Revitalisasi Pasar Surabaya: Tantangan dan Strategi Pemkot untuk Menciptakan Ruang Berdagang yang Lebih Bersih
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya membenahi wajah pasar tradisional di kota tersebut. Dengan target penyelesaian revitalisasi 15 pasar pada tahun 2027, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan komitmen pihaknya dalam meningkatkan kualitas lingkungan perdagangan. Proses ini dilakukan secara bertahap, mulai dari lima pasar yang sudah ditetapkan sebagai prioritas utama.
Fokus pada Infrastruktur dan Pengelolaan Pasar
Salah satu langkah penting dalam revitalisasi adalah perbaikan infrastruktur dasar seperti lantai dan atap. Hal ini menjadi jawaban atas keluhan masyarakat terhadap kondisi pasar yang selama ini dinilai tidak layak. Menurut Agus Priyo, Direktur Utama PD Pasar Surya, beberapa pasar seperti Pasar Kapasan dan Pasar Kendangsari telah menunjukkan perubahan signifikan.
“Fokus perbaikan meliputi infrastruktur dasar seperti lantai dan atap, yang selama ini menjadi keluhan utama. Penataan juga dilakukan pada area stan, baik melalui penyesuaian maupun optimalisasi ruang,” ujarnya.
Selain itu, pengelolaan limbah dan kebersihan area pasar menjadi bagian dari standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan. Setiap hari, setelah aktivitas perdagangan selesai, petugas akan melakukan pembersihan dan penyemprotan untuk menjaga kebersihan.
Kebijakan Peraturan Menteri Perdagangan
Revitalisasi pasar ini juga didorong oleh Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 21 Tahun 2021, yang mengatur pembangunan dan pengelolaan sarana perdagangan. Tujuan dari kebijakan ini adalah menciptakan pasar yang lebih bersih, tertata, dan berdaya saing.
Eri Cahyadi menyampaikan bahwa penataan pasar juga bertujuan untuk menghilangkan praktik pasar tumpah di tepi jalan. Hal ini dilakukan agar fungsi jalan tetap terjaga dan mengurangi risiko kemacetan.
Progres Terkini dan Target Jangka Panjang
Hingga saat ini, lima pasar telah menjadi fokus utama revitalisasi. Di antaranya adalah Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Babakan, Pasar Wonokromo, dan Pasar Simogunung. Dalam waktu dekat, Pasar Tembok Dukuh diperkirakan akan rampung pada pertengahan Mei 2026 dengan 189 stan yang siap beroperasi.
Namun, proses revitalisasi tidak hanya berhenti pada fisik bangunan. Pemkot Surabaya juga berupaya membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan keteraturan dalam bertransaksi.
Perspektif Masyarakat dan Pelaku Usaha
Masyarakat dan pelaku usaha pun mulai merasakan dampak positif dari perubahan ini. Banyak dari mereka menyambut baik langkah pemerintah dalam memperbaiki suasana pasar. Namun, ada juga yang masih mempertanyakan efektivitas dan keberlanjutan dari program ini.
Menurut Eri Cahyadi, keberhasilan revitalisasi pasar akan bergantung pada partisipasi aktif dari para pedagang dan masyarakat. “Kita harus bekerja sama untuk menjaga kebersihan dan keteraturan pasar. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat,” katanya.
Tantangan yang Menghadang
Meski memiliki visi jangka panjang, revitalisasi pasar Surabaya tetap menghadapi tantangan. Salah satunya adalah koordinasi antara pemerintah, pengelola pasar, dan pelaku usaha. Selain itu, anggaran yang dibutuhkan untuk merevitalisasi 15 pasar dalam waktu empat tahun juga menjadi isu yang perlu diperhatikan.
Namun, dengan komitmen yang kuat dan strategi yang terencana, Pemkot Surabaya optimis bisa mencapai target 2027.***

>

Saat ini belum ada komentar