Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » Wisata Kebun Raya Mangrove Surabaya di Akhir 2025: Potensi Besar, Pengelolaan Setengah Hati

Wisata Kebun Raya Mangrove Surabaya di Akhir 2025: Potensi Besar, Pengelolaan Setengah Hati

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di balik keindahan hutan bakau yang disulap menjadi wisata, tersimpan konflik laten antara kepentingan konservasi dan ekonomi. Data dari Universitas Airlangga mengungkapkan bahwa sekitar 40% atau 400 hektar hutan bakau di kawasan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya) masih dalam kondisi rusak. Garis pantai bakau yang dahulu mencapai 29,8 km kini hanya tersisa 8,7 km dengan ketebalan tidak lebih dari 50 meter. Bandingkan dengan kondisi tahun 1990-an, di mana ketebalan hutan bakau bisa lebih dari 50 meter.

Salah satu penyebab kerusakan adalah konversi lahan mangrove menjadi tambak akuakultur oleh masyarakat yang telah memiliki lahan sejak lama. Konflik kepemilikan lahan antara pemerintah daerah dan masyarakat ini belum menemukan titik temu yang adil. Pemerintah menuntut konservasi, namun enggan memberikan kompensasi yang layak atas hilangnya mata pencaharian warga.

Ironisnya, di tengah gencarnya promosi wisata mangrove, tingkat keberhasilan penanaman bakau masih rendah. Data BRIN dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya mencatat 5-10% tanaman bakau yang ditanam justru mati akibat waktu tanam yang tidak tepat, jenis tanaman yang tidak sesuai lokasi, dan yang paling memprihatinkan: sampah plastik yang menutup akar sehingga menghambat pertumbuhan. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan konservasi masih jauh dari profesional.

Visi Tanpa Terobosan: Kritik DPRD Surabaya Terhadap Pemkot

Kritik tajam datang dari Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, yang menilai sektor pariwisata Kota Surabaya, termasuk wisata mangrove, “berjalan di tempat tanpa terobosan berarti” di tengah tekanan fiskal yang semakin berat. Dalam konteks Kebun Binatang Surabaya yang hingga kini belum memiliki direktur utama definitif, Yona mengkritik keras pola pengelolaan setengah hati yang juga terlihat di berbagai aset wisata lainnya.

“Dana dari pusat turun berkurang, APBD tertekan. Kalau pariwisata tetap dikelola tanpa visi dan keberanian berinovasi, jangan heran kalau PAD stagnan,” ujar politisi Gerindra tersebut tegas.

Kritik serupa juga menyasar wisata mangrove yang meskipun digadang-gadang sebagai satu-satunya kebun raya mangrove di Indonesia, kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih minim. Hingga pertengahan 2024, rata-rata pengunjung Kebun Raya Mangrove hanya mencapai enam ribu orang per bulan. Angka ini jauh dari potensi sebenarnya mengingat Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai jutaan jiwa.

“Keberanian Pemkot menjawab tantangan untuk mengoptimalisasi dengan mengeksplorasi lebih profesional wahana wisata pemkot menjadi salah 1 sumber PAD sekaligus menjadikan wahana wisata sebagai daya tarik wisatawan dan kebanggaan warganya sebagai Icon² kota Surabaya ditengah kebijakan efisiensi anggaran dari pusat” imbuh Cak YeBe.

Fasilitas Minimalis di Era Digital

Di era di mana wisatawan menginginkan pengalaman yang Instagramable dan serba canggih, fasilitas yang ditawarkan wisata mangrove Surabaya terkesan ketinggalan zaman. Meski terdapat spot foto dengan frame bambu dan menara pandang setinggi 12 meter, namun konsep wisata edukasi yang diusung masih terasa kaku dan kurang interaktif.

Kebun Raya Mangrove Surabaya

Jogging track yang terbuat dari bambu dan kayu memang menawarkan pengalaman dekat dengan alam, namun perawatannya kerap terabaikan. Wisata perahu yang menjadi daya tarik utama pun masih terbatas dengan kapasitas dan jadwal yang tidak fleksibel. Sentra wisata kuliner yang dijanjikan dalam strategi pengembangan 2025 hingga kini belum terwujud secara maksimal. Pengunjung hanya menemukan lapak dan meja kursi yang kosong di sentra kuliner kebun raya mangrove, tanpa konsep yang jelas.

