Kekacauan di Pantai Wediawu: Rombongan Wisatawan Surabaya Dikeroyok dan Kendaraan Dirusak
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kasus kekerasan yang melibatkan rombongan wisatawan asal Surabaya di kawasan Pantai Wediawu, Kabupaten Malang, Jawa Timur, memicu gelombang kekecewaan dan kekhawatiran terhadap keamanan destinasi wisata. Peristiwa ini terjadi pada dini hari Selasa (5/5/2026), saat sekelompok orang tak dikenal menyerang rombongan yang sedang berlibur.
Kronologi Kejadian
Menurut Mochamad Rafli Rahadi, salah satu korban, rombongan wisatawan tiba di Pantai Wediawu pada Senin (4/5/2026) malam. Mereka menginap di sebuah vila dan melakukan aktivitas seperti biasanya, termasuk mengundang DJ untuk memutar musik. Awalnya, tidak ada niat untuk memainkan lagu yang berkaitan dengan rivalitas suporter. Namun, aktivitas tersebut diduga direkam dan videonya tersebar di media sosial.
Pada pukul 03.00 WIB, situasi mulai memburuk ketika sekelompok orang datang dan membuat suasana tidak kondusif. Menurut Rafli, sekitar 200 orang mengepung lokasi, sehingga rombongan terpaksa masuk ke dalam kamar. Pada saat itulah serangan terjadi, menggunakan tangan kosong maupun benda tumpul seperti kayu.
Dampak dari Serangan
Akibat kejadian ini, enam orang wisatawan mengalami luka-luka. Selain itu, enam kendaraan roda empat dirusak, termasuk dua mobil pribadi, dua Elf, satu mobil Travel, dan satu mobil milik rombongan lain. Barang-barang milik korban juga hilang, seperti HP, sepatu, dan dompet.
Lukman Abidin, korban lainnya, menyebutkan bahwa para pelaku juga melempari batu selama penyerangan. Ia mengatakan bahwa beberapa anggota rombongan mengalami cedera yang cukup parah. “Saya melihat ada yang membawa sajam, hingga pukul 04.00 WIB,” katanya.
Penanganan oleh Pihak Berwajib
Polisi telah tiba di lokasi kejadian dan melakukan pengamanan serta penyelidikan awal. AKP Bambang Subinajar, Kasi Humas Polres Malang, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Pihak kepolisian mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh.
Beberapa barang bukti seperti balok kayu, batu, dan botol minuman keras yang diduga digunakan selama peristiwa telah diamankan. Pihak kepolisian juga memberikan pengawalan kepada rombongan wisatawan agar dapat pulang dengan aman.
Reaksi Masyarakat
Masyarakat dan pengunjung pantai merasa khawatir atas insiden ini. Beberapa pengguna media sosial membagikan informasi tentang kejadian tersebut, meminta pihak berwajib untuk segera menangani kasus ini. Pengunjung juga menyarankan agar keamanan di kawasan wisata diperketat, terutama menjelang liburan panjang atau akhir pekan.
Langkah Pencegahan dan Kesadaran Bersama
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Mereka menegaskan bahwa penanganan sepenuhnya akan diserahkan kepada pihak berwajib. Selain itu, pihak kepolisian juga akan memperkuat pengawasan di kawasan wisata guna mencegah terulangnya kejadian serupa.***

>

Saat ini belum ada komentar