Inovasi Layanan Publik di Surabaya: Lapor Cak Eri sebagai Solusi Partisipasi Masyarakat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan publik melalui inovasi yang berfokus pada partisipasi aktif masyarakat. Salah satu langkah signifikan adalah peluncuran layanan hotline Lapor Cak Eri melalui WhatsApp. Nomor 0811338884 menjadi saluran utama bagi warga untuk menyampaikan keluhan, saran, atau laporan masalah yang mereka alami. Layanan ini hanya menerima pesan teks dan tidak melayani panggilan, sehingga memastikan proses pengaduan lebih efisien dan terstruktur.
Pendekatan Terpadu dalam Penanganan Masalah Warga
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa layanan ini dirancang untuk memantau secara langsung efektivitas sistem pengaduan yang selama ini berjalan. Dengan adanya Lapor Cak Eri, pemerintah kota ingin memastikan bahwa setiap permasalahan di tingkat kampung dapat segera ditangani dengan baik. Ia menilai bahwa keberhasilan sebuah kota tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kecepatan dan efektivitas pemerintah dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi warga.
Sebelumnya, Eri pernah membuka program Wadul Warga yang bertujuan untuk mempercepat penanganan masalah di tingkat RW. Evaluasi terhadap program tersebut menjadi dasar lahirnya konsep Kampung Pancasila, yang mengedepankan pendekatan partisipatif dan kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat.
Konsep Kampung Pancasila: ASN Satu RW
Salah satu elemen penting dari Kampung Pancasila adalah penempatan satu aparatur sipil negara (ASN) di setiap RW. Hal ini bertujuan untuk mempercepat penanganan berbagai isu seperti stunting, fasilitas umum, hingga kasus lansia telantar. Menurut Eri, konsep ini memungkinkan setiap permasalahan di tingkat wilayah memiliki solusi yang jelas dan terukur.
“Setiap persoalan di wilayah harus memiliki penyelesaian yang jelas. Jika belum tuntas, harus ada target waktu penyelesaiannya,” ujarnya. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi merasa dibiarkan tanpa respons dari pihak berwenang.
Hotline sebagai Alat Evaluasi Kinerja Birokrasi
Selain sebagai saluran pengaduan, Lapor Cak Eri juga berfungsi sebagai instrumen evaluasi kinerja birokrasi di lingkungan Pemkot Surabaya. Wali Kota Eri sendiri mengakui bahwa ia langsung mengawasi proses pengaduan melalui layanan ini. Jika suatu masalah membutuhkan keputusan kepala daerah, maka kebijakan akan segera diambil guna memastikan penyelesaian yang cepat dan transparan.
“Evaluasi kinerja birokrasi dilakukan melalui kecepatan respons dan efektivitas sistem. Surabaya maju atau tidak, ditentukan oleh kecepatan pemerintah dalam menyelesaikan masalah,” tambahnya.
Peran Masyarakat dalam Pembangunan Kota
Eri menekankan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting dalam pembangunan kota. Melalui Lapor Cak Eri, warga tidak hanya menjadi objek layanan, tetapi juga menjadi mitra dalam proses pengambilan keputusan. Dengan adanya mekanisme ini, masyarakat merasa lebih dihargai dan percaya bahwa pemerintah hadir untuk melayani dengan tanggap dan profesional.
Tantangan dan Peluang Masa Depan
Meski layanan ini dianggap sukses, masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Misalnya, kesadaran masyarakat untuk menggunakan platform digital, serta kemampuan birokrasi dalam merespons masukan secara cepat. Namun, dengan komitmen pemerintah dan dukungan masyarakat, inovasi seperti Lapor Cak Eri bisa menjadi contoh nyata dari pemerintahan yang responsif dan inklusif.
Dalam beberapa bulan terakhir, banyak warga Surabaya telah mengeluhkan berbagai masalah, mulai dari sampah yang tidak dibersihkan hingga kurangnya fasilitas umum. Dengan adanya Lapor Cak Eri, harapan besar muncul bahwa setiap keluhan akan segera ditindaklanjuti dan direspon dengan baik.
Inovasi layanan publik melalui Lapor Cak Eri merupakan langkah strategis yang diambil oleh Pemkot Surabaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan membangun hubungan yang lebih harmonis antara pemerintah dan masyarakat. Dengan konsep yang berbasis teknologi dan partisipasi aktif, Surabaya berusaha menjadi kota yang lebih cepat, akuntabel, dan progresif.***

>

Saat ini belum ada komentar