan wadah untuk saweran, sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap kegiatan seni.

Koordinator FPKS, Jil Kalaran, menjelaskan bahwa program-program perayaan teater dapat menjadi ruang bersama untuk berdialog. “Melalui lakon yang dipentaskan, kita diajak untuk melihat perspektif sang liyan tanpa rasa menghakimi,” ujarnya.

Perspektif Seniman dan Budayawan tentang Penataan Balai Pemuda

Maestro ludruk sekaligus Ketua Sanggar Anak Merdeka Indonesia (Samin), Meimura, menyatakan bahwa surat peringatan tersebut bertujuan untuk mengusir dan mematikan kehidupan seni budaya di Balai Pemuda. Ia menilai pemerintah tidak memahami perjalanan dan evolusi sosial di sana, termasuk saat memberi nama tambahan Alun-alun Surabaya.

Menurut Jil dan Meimura, sejak awal milenium ketiga atau tahun 2000-an, Balai Pemuda lebih ditempatkan sebagai aset bernilai ekonomi. Aktivitas yang diutamakan di sini demi pendapatan asli daerah (PAD). Hal ini tergambar dari era pemerintahan Bambang Dwi Hartono, Tri Rismaharini, dan Eri Cahyadi, yang senapas berlatar birokrat dan kader partai politik yang sama.

“Ini bukan model pembangunan kebudayaan yang diinginkan,” kata Meimura. Ia menegaskan bahwa Balai Pemuda seharusnya menjadi tempat pengembangan seni budaya, bukan sekadar pusat komersial.

Peran Pemerintah dalam Penataan Regulasi

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Surabaya, Herry Purwadi, menyatakan bahwa Balai Pemuda akan tetap menjadi pusat pengembangan seni budaya. Namun, ia menekankan perlunya penataan regulasi yang jelas. “Pemanfaatannya digunakan oleh siapa karena pemerintah kota wajib melakukan dan itu menjadi tanggung jawab kami. Pengguna di situ juga tidak harus sewa, tetapi ada ikatan hukum yang jelas,” tuturnya.

Inisiator Komunitas Seni Budaya Brangwetan, Henri Nurcahyo, menilai surat peringatan itu diduga catat hukum. Ia menilai tak sepatutnya seorang pelaksana tugas menjalankan keputusan strategis. Menurutnya, jika tujuan penataan, surat yang dikirim seharusnya bukan surat peringatan, melainkan keputusan untuk melegalkan keberadaan lembaga yang diperingatkan.

“Seharusnya hak historis yang melekat kepada lembaga-lembaga itu disahkan dengan hak yuridis karena pemerintah ingin ikatan hukum yang jelas,” ujarnya.

Rekaman Perlawanan Masa Lalu dan Harapan Masa Depan

Pada 2017, pernah terjadi perlawanan massif dari rakyat Surabaya terhadap kebijakan pemerintah. Saat itu, rencana pembangunan gedung delapan lantai untuk DPRD Kota Surabaya sampai merobohkan Masjid As-Sakinah. Perlawanan tersebut berhasil mempertahankan keberadaan masjid dan menghentikan proyek tersebut.

Kini, perlawanan terkait penataan di Balai Pemuda kembali muncul. Pemerintah diharapkan bisa menghargai aspek historis aktivitas seni budaya di tempat bersejarah itu. Balai Pemuda tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi juga simbol perjuangan, kebudayaan, dan identitas kota Surabaya.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Eri Ajak Warga Surabaya Wujudkan Makna Hari Pahlawan Lewat Tindakan Nyata

    Wali Kota Eri Ajak Warga Surabaya Wujudkan Makna Hari Pahlawan Lewat Tindakan Nyata

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Shinta ms
    • visibility 178
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA- Peringatan Hari Pahlawan 2025 di Halaman Balai Kota Surabaya berlangsung khidmat dan penuh makna, Senin (10/11/2025). Di hadapan ribuan peserta upacara, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyerukan agar semangat kepahlawanan tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata membangun kota dan menolong sesama. “Kita adalah pewaris semangat Bung Tomo dan Bung Karno […]

  • Polda Jatim Ungkap 1.863 Kasus dan Berhasil Amankan 2.307 Tersangka di Operasi Pekat II Semeru 2025

    Polda Jatim Ungkap 1.863 Kasus dan Berhasil Amankan 2.307 Tersangka di Operasi Pekat II Semeru 2025

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 158
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polda Jatim bersama dengan seluruh jajaran Polres, menggelar Operasi Pekat II Semeru-2025′. Dalam Operasi yang dimulai tanggal 1 sampai 14 Mei 2025, Polda Jatim mengungkap 1.863 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 2.307. Hal itu seperti disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat ( Kabid Humas) Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, saat konferensi […]

  • Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan 21 Kg Sabu Jaringan Internasional Asal Timur Tengah

    Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan 21 Kg Sabu Jaringan Internasional Asal Timur Tengah

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 209
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) kembali mencetak prestasi besar dalam pemberantasan narkoba dengan membongkar jaringan peredaran sabu internasional yang diduga berasal dari kawasan Timur Tengah. Dua orang pelaku berhasil diamankan dalam operasi ini, masing-masing berinisial REP (38), warga Kota Batu, dan W (35), warga Surabaya. Penangkapan dilakukan setelah Direktorat Reserse Narkoba […]

  • BBCA , Pasar Modal Indonesia

    BBCA Aliran Dana Asing Mengalir Keluar Pasar Modal Indonesia

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 106
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dalam tiga hari terakhir, pasar modal Indonesia mengalami aliran dana asing yang signifikan. Data menunjukkan bahwa sekitar Rp 2,71 triliun dana asing keluar dari pasar modal Tanah Air pada periode 19–21 Januari 2026. Pergerakan ini memicu penurunan harga saham sejumlah perusahaan besar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bank Central Asia (BBCA) menjadi salah […]

  • Pembangunan Gudang Tanpa Perencanaan Matang di Tambak Osowilangun Picu Banjir, DLH Surabaya Diminta Bertanggung Jawab

    Pembangunan Gudang Tanpa Perencanaan Matang di Tambak Osowilangun Picu Banjir, DLH Surabaya Diminta Bertanggung Jawab

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 345
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Sabtu, 25 Oktober 2025 | Surabaya Pembangunan kawasan pergudangan tanpa perencanaan matang kembali menjadi sorotan. Kasus yang terjadi di Kawasan Pergudangan Tambak Osowilangun, Benowo Kota Surabaya, menunjukkan adanya korelasi kuat antara pembangunan pergudangan yang tidak sesuai standar dengan meningkatnya risiko banjir di wilayah sekitar. Menurut pantauan di lapangan, wilayah Kelurahan Tambak Osowilangun sejatinya […]

  • RSUD Surabaya Selatan, Alif Iman Waluyo: Pemkot Surabaya Harus Kaji Ulang Lokasi Pembangunan

    RSUD Surabaya Selatan, Alif Iman Waluyo: Pemkot Surabaya Harus Kaji Ulang Lokasi Pembangunan

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 231
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Sekretaris Komisi C DPRD Kota Surabaya, Alif Iman Waluyo, menyarankan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mengkaji ulang rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Surabaya Selatan yang direncanakan akan dibangun di lapangan sepak bola Karangpilang. Menurutnya, lahan tersebut bukanlah pilihan terbaik karena berbagai pertimbangan teknis dan sosial. “Saya sarankan Pemkot Surabaya untuk mengkaji […]

expand_less