Pengamanan Massal untuk Aksi Ojol di Surabaya, Polisi Turunkan 700 Personel
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pengamanan besar-besaran dilakukan oleh aparat kepolisian untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar oleh para pengemudi ojek online (ojol) di Kota Surabaya. Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mengerahkan sebanyak 700 personel guna memastikan kelancaran arus lalu lintas dan menjaga kondusivitas selama aksi berlangsung.
Personel Dikerahkan untuk Pengamanan Titik-Titik Strategis
Kabag Ops Polrestabes Surabaya, AKBP Creato Sonitehe Gulo, menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan sejak pagi hari, sesuai dengan rencana aksi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Massa aksi yang terdiri dari ribuan pengemudi ojol ini bergerak dari Bundaran Waru menuju beberapa titik penting, seperti Kantor Dinas Perhubungan Jawa Timur dan Kantor DPRD Jawa Timur.
Di lokasi utama, yaitu Kantor DPRD Jatim, polisi menempatkan sekitar 200 personel khusus untuk pengamanan. Hal ini bertujuan agar aspirasi para peserta aksi dapat disampaikan secara tertib dan aman kepada pihak legislatif.
Pengaturan Lalu Lintas Dilakukan Secara Ketat
Selain pengamanan fisik, kepolisian juga melakukan pengaturan lalu lintas di sepanjang jalur yang dilalui massa aksi. Pihak kepolisian memastikan tidak terjadi kemacetan parah, terutama di jalur-jalur utama seperti Jalan Raya Darmo. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat sekitar.
Fasilitator dalam Penyampaian Aspirasi
Selain tugas pengamanan, aparat kepolisian juga berperan sebagai fasilitator agar aspirasi massa bisa tersampaikan secara efektif. Menurut AKBP Creato, pihaknya berupaya memfasilitasi komunikasi antara peserta aksi dan pihak DPRD Jawa Timur.
Jadwal Aksi Berakhir pada Pukul 18.00 WIB
Aksi unjuk rasa ini direncanakan berlangsung hingga pukul 18.00 WIB, sesuai ketentuan penyampaian pendapat di muka umum. Selama masa aksi, pihak kepolisian akan tetap berada di lapangan untuk memastikan proses berjalan lancar dan damai.
Tindak Lanjut dan Rekomendasi
Massa aksi akhirnya menutup aksi dengan mengheningkan cipta untuk mengenang Almarhum Affan, salah satu anggota ojol yang meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan beberapa waktu lalu. Hal ini menunjukkan bahwa aksi yang dilakukan bukan hanya sekadar protes, tetapi juga bentuk dukungan dan solidaritas sesama pengemudi ojol.
Menurut AKBP Creato Sonitehe Gulo, “Kita upayakan fasilitasi agar bisa berkomunikasi dengan DPR.” Pernyataan ini menunjukkan komitmen pihak kepolisian dalam membantu proses dialog antara pengemudi ojol dan lembaga legislatif.
Aksi unjuk rasa yang digelar oleh para pengemudi ojol di Surabaya mencerminkan kepedulian mereka terhadap isu-isu yang mereka anggap penting. Dengan pengamanan yang baik dan koordinasi yang baik antara pihak kepolisian dan peserta aksi, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan damai.***

>

Saat ini belum ada komentar