DIAGRAMKOTA.COM – Pembangunan jalan radial yang menghubungkan Jalan Mayjend Jonosewoyo dengan Jalan Lontar di Kota Surabaya akhirnya resmi dibuka. Proyek ini telah berlangsung sejak Agustus 2023 dan kini menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan di area tersebut.
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, meninjau jalur baru tersebut sebelum resmi dilewati pengendara. Ia menjelaskan bahwa jalan ini hanya bisa dilalui satu arah, dari timur ke barat. “Ini adalah langkah awal untuk mengurangi kemacetan,” ujarnya.
Hidayat Syah, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, menambahkan bahwa pembukaan hari ini juga merupakan uji coba lalu lintas. Setelah sepekan beroperasi dan lancar, akan ada peresmian resmi.
Anggaran Pembangunan Radial Road
Proyek pembangunan radial road ini memakan total anggaran sebesar Rp38 miliar. Dari jumlah tersebut, sebagian besar digunakan untuk aspal dan infrastruktur fisik. Eri Cahyadi menjelaskan bahwa dana yang dialokasikan tahun ini mencapai Rp19 miliar, sementara tahun lalu juga sama besarnya.
Perubahan Pola Lalu Lintas
Selanjutnya, pemkot akan mensosialisasikan perubahan pola lalu lintas. Jalan Lontar yang sebelumnya dua arah kini akan menjadi satu arah, yaitu dari Lontar ke Mayjend Jonosewoyo. Tujuannya adalah untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan menghindari kemacetan yang terjadi setiap hari.
Target Pemkot
Pemkot Surabaya berharap dalam minggu depan, Jalan Lontar sudah sepenuhnya berjalan sebagai satu arah. “InsyaAllah, minggu depan sudah berjalan dua-duanya,” harap Eri.
Manfaat Jangka Panjang
Dalam jangka panjang, proyek radial road ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah. Selain mengurangi kemacetan, jalan ini juga berpotensi menyerap sebanyak 1.320 tenaga kerja di 440 unit usaha baru. Selain itu, proyek ini juga diprediksi mampu meningkatkan Pendapatan Daerah (PDB) Lontar hingga Rp4,2 triliun dalam empat tahun.
Komentar Narasumber
Dalam keterangannya, Eri Cahyadi menekankan bahwa kebijakan satu arah pada Jalan Lontar dirancang untuk mempercepat alur lalu lintas dan mengurangi risiko kemacetan. “Tujuan utamanya adalah memberikan akses yang lebih baik kepada masyarakat,” tambahnya.
Tantangan dan Solusi
Meski proses pembangunan telah selesai, tantangan terbesar tetap terletak pada sosialisasi dan adaptasi masyarakat terhadap perubahan pola lalu lintas. Namun, dengan peningkatan kesadaran masyarakat dan pendampingan dari pihak terkait, diharapkan perubahan ini akan berjalan mulus.
Kesimpulan
Pembukaan radial road penghubung Mayjend Jonosewoyo dan Lontar Surabaya menjadi langkah penting dalam menghadapi masalah kemacetan. Dengan adanya jalan baru ini, diharapkan kehidupan masyarakat akan lebih nyaman dan efisien.***






