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persebaya Surabaya, Liga 1 2025/2026

    Persebaya Surabaya Bertahan di Papan Lima Besar Liga 1 2025/2026

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 31
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Klasemen Liga 1 2025/2026 terus berubah seiring dengan pertandingan yang berlangsung. Persebaya Surabaya berhasil mempertahankan posisi lima besar meski hanya meraih hasil imbang dalam laga terbaru mereka. Hasil ini menjadi kunci untuk menentukan peringkat akhir musim. Posisi Klasemen Saat Ini Setelah melalui 32 pertandingan, Persebaya Surabaya mengoleksi 52 poin. Mereka memiliki catatan 14 kemenangan, […]

  • Bitcoin dan Emas

    Bitcoin dan Emas: Perbandingan Performa di Tengah Ketidakpastian Pasar

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 129
    • 0Komentar

      DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah fluktuasi pasar keuangan global, dua aset yang sering dibandingkan adalah Bitcoin dan emas. Pada perdagangan Kamis (29/1/2026), harga Bitcoin terlihat stabil di sekitar US$ 89.000, sementara emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (ATH). Kondisi ini memicu pertanyaan mengenai peran masing-masing aset sebagai pelindung nilai dalam situasi ketidakpastian. Harga Bitcoin Tetap Stabil […]

  • Wakil ketua DPRD Surabaya

    Wakil Ketua DPRD Jadi Dewan Pembina Orado Surabaya, Peran Penting Olahraga Domino dalam Pembangunan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 69
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Olahraga domino, yang sering dianggap sebagai aktivitas hiburan semata, kini mulai menunjukkan potensi besar dalam membangun masyarakat. Di Kota Surabaya, organisasi olahraga yang dikenal dengan nama Orado (Olahraga Domino Indonesia) Surabaya berupaya keras untuk mengubah persepsi negatif masyarakat terhadap olahraga ini. Dengan tagline “Memintarkan Indonesia”, Orado Surabaya memiliki visi untuk menjadikan domino sebagai […]

  • Forge vs Tigres Perjalanan Kompetisi Liga Champions CONCACAF 2026

    Forge vs Tigres Perjalanan Kompetisi Liga Champions CONCACAF 2026

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 152
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kompetisi Liga Champions CONCACAF 2026 telah memasuki babak awal dengan pertandingan antara Forge FC melawan Tigres UANL. Pertandingan ini menjadi salah satu momen penting dalam kiprah klub-klub di kawasan Amerika Utara, Selatan, dan Karibia. Meski skor akhirnya berakhir imbang tanpa gol, pertandingan ini memberikan wawasan tentang strategi dan performa tim-tim yang terlibat. Kondisi Lapangan […]

  • Gubernur Jatim Hadiri Muskerwil Nasyiatul Aisyiyah Jatim, Apresiasi Dua Buku Bertema Lingkungan

    Gubernur Jatim Hadiri Muskerwil Nasyiatul Aisyiyah Jatim, Apresiasi Dua Buku Bertema Lingkungan

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 312
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menghadiri agenda Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur yang berlangsung di Hotel Halogen, Sidoarjo, Sabtu (26/4/2025). Kehadiran Khofifah menjadi bentuk dukungan terhadap peran strategis perempuan muda Muhammadiyah dalam mendorong kemajuan bangsa, termasuk dalam isu-isu sosial dan lingkungan. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah memberikan […]

  • BAPETEN Pastikan Penanganan Kontaminasi Cs-137 di Cikande Sesuai Standar, 700 Kg Logam Dipindahkan

    BAPETEN Pastikan Penanganan Kontaminasi Cs-137 di Cikande Sesuai Standar, 700 Kg Logam Dipindahkan

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Proses Penanganan Kontaminasi Cs-137 di Kawasan Industri Modern Cikande DIAGRAMKOTA.COM – Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) telah memastikan bahwa proses penanganan kontaminasi Cesium 137 (Cs-137) di Kawasan Industri Modern (KIM) Cikande, Kabupaten Serang, Banten berjalan dengan aman dan sesuai standar keselamatan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat serta melindungi lingkungan dari paparan zat […]

expand_less