Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Anomali Cagar Budaya: Di Mojokerto Yang Terpendam Dilestarikan, Di Surabaya Yang Berdiri Dihancurkan

Anomali Cagar Budaya: Di Mojokerto Yang Terpendam Dilestarikan, Di Surabaya Yang Berdiri Dihancurkan

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Mendengar kabar bahwa ada ekskavasi di komplek Candi Brahu Kabupaten Mojokerto, segeralah A Hermas Thony pergi ke lokasi pada Minggu, 8/6/25. Thony memang baru bisa menyempatkan datang pada Minggu.

Sesampai di Candi Brahu, Thony langsung menuju lokasi galian ekskavasi. Lokasinya sedikit di utara Candi. Berada di lahan kebun tebu yang telah bersih dari rumpun tanaman penghasil gula. Begitu menengok lahan, terlihat beberapa kotak ekskavasi. Isinya struktur talud yang terbuat dari batu bata kuno. Lebar talud sekitar satu meter, yang terdiri dari tiga jajar memanjang batu bata berukuran 30 cm.

Struktur batu bata merah ini “muncul” dari kedalaman sekitar setengah meter dari permukaan tanah kebun tebu. Saat itu kegiatan ekskavasi memang sudah tidak ada. Tapi bekas galian tetap menganga.

Dari kegiatan ekskavasi, yang menyisakan beberapa kotak, mendorong Thony membayangkan keberadaan tembok yang dulu diduga pernah membatasi Candi Brahu. Rasa ingin tau Thony pun muncul sambil membayangkan keberadaan tembok yang diduga pernah mengurung bangunan suci Candi Brahu.

Thony menyebut ekskavasi itu adalah upaya menguak dan menemukan kembali identitas bangsa. Minimal adalah sejarah lingkungan Candi Brahu. Menurut Thony, ekskavasi ini bertolak belakang dengan praktek demolisi atas bangunan di kawasan Cagar Budaya Perumahan Darmo Surabaya.

“Di Kabupaten Mojokerto, yang sudah terpendam digali dan kelak direkonstruksi. Sementara di Surabaya, yang masih berdiri didemolisi”, jelas Thony sambil memperhatikan struktur talud di kotak ekskavasi di kompleks Candi Brahu.

Sebuah komparasi menarik, yang menggambarkan dua kasus yang saling bertolak belakang. Satu di Mojokerto merekonstruksi. Satu di Surabaya mendemolisi.

Bahkan rumah rumah gaya Mojopahitan direkonstruksi dan dibangun kembali untuk mengembalikan ingatan kolektif tentang konstruksi rumah Majapahit. Tidak hanya wujud rumah, tetapi juga model pagar tembok di setiap rumah.

Sementara itu model rumah kolonialan di kawasan cagar budaya perumahan Darmo Surabaya, yang menjadi objek edukasi, ilmu pengetahuan, penelitian, kebudayaan dan pariwisata, perlahan lahan dibongkar.

“Ini pembalakan rumah kolonial modern Surabaya”, tegas Thony.

Ia menambahkan bahwa penetapan Situs Cagar Budaya Perumahan Darmo adalah upaya perlindungan rumah rumah di kawasan Darmo agar bisa menjadi obyek penelitian, pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya yang tidak sekedar menjadi tempat hunian.

“Sama halnya dengan ekskavasi di Mojokerto agar dari hasil ekskavasi itu bisa dijadikan untuk tujuan tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan dan kebudayaan serta pariwisata.

Apakah suatu saat di Surabaya akan ada rekonstruksi atas bangunan yang telah dihancurkan?

(dk/nw)

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWDPI Wilayah Bali Sukses Gelar Seminar Kebebasan Berbicara, Berpendapat, dan Berekspresi

    PWDPI Wilayah Bali Sukses Gelar Seminar Kebebasan Berbicara, Berpendapat, dan Berekspresi

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 245
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Wilayah Bali sukses menggelar seminar bertajuk “Kebebasan Berbicara, Berpendapat, dan Berekspresi dalam Bingkai Demokrasi” pada Senin, 30 Juni 2025. Bertempat di Hotel Puri Saron Denpasar, acara ini menarik perhatian puluhan peserta dari berbagai kalangan, termasuk jurnalis, mahasiswa, aktivis, hingga perwakilan organisasi masyarakat. Ketua PWDPI Bali, Mujiardi Santoso, […]

  • Yona Bagus Janji Perjuangkan Aspirasi Warga, Berikan Bantuan Langsung Tunai untuk Penataan Lahan Parkir

    Yona Bagus Janji Perjuangkan Aspirasi Warga, Berikan Bantuan Langsung Tunai untuk Penataan Lahan Parkir

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 378
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Memasuki masa reses Masa Sidang I Masa Persidangan II Tahun 2025, seluruh jajaran DPRD Kota Surabaya turun langsung menjaring aspirasi masyarakat. Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko dari Fraksi Gerindra, turut melaksanakan agenda ini dengan menggelar reses di Balai RW 04, Dukuh Tengger, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, pada Selasa siang (11/2/2025).

  • Untag Surabaya Kolaborasi dengan UTHM Malaysia: Program Nyata Dimulai 2026

    Untag Surabaya Kolaborasi dengan UTHM Malaysia: Program Nyata Dimulai 2026

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 166
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memperluas jaringan internasional dengan adanya kesepakatan kerja sama bersama Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). Proses penandatanganan dilakukan oleh Rektor Universitas Trisakti Surabaya, Prof Dr Mulyanto Nugroho MM CMA CPA, yang hadir didampingi Wakil Rektor II Untag Surabaya, Supangat PhD serta Rektor UTHM, Prof Mas Fawzi bin Mohd […]

  • Polres Lumajang Ungkap Kasus Pornografi, Oknum Guru Honorer Ditetapkan Tersangka

    Polres Lumajang Ungkap Kasus Pornografi, Oknum Guru Honorer Ditetapkan Tersangka

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 298
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Penyidik Satreskrim Polres Lumajang Polda Jatim menetapkan seorang oknum guru honorer sebagai tersangka atas kasus pornografi. Tersangka berinisial JM (35), seorang guru honorer di salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang. Ia diduga melakukan tindak pidana pornografi terhadap murid perempuan yang masih dibawah umur. Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolres Lumajang, […]

  • Prof. Suparto Wijoyo: Usulan Polri di Bawah Kemendagri Melanggar Konstitusi

    Prof. Suparto Wijoyo: Usulan Polri di Bawah Kemendagri Melanggar Konstitusi

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 258
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Wacana menempatkan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atau Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang disampaikan oleh anggota Komisi III DPR RI Deddy Sitorus dari Fraksi PDIP, kembali menuai kritik tajam. Prof. Dr. Suparto Wijoyo, Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, dengan tegas menilai usulan tersebut […]

  • RTKD 2025: Saat Surabaya Bicara Keterbukaan, Tapi Data Masih Terkunci

    RTKD 2025: Saat Surabaya Bicara Keterbukaan, Tapi Data Masih Terkunci

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 311
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Peringatan Right to Know Day (RTKD) 2025 di Surabaya kembali dihiasi dengan jargon besar: “Satu Informasi Seribu Manfaat.” Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) bersama Komisi Informasi (KI) Jawa Timur menyebut kegiatan ini sebagai bukti komitmen terhadap keterbukaan publik. Namun, pertanyaannya: seberapa jauh komitmen itu benar-benar terwujud dalam praktik birokrasi […]

expand_less