Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » LEGISLATIF » Reni Astuti Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya Lokal Lewat Semarak Budaya 2025

Reni Astuti Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya Lokal Lewat Semarak Budaya 2025

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
  • comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuti menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai benteng identitas bangsa di tengah gempuran budaya asing. Hal ini ia sampaikan saat menghadiri acara Semarak Budaya 2025 bertema Lomba Jula Juli KSH Surabaya, Festival Rujak Cingur, dan Jajanan Pasar Tradisional di pelataran Asrama Transito Margorejo, Surabaya, Sabtu (1/11/2025).

Acara inisiasi Kementerian Kebudayaan RI kolaborasi dengan Komisi X DPR RI tersebut, dikemas dalam bentuk lomba Jula Juli, seni tutur khas Jawa Timur yang sarat kritik sosial dan pesan moral, serta dimeriahkan dengan penampilan seni Reog, kuliner tradisional Surabaya, dan pameran UMKM lokal.

“Semarak Budaya ini semangatnya adalah mengajak masyarakat untuk bersama-sama melestarikan budaya Indonesia. Lewat lomba Jula Juli, kita belajar nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial yang menjadi jati diri bangsa,” ujar Reni Astuti di sela acara.

Jula Juli: Seni Kritik yang Menghibur

Menurut Politisi PKS ini, Jula Juli tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai medium edukatif yang mencerminkan kepedulian sosial masyarakat. Dalam pertunjukannya, Jula Juli sering menyelipkan kritik terhadap kebijakan publik dengan cara yang kreatif dan menghibur.

“Dalam Jula Juli itu ada pesan, ada kritik sosial, tapi disampaikan dengan cara yang santai dan berirama. Di situ ada musik, gamelan, dan kreativitas seniman untuk membuat pesan itu sampai tanpa menggurui,” terang Reni.

Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada para seniman legendaris seperti Cak Kartolo dan Cak Basman yang telah berperan besar melestarikan tradisi ini hingga sekarang. Reni berharap generasi muda Surabaya dapat meneruskan estafet pelestarian budaya agar tidak tergerus oleh pengaruh budaya luar.

“Sekarang banyak budaya asing yang masuk. Tugas kita adalah memastikan generasi muda tetap mencintai budaya Nusantara. Lewat kegiatan seperti ini, mereka bisa tahu bahwa budaya lokal itu tidak kuno, justru penuh makna dan nilai kehidupan,” imbuhnya.

Budaya dan Ekonomi Lokal Bergerak Bersama

Selain sebagai ajang pelestarian budaya, Reni menilai kegiatan seperti Festival Rujak Cingur dan Jajanan Pasar juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat kecil.

“Di balik makanan tradisional yang disajikan, ada perjuangan pelaku UMKM yang menggantungkan hidup dari jualan harian. Tadi saya sempat tanya, ada yang jual 50 bungkus rujak cingur sehari. Kalau dihitung, penghasilannya bisa bantu keluarga untuk kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Reni menegaskan, kegiatan budaya yang melibatkan warga sekitar tidak hanya memperkuat identitas lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi. Karena itu, setiap kegiatan Semarak Budaya diharapkan menggandeng pelaku usaha kecil di sekitar lokasi acara.

Dorong Pemda Lebih Peduli terhadap Situs Budaya

Dalam wawancara tersebut, Reni juga menyinggung soal minimnya perhatian terhadap situs budaya di Surabaya, terutama di kawasan barat yang beberapa di antaranya rusak akibat banjir dan belum tertangani serius oleh pemerintah.

“Kalau memang ada situs-situs budaya yang rusak atau kurang diperhatikan, masyarakat bisa melapor ke camat atau dinas terkait. Nanti saya sampaikan kepada Pemerintah Kota Surabaya agar bisa ditindaklanjuti,” ucapnya.

Sebagai anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata, Reni menyebut pihaknya akan terus mendorong pemerintah daerah menjaga kelestarian situs-situs bersejarah melalui sinergi lintas lembaga.

“Pelestarian budaya tidak cukup hanya diucapkan, tapi harus ada tindakan nyata. Pemerintah daerah punya peran penting, termasuk melalui alokasi anggaran di tingkat provinsi maupun kota,” tegasnya.

Ajakan untuk Transformasi Budaya di Era Digital

Reni juga menyoroti tantangan era digital yang membuat sebagian anak muda lebih tertarik pada budaya populer asing. Karena itu, pemerintah daerah perlu melakukan edukasi bahwa kesenian tradisional juga bisa dikemas secara modern agar lebih relevan bagi generasi sekarang.

