JATIM HUB Resmi Beroperasi, Khofifah Mantapkan Jatim Jadi Gerbang Logistik Nusantara
- account_circle Adis
- calendar_month 59 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gubernur Jatim Khofifah Indar parawansa bersama kepala Barantin Abdul Kadir Karding beserta jajaran saat meresmikan Instalasi Karantina Terpadu
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Aktivitas ekspor-impor di Jawa Timur kini memasuki babak baru. Dari kawasan Puspa Agro, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Karantina Indonesia resmi mengoperasikan Instalasi Karantina Terpadu pertama di Indonesia, Jumat (8/5/2026).
Fasilitas modern ini digadang menjadi pusat penguatan logistik, perdagangan, sekaligus pengawasan komoditas nasional menuju pasar global.
Peresmian dilakukan langsung oleh Khofifah Indar Parawansa bersama Abdul Kadir Karding melalui penandatanganan prasasti dan penekanan tombol sirine sebagai tanda dimulainya operasional kawasan JATIM HUB Nusantara Integrated Trade & Quarantine Gateway.
Di hadapan para tamu undangan, Khofifah menyebut hadirnya Instalasi Karantina Terpadu menjadi tonggak penting bagi Jawa Timur dalam memperkuat posisi sebagai pusat logistik nasional. Menurutnya, sistem terintegrasi ini akan memangkas proses birokrasi, mempercepat distribusi barang, dan meningkatkan daya saing ekspor daerah.
“Alhamdulillah dengan peresmian Instalasi Karantina Terpadu JATIM HUB ini mulai beroperasi. Ini menjadi yang pertama di Indonesia dan tentu menjadi kebanggaan bagi Jawa Timur,” ujar Khofifah.
Ia menegaskan, Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai lumbung pangan sekaligus salah satu penggerak utama ekonomi nasional. Karena itu, keamanan dan kualitas produk yang keluar maupun masuk wilayah Jawa Timur harus terjamin melalui sistem karantina yang modern dan efisien.
Menurut Khofifah, selama ini proses logistik dan karantina kerap berjalan terpisah sehingga memakan waktu dan biaya tinggi. Kini, melalui konsep Integrated Agro-Logistics and Quarantine Gateway, seluruh layanan dipusatkan dalam satu kawasan terpadu.
“Dengan adanya gerbang terintegrasi ini, proses logistik dan karantina tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terhubung dalam satu sistem yang modern dan efektif,” katanya.
Posisi Jawa Timur sebagai simpul perdagangan nasional dinilai semakin kuat dengan dukungan infrastruktur besar yang dimiliki. Mulai dari tujuh bandara, 37 pelabuhan, hingga 12 ruas jalan tol yang menopang mobilitas barang dan jasa di berbagai daerah.
Bahkan, Pelabuhan Tanjung Perak saat ini melayani sebagian besar jalur Tol Laut nasional. Hampir 80 persen distribusi logistik menuju Indonesia Timur berasal dari Jawa Timur.
“Hal ini semakin menegaskan posisi Jawa Timur sebagai center of gravity logistik dan perdagangan nasional sekaligus Gerbang Baru Nusantara,” tegasnya.
Tak hanya untuk industri besar, kawasan JATIM HUB juga diproyeksikan menjadi pintu ekspor bagi produk koperasi, UKM, hingga IKM lokal agar mampu menembus pasar internasional.
“Kita ingin produk-produk daerah, termasuk produk koperasi, UKM, dan IKM, tidak hanya beredar di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.
Kawasan karantina terpadu tersebut dilengkapi berbagai fasilitas modern mulai dari laboratorium, cold storage, pergudangan, tempat penimbunan sementara, hingga kawasan distribusi terpadu. Sistem layanan juga diperkuat melalui joint inspection antara karantina dan Bea Cukai guna mempercepat arus barang dan mengurangi dwelling time.
Pengembangan kawasan dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Karantina Indonesia. Pemprov Jatim juga menugaskan PT Jatim Grha Utama (JGU) untuk mendukung pengembangan ekosistem logistik terintegrasi tersebut.
Dibangun di kawasan Jemundo, Sidoarjo, JATIM HUB berdiri di atas lahan seluas 50 hektare yang berada di salah satu koridor perdagangan utama Jawa Timur.
Khofifah optimistis operasional fasilitas ini akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Apalagi, lalu lintas komoditas di Jawa Timur terus meningkat dengan rata-rata lebih dari 350 ribu frekuensi media pembawa hewan, ikan, dan tumbuhan setiap tahun.
Potensi lalu lintas kontainer ekspor dan impor yang masuk ke instalasi karantina pun diperkirakan mencapai 911.360 TEUs per tahun.
“Efisiensi logistik akan meningkatkan daya saing produk Jawa Timur di pasar global,” imbuhnya.
Sementara itu, Abdul Kadir Karding menegaskan keberadaan Badan Karantina Indonesia merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga sumber daya hayati nasional sekaligus mendukung perdagangan yang aman dan berstandar internasional.
“Kami berterima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah yang telah menempatkan Balai Karantina di satu tempat sehingga proses pengujian dan karantina menjadi lebih mudah, efektif, efisien, dan tidak berbelit,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pelepasan sejumlah komoditas ekspor, di antaranya Frozen Yellowfin Tuna tujuan Amerika Serikat dan pakan ternak tujuan Timor Leste. Selain itu, benih timun produksi Jawa Timur juga dilepas menuju Lombok Barat sebagai bagian penguatan distribusi komoditas dalam negeri.(ZACK)
- Penulis: Adis

>
>
