NasDem Sidoarjo Pasang Badan, Desak Tempo Klarifikasi dan Dewan Pers Bertindak Tegas
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 5 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua DPD Partai NasDem Sidoarjo, Zakaria Dimas
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Polemik panas antara Partai NasDem dan media Tempo kian memuncak. Ratusan kader NasDem dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, hingga Pasuruan turun ke jalan menggelar aksi massa di Kantor DPW NasDem Jawa Timur, Jalan Ratna Ngagel, Rabu (15/4/2026).
Aksi tersebut dipicu oleh konten jurnalistik yang dinilai merugikan citra partai, hingga memantik kemarahan kader di akar rumput. Massa bahkan melakukan longmarch dari daerah masing-masing, termasuk rombongan dari Sidoarjo yang datang dengan mobil komando.
Ketua DPD Partai NasDem Sidoarjo, Zakaria Dimas, menegaskan aksi ini merupakan bentuk reaksi keras kader terhadap pemberitaan yang dianggap menyerang kehormatan partai, khususnya pimpinan tertinggi.
“Ini bentuk reaksi kemarahan kita sebagai kader. Siapapun yang menyerang dan merendahkan ketua umum kita, pasti akan berhadapan dengan kader-kader NasDem,” tegas Zakaria di lokasi aksi.
Ia menyebut, kader Sidoarjo saja mengerahkan sekitar 200 orang dalam aksi tersebut. Mereka bergerak bersama menuju Surabaya untuk memastikan tuntutan mereka didengar secara serius.
“Kami longmarch sekitar 200 orang dari Sidoarjo, dengan mobil komando dan touring bersama. Ini bentuk keseriusan kami,” ujarnya.
Dalam aksi itu, massa menyampaikan sejumlah tuntutan tegas. Salah satunya mendesak Tempo untuk segera memberikan klarifikasi secara tertulis dan terbuka kepada publik.
“Kami menuntut Tempo untuk mengklarifikasi secara tertulis dan terbuka secara resmi,” kata Zakaria.
Tak hanya itu, kader NasDem juga meminta Dewan Pers turun tangan dan menjatuhkan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran kode etik jurnalistik.
“Kami juga menuntut Dewan Pers memberikan sanksi tegas terhadap Tempo yang kami nilai tidak menjalankan kaidah jurnalistik, etika, maupun profesionalitas,” lanjutnya.
Zakaria menjelaskan, jalur penyampaian aspirasi dilakukan secara struktural melalui DPW hingga ke DPP, agar selanjutnya diteruskan ke Dewan Pers.
Di tengah polemik tersebut, isu lain yang turut beredar adalah soal dugaan “merger” politik NasDem dengan partai lain. Namun Zakaria membantah keras isu tersebut dan menyebutnya sebagai spekulasi liar.
“Bahasa merger itu bukan berarti NasDem dibeli atau dilebur. Itu tidak benar. Yang ada itu penguatan atau dukungan dalam konteks koalisi, bukan penjualan partai,” tegasnya.
Ia memastikan, kondisi internal NasDem saat ini justru semakin solid. Bahkan, struktur partai hingga tingkat ranting (DPRT) tengah diverifikasi secara faktual oleh DPW.
“Hari ini struktur kami diperkuat sampai tingkat ranting, diverifikasi faktual. Jadi tidak mungkin NasDem dijual atau diambil pihak lain,” ujarnya.
Zakaria juga menyebut isu merger tersebut kerap menjadi bahan guyonan di internal kader, karena dinilai tidak berdasar.
Di sisi lain, ia mengungkapkan capaian elektoral NasDem di Sidoarjo yang terus menunjukkan tren positif. Pada Pemilu terakhir, NasDem meraih sekitar 63 ribu suara dan berhasil mengamankan dua kursi, dengan selisih tipis untuk tambahan kursi.
“Kemarin kita 63 ribu suara dapat dua kursi, bahkan sempat selisih tipis sekitar 190 suara untuk tambahan kursi. Ke depan kami optimistis bisa tambah kursi di tiap dapil,” pungkasnya. (dk/nw)
- Penulis: Diagram Kota

>
>