Fakta Mengerikan Mobil MBG Tabrak Siswa SDN Kalibaru
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 12 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMOTA.COM – Mobil yang dimiliki oleh dapur makanan bergizi gratis atauMBGMenghancurkan sejumlah siswa di SD Negeri 01 Kalibaru Cilincing, Jakarta Utara pada hari Kamis pagi, 11 Desember 2025. Kendaraan yang menabrak siswa tersebut digunakan untuk mengantarkan makanan gratis dari unit layanan pemenuhan gizi setempat ke sekolah-sekolah di sekitar daerah dapur.
Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebutkan bahwa mobil MBG yang menabrak siswa tersebut sebenarnya biasa datang ke SDN 01 Kalibaru untuk memberikan makanan gratis. Namun, saat kejadian tabrakan itu, katanya, sopir yang ditugaskan berbeda dari yang biasanya. “Sopir pengganti,” katanya.
Sopir pengganti ini bekerja di yayasan yang memiliki dua dapur MBG, yaitu SPPG Kalibaru dan SPPG Walangsari. Yayasan tersebut memiliki dua sopir tetap serta satu sopir pengganti dengan inisial AI.
Kecelakaan mobil MBG menabrak puluhan siswaSDN Kalibaru ini akhirnya menarik perhatian masyarakat. BerikutTempomengumpulkan beberapa fakta mulai dari urutan kejadian, dugaan penyebab, hingga jumlah korban.
1. Kronologi
Wakil Kepala Sekolah Dasar Negeri 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Turah, menyebutkan bahwa sebanyak 572 siswa sedang berkumpul di halaman sekolah saat mobil MBG tersebut melanggar pagar dan menabrak beberapa murid. Puluhan siswa pada pagi hari sedang mengikuti kegiatan literasi.
Tidak lama kemudian, mobil MBG berwarna putih susu menabrak pagar sekolah, sehingga menyebabkan beberapa siswa dan seorang guru terluka akibat tabrakan. Menurut Turah, kendaraan tersebut menabrak anak-anak yang berada di sisi kiri halaman sekolah.
Sopir segera turun dari kendaraannya setelah menabrak puluhan siswa. Turah menyebutkan bahwa sopir yang mengemudikan mobil MBG berbeda dengan sopir yang biasanya mengantar ke sekolahnya.
Para guru yang selamat segera melakukan evakuasi terhadap beberapa korban. Guru-guru meminta ratusan siswa lainnya untuk masuk ke dalam kelas. “Setelah itu kami menghubungi orang tua masing-masing siswa untuk menjemput,” katanya pada Kamis, 11 Desember 2025.
2. Dugaan Penyebab
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyebutkan bahwa dugaan penyebab mobil MBG menabrak siswa SDN 01 Kalibaru disebabkan oleh kurangnya pengalaman pengemudi. Ia mengatakan bahwa pengemudi yang mengendarai kendaraan tersebut merupakan sopir pengganti.
“Supirnya memiliki surat izin berkendara, mungkin hanya kurang pengalaman,” ujar Dadan pada Kamis, 11 Desember 2025.
Sopir pengganti, katanya, baru bekerja beberapa hari setelah sopir utamanya tidak bisa bekerja karena sakit. Ia mengatakan masih menunggu hasil pemeriksaan dari polisi terkait penyebab pasti mobil MBG yang menabrak seorang pelajar SD.
Namun, dugaan sementara yang disampaikan Dadan adalah kesalahan pengemudi saat menginjak pedal gas. “Jalanannya agak menanjak dan kami menduga terjadi kepanikan saat pergantian gigi, sehingga menginjak pedal dengan salah,” katanya.
Dadan menyatakan bahwa kendaraan yang dikemudikan oleh sopir dalam kondisi baik dan siap digunakan. Ia mengatakan mobil tersebut merupakan produksi tahun 2024. Dadan menegaskan bahwa mesin dan rem mobil tidak ditemukan adanya masalah.
Menurutnya, kejadian mobil MBG menabrak siswa dan guru ini sebagaihuman error. Ia menilai pengemudi pengganti dalam kondisi tidak cukup sehat karena kurang tidur. “Petunjuk teknis kami sudah jelas, ini masalahhuman error,” katanya.
3. Jumlah Korban
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebutkan setidaknya 22 orang mengalami cedera akibat terkena tabrakan mobil dapur MBG. Salah satu korban merupakan seorang guru dari SDN 01 Kalibaru.
Dadan mengatakan, saat ini terdapat dua siswa yang masih dalam perawatan di ruang ICU atau unit perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Koja. Kedua korban menderita luka berat, sehingga memerlukan operasi tulang dan bedah plastik. “Para korban ditangani oleh dokter saraf, dokter anak, serta dokter kosmetik,” ujarnya.
Selain dua korban tersebut, Dadan menyebutkan bahwa sembilan korban lainnya masih menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan terdekat. Rinciannya, lima korban sedang dirawat di RSUD Koja, dan empat korban lainnya mendapat perawatan di RSUD Cilincing. Sementara itu, sebelas korban lainnya telah diperbolehkan pulang setelah menerima pengobatan dari rumah sakit.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar