Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Penyidik KPK Periksa Pegawai BKPSDM Ponorogo Terkait Status Kepegawaian Tersangka Yunus Mahatma

Penyidik KPK Periksa Pegawai BKPSDM Ponorogo Terkait Status Kepegawaian Tersangka Yunus Mahatma

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperkuat penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Harjono Ponorogo, Yunus Mahatma. Dalam rangka penyelidikan lanjutan, pihak penyidik melakukan pemeriksaan terhadap dua pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ponorogo. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengecek status kepegawaian tersangka Yunus Mahatma.

Pemeriksaan tersebut dilakukan pada 12 Januari 2026, di mana penyidik meminta keterangan mengenai status kepegawaian Yunus Mahatma. Hal ini menjadi bagian dari upaya KPK dalam mengungkap modus-modus tindak pidana korupsi yang terjadi di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Ponorogo.

Penetapan Tersangka dalam Kasus Korupsi RSUD Ponorogo

Sebelumnya, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan jabatan, proyek pekerjaan di RSUD Ponorogo, serta penerimaan gratifikasi. Penetapan tersangka dilakukan setelah adanya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh lembaga antikorupsi tersebut di wilayah Ponorogo.

Empat tersangka yang ditetapkan adalah Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Yunus Mahatma, Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Pramono, serta Sucipto, seorang pihak swasta atau rekanan RSUD Ponorogo. Setiap tersangka memiliki peran masing-masing dalam berbagai klaster dugaan tindak pidana korupsi yang sedang diselidiki.

Klaster Dugaan Suap Pengurusan Jabatan

Dalam klaster dugaan suap pengurusan jabatan, penerima suap adalah Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko bersama dengan Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Pramono. Sementara pemberi suapnya adalah Yunus Mahatma. Hal ini menunjukkan bahwa proses pengurusan jabatan di lingkungan pemerintahan kabupaten terindikasi terlibat praktik tidak sehat.

Klaster Dugaan Suap dalam Proyek Pekerjaan RSUD Ponorogo

Selain itu, dalam klaster dugaan suap dalam proyek pekerjaan di RSUD Ponorogo, penerima suap adalah Sugiri Sancoko dan Yunus Mahatma. Sementara pemberi suapnya adalah Sucipto. Hal ini menunjukkan adanya keterlibatan pihak swasta dalam proyek pembangunan rumah sakit daerah yang diduga terkait tindakan korupsi.

Klaster Dugaan Gratifikasi di Lingkungan Pemkab Ponorogo

Adapun dalam klaster dugaan gratifikasi di lingkungan Pemkab Ponorogo, penerima suapnya adalah Sugiri Sancoko. Sementara pemberi suapnya adalah Yunus Mahatma. Hal ini menunjukkan bahwa gratifikasi dalam bentuk uang atau barang juga menjadi bagian dari tindakan korupsi yang sedang diselidiki oleh KPK.

Upaya KPK dalam Mengungkap Modus Tindak Pidana Korupsi

Menurut Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, pemeriksaan terhadap pegawai BKPSDM Ponorogo dilakukan untuk memastikan apakah ada indikasi manipulasi status kepegawaian yang digunakan dalam tindakan korupsi. Hal ini menjadi bagian dari upaya KPK dalam mengungkap modus-modus tindak pidana korupsi yang sering kali menggunakan jalur administratif untuk menyembunyikan kejahatan.

Penyelidikan Lanjutan dan Relevansi dengan Kasus Lain

KPK juga terus memperluas penyelidikan terhadap kasus-kasus lain yang terkait dengan dugaan korupsi di lingkungan Pemkab Ponorogo. Beberapa penyidik telah memeriksa ratusan saksi dalam kasus ini, termasuk pejabat tinggi dan pihak swasta yang diduga terlibat. Selain itu, KPK juga sedang mendalami aliran dana yang diduga berasal dari pihak-pihak tertentu.

Penyelidikan ini menjadi bagian dari upaya KPK dalam memberantas korupsi secara sistematis dan transparan. Dengan memperkuat mekanisme pemeriksaan dan pengumpulan bukti, KPK berharap dapat mengungkap seluruh pelaku tindak pidana korupsi yang terlibat dalam berbagai skema penyalahgunaan wewenang.***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gentengisasi ,Penertiban Spanduk

    Gubernur DKI Jakarta Setuju dengan Arahan Presiden tentang Penataan Kota, Gentengisasi dan Penertiban Spanduk

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 44
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan dukungan penuh terhadap arahan Presiden Joko Widodo, yang menekankan pentingnya penataan kota melalui berbagai inisiatif. Salah satu fokus utama adalah gentengisasi, yaitu penggantian genteng seng dengan genteng bermaterial lebih baik. Pramono menyatakan bahwa langkah ini akan segera diimplementasikan oleh Pemprov DKI Jakarta. “1.000% saya setuju dengan arahan Bapak […]

  • Peringati maulid nabi

    Peringati Maulid Nabi, Warga Banyuwangi Gelar Tradisi Endhog – endhogan

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 245
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, hampir di seluruh desa di Banyuwangi menggelar tradisi endhog-endhogan. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani bersama ribuan warga tampak mengikuti pawai endhogan-endhogan. Yang di laksanakan di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi. Mengutip laman Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Selasa (17/9/2024), dalam tradisi ini, telur (endhog) rebus dihias dengan bunga kertas lalu […]

  • Penyebab Saham BRPT, PGUN Turun Bersama IHSG Hari Ini (17/10)

    Penyebab Saham BRPT, PGUN Turun Bersama IHSG Hari Ini (17/10)

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Penurunan Signifikan pada Saham-saham Konglomerat DIAGRAMKOTA.COM – Pada akhir pekan ini, Jumat (17/10/2025), saham-saham yang dimiliki oleh konglomerat mengalami penurunan signifikan. Hal ini sejalan dengan turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 2,6% ke level 7.911. Berbagai faktor diyakini menjadi penyebab dari penurunan tersebut, termasuk dinamika pasar dan spekulasi yang terjadi. Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia […]

  • Pemkot Terapkan Jam Malam Anak, Cak YeBe Minta Sweeping Bersifat Humanis

    Pemkot Terapkan Jam Malam Anak, Cak YeBe Minta Sweeping Bersifat Humanis

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 229
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko meminta pelaksanaan sweeping atau penertiban anak-anak saat jam malam harus dilakukan secara edukatif, humanis, dan jauh dari kesan represif. Dia menyebut Pemkot perlu melibatkan sekolah dan masyarakat dalam upaya sosialisasi aturan tersebut. “Prinsipnya kami mendukung langkah Pemkot untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Tapi saya tekankan, […]

  • Anomali Cagar Budaya: Di Mojokerto Yang Terpendam Dilestarikan, Di Surabaya Yang Berdiri Dihancurkan

    Anomali Cagar Budaya: Di Mojokerto Yang Terpendam Dilestarikan, Di Surabaya Yang Berdiri Dihancurkan

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 295
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Mendengar kabar bahwa ada ekskavasi di komplek Candi Brahu Kabupaten Mojokerto, segeralah A Hermas Thony pergi ke lokasi pada Minggu, 8/6/25. Thony memang baru bisa menyempatkan datang pada Minggu. Sesampai di Candi Brahu, Thony langsung menuju lokasi galian ekskavasi. Lokasinya sedikit di utara Candi. Berada di lahan kebun tebu yang telah bersih dari rumpun […]

  • Menyembuhkan TBC dengan Menghapus Hak Warga?

    Menyembuhkan TBC dengan Menghapus Hak Warga?

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 244
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Wacana Pemerintah Kota Surabaya untuk memberlakukan “sanksi sosial” kepada pasien tuberkulosis (TBC) yang tidak taat berobat rutin, dengan cara membekukan NIK dan BPJS, sungguh sebuah ironi kebijakan publik yang terbungkus rapi atas nama “kesehatan bersama”. Alih-alih mengedukasi dan membina warga, Pemkot tampak lebih memilih menjadi algojo administratif: memblokir akses identitas dan layanan kesehatan dasar […]

expand_less