Evaluasi Total Proyek Gorong-gorong di Surabaya Setelah Kecelakaan Maut
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kota Surabaya kini tengah menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan proyek infrastruktur, terutama terkait pengerukan gorong-gorong. Insiden tragis yang menewaskan seorang lansia akhirnya memicu tindakan tegas dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Insiden Maut Mengubah Tatanan Proyek Infrastruktur
Pada Jumat (12/6/2026) malam, dua lansia pengendara motor terjatuh ke dalam proyek saluran air di Jalan Margorejo Indah, depan Plaza Marina. Kejadian ini berakibat pada kematian Laila Endriati, sementara suaminya, Edi Parlin, selamat. Insiden ini menjadi alarm bagi pemerintah setempat untuk segera mengevaluasi seluruh proyek gorong-gorong di kota tersebut.
Dalam pernyataannya, Eri Cahyadi menyatakan bahwa seluruh proyek gorong-gorong akan dihentikan sementara hingga evaluasi selesai. Ia memberi waktu dua hari, hingga Kamis (18/6/2026), kepada Asisten 2, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), serta pimpinan proyek (Pimpro) untuk melakukan peninjauan menyeluruh.
Aturan Baru untuk Pengerukan Gorong-gorong
Eri menjelaskan beberapa poin penting yang harus dipenuhi oleh pelaksana proyek:
- Pengerukan bertahap: Kontraktor dilarang melakukan pengerukan jalan secara panjang sekaligus. Pengerukan harus dilakukan dengan jarak pendek, ditutup, baru kemudian dilanjutkan.
- Pemasangan pembatas: Setiap titik pengerukan wajib dipasang pembatas yang rapat tanpa celah.
- Lampu rotari: Lokasi proyek harus dilengkapi lampu rotari agar terlihat jelas dari jauh, terutama saat malam hari.
- Penempatan material: Material box culvert yang belum terpasang tidak boleh diletakkan di area buta (blind spot), seperti belokan jalan atau pintu keluar SPBU.
Keamanan di Lokasi Proyek Menjadi Prioritas Utama
Selain itu, Eri juga meminta agar lubang kontrol (manhole) pada proyek yang sudah selesai dilengkapi frame dan diaspal rata dengan permukaan jalan asli. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah kerusakan jalan dan menghindari bunyi glodakan saat kendaraan melintas.
Ia memberikan tenggat waktu hingga besok untuk membenahi sistem keamanan di lokasi proyek masing-masing. Jika ada kelalaian, ia menegaskan akan memberikan sanksi berat, termasuk mencopot kepala dinas dan pimpinan proyek.
Tindakan Preventif untuk Mencegah Kecelakaan Berulang
Eri menekankan bahwa keamanan adalah prioritas utama dalam setiap proyek infrastruktur. Ia berharap langkah-langkah ini dapat mencegah kecelakaan serupa terulang. Dengan evaluasi total dan penerapan aturan ketat, pihaknya berharap proyek gorong-gorong dapat berjalan lebih aman dan efisien.
Langkah-Langkah Pencegahan yang Harus Diambil
- Pastikan semua titik pengerukan memiliki pembatas yang rapat.
- Pasang lampu rotari di area yang rawan gelap.
- Hindari penempatan material di area buta.
- Lakukan pemeriksaan berkala terhadap proyek yang telah selesai.
Dengan tindakan tegas dan aturan yang jelas, Surabaya berkomitmen untuk meningkatkan keselamatan masyarakat dalam setiap proyek infrastruktur.***

>

Saat ini belum ada komentar