“Mindset ini yang harus diubah. Seni tradisi seperti Jula Juli, Reog, dan ludruk itu bukan hal kuno, justru bisa dikembangkan dengan pendekatan kreatif dan digital agar disukai anak muda,” ujarnya.

Reni Astuti Harap Jadi Inspirasi Menjaga Keberagaman Budaya Indonesia

Reni berharap program Semarak Budaya dapat menjadi model inspiratif bagi daerah lain dalam menjaga keberagaman budaya Indonesia, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan leluhur.

“Surabaya ini kota multi-etnis, ada Madura, Jawa, Arab, hingga Tionghoa. Semangat kebersamaan dalam budaya seperti Jula Juli adalah simbol bahwa keberagaman itu justru memperkuat persatuan,” tutup Reni. [@]

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Evakuasi Terkini Ponpes Sidoarjo: 108 Selamat, 5 Meninggal

    Evakuasi Terkini Ponpes Sidoarjo: 108 Selamat, 5 Meninggal

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Pencarian dan Evakuasi Korban Ambruknya Ponpes Al-Khoziny Berlangsung Terus-Menerus DIAGRAMKOTA.COM – Hingga hari Kamis (2/10) pagi, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban yang tertimbun akibat ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin (29/9) saat para santri sedang melaksanakan salat Ashar sekitar pukul 15.00 […]

  • Duo Wening Jepank Gegerkan Solo di Waktu Malam Resmi Rilis Single Baru Berlabuh di Solo

    Duo Wening Jepank Gegerkan Solo di Waktu Malam Resmi Rilis Single Baru Berlabuh di Solo

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 145
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kota Solo kembali berdenyut dengan energi seni yang hangat dan penuh kejutan. Kali ini, sorotan publik tertuju pada Duo Wening Jepank, duo kebanggaan Kota Bengawan yang sukses mengguncang panggung Solo di Waktu Malam #6 di Koridor Ketandan, Pasar Gede. Dalam gelaran yang dipadati penikmat musik dan wisatawan itu, Duo Wening Jepank tak hanya […]

  • Sejarah Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17

    Sejarah Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 96
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTRA.COM – Timnas Indonesia U-17 telah mengikuti ajang Piala Dunia U-17 sebanyak dua kali. Pertama, pada 2023 sebagai tuan rumah, dan kembali tampil pada 2025. Dalam perjalanan mereka, Garuda Muda mencatatkan beberapa hasil yang menarik, baik dalam bentuk kemenangan maupun kekalahan. Pada Piala Dunia U-17 2023, Indonesia berada di Grup A bersama Maroko, Ekuador, dan Panama. […]

  • Ghofar Ismail : Ruko dan Gudang Tidak Sesuai Izin Harus Ditutup

    Ghofar Ismail : Ruko dan Gudang Tidak Sesuai Izin Harus Ditutup

    • calendar_month Sel, 6 Mei 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 219
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya, Ghofar Ismail menyoroti maraknya pelanggaran penggunaan ruko di Surabaya yang tidak sesuai dengan perizinan dan peruntukannya. Hal ini terutama mencuat pada penggunaan ruko sebagai gudang, penginapan, hingga hotel mini tanpa mengantongi izin resmi. Menurut Ghofar, penggunaan bangunan seperti ruko dan gudang harus mematuhi regulasi yang berlaku. Ia […]

  • Kebakaran kapal kontainer di Surabaya, ruang mesin dan penyimpanan BBM terbakar

    Kebakaran kapal kontainer di Surabaya, ruang mesin dan penyimpanan BBM terbakar

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 40
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ruang mesin dan ruang penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) kapal kontainer “Verizon Surabaya” terbakar pada Senin (29/12/2025). Kapal yang bersandar di Jalan Prapat Kurung Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, tersebut terbakar sekitar pukul 05.16 WIB. Kepala Bidang Pemadaman DPKP Kota Surabaya Wasis Sutikno mengatakan unit tempur yang diberangkatkan sebanyak 16 unit dan tambahan […]

  • Heboh Pertamax Ternyata Pertalite, Oplos Atau Blend?

    Heboh Pertamax Ternyata Pertalite, Oplos Atau Blend?

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 289
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Heboh Pertamax ternyata pertalite, oplos atau blend?Isu ini berkembang pesat, memicu keresahan di kalangan konsumen dan menimbulkan pertanyaan besar tentang kualitas dan kejujuran produk bahan bakar minyak (BBM) yang dijual oleh Pertamina. Keresahan ini bermula dari keluhan beberapa pengguna kendaraan yang merasa performa kendaraannya menurun setelah menggunakan Pertamax. Beberapa bahkan mengklaim bahwa mesin […]

expand_less