Ribuan Buruh Jawa Timur Akan Gelar Demonstrasi Besar di Surabaya untuk Peringati Hari Buruh Internasional
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Ribuan pekerja dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur akan turun ke jalan dalam aksi besar-besaran untuk memperingati Hari Buruh Internasional pada Jumat (1/5/2026). Aksi ini menjadi momen penting bagi para buruh untuk menyampaikan tuntutan mereka terhadap pemerintah dan pengusaha, serta menegaskan komitmen mereka dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.
Rencana Aksi yang Terstruktur
Aksi kali ini direncanakan akan dimulai dengan kumpul massa di beberapa titik strategis di Kota Surabaya. Para buruh akan terlebih dahulu melaksanakan salat Jumat di Masjid Al-Akbar Surabaya dan lokasi lainnya sebelum bergerak menuju titik kumpul utama di depan BG Junction Mall di Jalan Bubutan. Setelah itu, massa akan melakukan long march menuju Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan, Surabaya, pada pukul 14.00 WIB.
Untuk memobilisasi massa, panitia aksi telah menyiapkan 10 truk komando dan ratusan motor. Kepastian jalur aksi juga sudah dipersiapkan agar proses demonstrasi berjalan lancar dan aman.
Tuntutan yang Disampaikan
Dalam aksi ini, buruh se-Jawa Timur membawa 21 tuntutan yang mencakup isu nasional maupun lokal. Tuntutan tersebut meliputi berbagai aspek seperti perlindungan hukum, kesejahteraan, dan kesetaraan di tempat kerja. Beberapa tuntutan utama antara lain:
- Reformasi sistem perpajakan dengan menghapus pajak atas THR, JHT, dan pensiun serta menaikkan PTKP.
- Berantas korupsi melalui pengesahan RUU Perampasan Aset.
- Segera ratifikasi Konvensi ILO 190 untuk perlindungan pekerja.
- Peningkatan standar keselamatan dan kesehatan kerja.
- Jaminan akses layanan kesehatan bagi peserta PPU BPJS Kesehatan.
Di tingkat regional, buruh juga menuntut realisasi komitmen yang disepakati bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada peringatan May Day tahun lalu. Selain itu, mereka juga meminta evaluasi Surat Edaran Mahkamah Agung yang dinilai merugikan pekerja dan peningkatan akses pendidikan bagi anak buruh.
Suara dari Tokoh Buruh
Nuruddin Hidayat, Wakil Sekretaris DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim, menjelaskan bahwa aksi ini adalah momentum penting untuk menagih komitmen pemerintah agar tidak hanya berhenti pada janji. “Komitmen pemerintah harus diwujudkan dalam kebijakan nyata yang berpihak kepada buruh,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa aksi May Day 2026 menjadi ajang konsolidasi kekuatan buruh Jatim dalam memperjuangkan keadilan sosial, kesejahteraan, dan kepastian hukum bagi pekerja.
Masa Depan Perburuhan di Jawa Timur
Aksi ini menunjukkan semangat perjuangan para buruh yang tetap kuat meski menghadapi tantangan ekonomi global. Dengan jumlah peserta yang cukup besar, aksi ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi tenaga kerja di wilayah Jawa Timur.
Para buruh berharap, tuntutan mereka dapat didengar oleh pemerintah dan pengusaha, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kesejahteraan pekerja.***

>

Saat ini belum ada komentar