Surabaya Tetap Waspada terhadap Hantavirus Meski Tidak Ada Kasus
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 18 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, kota yang dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi dan budaya di Jawa Timur, hingga saat ini belum melaporkan adanya kasus hantavirus. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Billy Daniel Messakh, yang menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit tersebut.
Hantavirus adalah virus yang sudah dikenal dalam dunia medis. Penularannya berasal dari tikus, namun kasusnya bersifat sporadik, sehingga belum menyebabkan lonjakan seperti penyakit menular lainnya. Gejalanya sering kali mirip dengan flu biasa atau common cold, sehingga masyarakat diminta untuk tetap waspada tanpa merasa khawatir berlebihan.
Langkah Pemerintah Daerah dalam Mencegah Penyebaran
Sebagai bentuk antisipasi, Dinkes Surabaya memastikan pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk transportasi publik seperti bandara, pelabuhan, dan jalur transportasi darat kembali diaktifkan menggunakan alat pemindai suhu elektronik. Langkah ini dinilai penting untuk mendeteksi lebih dini masyarakat yang mengalami kondisi kesehatan tidak normal.
Billy Daniel Messakh menjelaskan bahwa jika ada yang terdeteksi suhu tubuhnya di atas normal, maka langkah pengawasan lebih lanjut akan segera dilakukan. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Masyarakat Diimbau Menjaga Kesehatan dan Kewaspadaan
Selain itu, masyarakat diimbau kembali menerapkan kebiasaan hidup sehat, mulai dari menjaga pola makan, istirahat cukup, hingga menggunakan masker saat berada di ruang tertutup atau keramaian. Billy juga menyebut bahwa sejumlah negara di Eropa telah mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular dengan kembali menggunakan alat pelindung diri seperti saat pandemi Covid-19.
Pemkot Surabaya juga mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. Namun, jika harus beraktivitas, warga diminta tetap menjaga kebugaran tubuh dan menggunakan perlindungan diri.
Persiapan Pemerintah Pusat dan Koordinasi Lokal
Di sisi lain, hingga kini pemerintah daerah masih menunggu arahan teknis dari pemerintah pusat terkait mekanisme skrining hantavirus. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, disebut telah meminta panduan resmi kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait pelaksanaan skrining.
Billy Daniel Messakh menjelaskan bahwa meskipun masih menunggu guidance dari Kemenkes, Pemkot Surabaya tetap aktif berkoordinasi dan menyiapkan langkah antisipasi. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat segera diberi informasi dan tindakan yang tepat jika diperlukan.
Pentingnya Vaksinasi bagi Warga yang Bepergian
Bagi warga yang akan bepergian ke luar negeri, Dinkes Surabaya mengingatkan pentingnya melengkapi vaksinasi seperti meningitis, influenza, dan pneumonia sebagai perlindungan tambahan selama perjalanan. Vaksinasi tersebut juga dapat diakses masyarakat di RSUD Dr Soewandhie Surabaya.
Strategi Jangka Panjang untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Billy Daniel Messakh menekankan bahwa yang paling penting adalah menjaga daya tahan tubuh masyarakat. Hal ini bisa dilakukan dengan olahraga rutin, makan bergizi, serta penggunaan masker saat berada di keramaian atau ruang tertutup. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih siap menghadapi ancaman penyakit menular seperti hantavirus.***

>
>

Saat ini belum ada komentar