Surabaya Diguncang Aksi Pencurian Kabel PJU, Rugikan Ratusan Juta
- account_circle Shinta ms
- calendar_month 16 jam yang lalu
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM– Belasan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah titik Kota Surabaya dilaporkan padam dalam beberapa waktu terakhir.
Penyebab utama gangguan penerangan ini bukan karena kerusakan teknis biasa, melainkan akibat aksi pencurian kabel tanam yang berada di dalam gorong-gorong.
Kepala Bidang Prasarana Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Agung Karyadi, membenarkan bahwa praktik pencurian kabel PJU kembali marak terjadi dalam satu bulan terakhir.
“Betul, beberapa titik itu kabelnya dicuri memang. Yang dicuri kabelnya yang ada di bawah (gorong-gorong), karena jaringannya rusak akhirnya padam itu,” kata Agung, Jumat (28/11/2025)
Berdasarkan data Dishub Surabaya, sepanjang periode 12 Februari hingga 28 November 2025, aksi pencurian kabel PJU tercatat terjadi di 17 lokasi berbeda. Total panjang kabel yang dicuri mencapai 2.640 meter.
Sejumlah ruas strategis yang menjadi sasaran pelaku meliputi Jalan Tunjungan sisi timur, Jalan Panglima Sudirman sisi barat, Frontage Timur Jalan A. Yani, Jalan Pemuda sisi selatan, Jalan Gubernur Suryo, Jalan Wijaya Kusuma, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Indrapura, dan Jalan Urip Sumoharjo.
Akibat aksi kejahatan tersebut, nilai kerugian yang ditimbulkan dari total 88 gawang PJU ditaksir mencapai Rp250.800.000.
Agung mengungkapkan bahwa para pelaku bekerja secara terorganisir dan berkelompok. Modus yang digunakan terbilang rapi karena mereka menyamar sebagai petugas dengan perlengkapan lengkap, seperti rompi keselamatan, helm, hingga mobil operasional.
“Mereka biasanya mematikan listrik PJU di malam hari dan berpura-pura melakukan perbaikan. Pakai rompi, helm serta membawa mobil operasional seperti pekerja sungguhan begitu. Jadi masyarakat percaya dan tidak curiga,” terangnya.
Waktu eksekusi biasanya dipilih menjelang pagi sekitar pukul 05.00 WIB, saat lampu PJU umumnya sudah padam. Menurut Agung, pada jam tersebut aktivitas warga masih minim, sehingga pelaku bisa bergerak lebih leluasa.
“Mereka masuk secara leluasa di jam-jam menjelang pagi, karena tidak banyak orang,” ujarnya.
Para pelaku masuk ke dalam gorong-gorong atau pedestrian untuk memotong-motong kabel, yang berdampak pada matinya jaringan PJU dalam jarak cukup panjang.
“Kalau 10 tiang saja mungkin sudah 300–400 meter. Jadi misalkan malam ini dapat lima gawang (tiang), besok ditinggal, kan otomatis mati yang jaringan ini,” imbuhnya.
Agung menegaskan, kasus pencurian kabel PJU bukan kali pertama terjadi di Kota Pahlawan. Sekitar satu tahun lalu, kejadian serupa sempat marak dan berhasil diatasi setelah Dishub berkoordinasi dengan pihak kepolisian hingga sejumlah pelaku berhasil ditangkap.
Namun sayangnya, aksi pencurian ini kembali meningkat dalam sebulan terakhir, terutama menjelang musim penghujan.
“Biasanya memang ada waktunya mereka melakukan aksi pencurian ini,” imbuhnya.
Saat ini, Dishub Surabaya tengah melakukan koordinasi intensif dengan Satreskrim Polrestabes Surabaya, termasuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengungkap para pelaku.
“Kami sedang berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait ini, supaya pencurinya bisa segera tertangkap,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Surabaya, M. Fikser, mengajak seluruh warga untuk ikut berperan dalam menjaga aset PJU.
“Pencurian kabel PJU tidak hanya merugikan pemkot, tetapi juga membahayakan keselamatan warga karena dapat menyebabkan jalan menjadi gelap dan meningkatkan potensi kecelakaan maupun tindak kriminal,” kata Fikser.
Ia juga mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar tiang PJU, terutama pada malam hari atau jika melihat oknum yang bukan petugas resmi melakukan pembongkaran.
“Laporan bisa disampaikan melalui Command Center 112, aplikasi WargaKu atau media sosial resmi milik Pemkot Surabaya,” jelasnya.
Fikser menegaskan, Pemkot Surabaya bersama jajaran kepolisian akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan pelaku pencurian kabel PJU.
“Kami berharap masyarakat turut berperan aktif, karena menjaga fasilitas umum adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (Sms)
- Penulis: Shinta ms




