Pemkot Surabaya Berupaya Memperluas Akses Pengisian Kendaraan Listrik
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas pengisian kendaraan listrik. Dalam langkah strategis ini, Pemkot bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di lima lokasi utama.
Lima titik yang dipilih meliputi Kantor Pemkot Surabaya, Gedung Siola, Park and Ride Jalan Mayjend Sungkono, Park and Ride Jalan Arief Rahman Hakim, dan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ). Lokasi-lokasi ini dipilih karena memiliki akses yang mudah serta lalu lintas kendaraan yang tinggi.
Fasilitas Pertama yang Siap Digunakan
Salah satu SPKLU yang sudah siap beroperasi adalah di Terminal Intermoda Joyoboyo. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menjelaskan bahwa fasilitas ini menjadi yang pertama dirilis kepada masyarakat. Ia mengatakan bahwa peresmian dilakukan secara sederhana agar bisa segera dimanfaatkan oleh warga.
“Kami ingin SPKLU ini segera dapat digunakan masyarakat umum. Kami juga berharap keberadaannya bisa mendukung penggunaan kendaraan listrik,” ujar Trio.
Langkah Mendukung Elektrifikasi Kendaraan
Pengembangan SPKLU merupakan bagian dari upaya pemerintah kota dalam mendukung transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik. Langkah ini juga sejalan dengan program nasional dalam penghematan energi dan percepatan elektrifikasi transportasi.
Trio menekankan bahwa penggunaan kendaraan listrik memberikan manfaat signifikan, seperti mengurangi polusi udara dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak. Selain itu, Pemkot Surabaya juga telah mengoperasikan 13 unit bus listrik sebagai sarana transportasi umum ramah lingkungan.
Kolaborasi Swasta dan Pemerintah
Manajer SPKLU Utomo Charge Plus, Anthony Utomo, menjelaskan bahwa kolaborasi antara pihak swasta dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya memperluas akses SPKLU tetapi juga menghindari beban anggaran APBD.
Anthony menargetkan seluruh SPKLU di lima titik akan beroperasi pada Mei 2026. Tarif pengisian daya ditetapkan sekitar Rp 2.467 per kWh, sesuai ketentuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Masa Depan Transportasi Ramah Lingkungan
Ke depan, Utomo Charge Plus berencana menambah titik SPKLU di berbagai kawasan lain di Surabaya. Tujuannya adalah untuk semakin memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas pengisian kendaraan listrik.
“Kami berharap SPKLU ini bisa memberikan kenyamanan bagi pengguna kendaraan listrik dan membantu masyarakat Surabaya beralih ke transportasi yang lebih ramah lingkungan,” tambah Anthony.
Dukungan Masyarakat untuk Transisi Kendaraan Listrik
Trio juga mengajak masyarakat Surabaya untuk mulai mendukung penggunaan kendaraan listrik. Ia menekankan bahwa transisi ini tidak hanya penting untuk lingkungan tetapi juga untuk masa depan transportasi yang lebih berkelanjutan.
Dengan adanya SPKLU di berbagai titik, diharapkan masyarakat akan lebih mudah mengadopsi kendaraan listrik sebagai alternatif transportasi yang efisien dan ramah lingkungan.***

>
>

Saat ini belum ada komentar