Kondisi Kesehatan Jemaah Haji yang Menunda Keberangkatan di Embarkasi Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Dua jemaah haji dari kloter 6 dan 13 Embarkasi Surabaya harus menunda keberangkatan ke Tanah Suci karena mengalami gangguan kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Moh. As’adul Anam, Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, dalam wawancara dengan awak media pada Minggu (26/4/2026). Menurutnya, satu jemaah sedang dirawat intensif di Rumah Sakit Haji Surabaya, sementara yang lain masih menjalani perawatan di daerah asal.
“Jadi ada satu jemaah yang dirawat di RS Haji, tapi ada juga yang dirawat di daerah asal. Jadi dia belum tiba di asrama,” ujar Anam. Meski demikian, ia belum bisa memberikan rincian detail mengenai jenis penyakit yang dialami kedua jemaah tersebut karena masih dalam proses pengobatan.
Keputusan untuk menunda keberangkatan dua jemaah tersebut bergantung pada penilaian medis dari tim dokter. “Kita nggak bisa memastikan untuk keberangkatan itu karena harus mendapatkan izin kelayakan terbang dari dokter,” tambahnya. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk memahami situasi yang sedang berlangsung.
Aturan Penggantian Kursi Jemaah yang Kosong
Terkait aturan pergantian kursi jamaah yang kosong karena pembatalan mendadak, PPIH Surabaya menegaskan adanya batasan waktu yang ketat sesuai kesepakatan dengan pihak maskapai dan otoritas terkait. Menurut Anam, penggantian jemaah hanya bisa dilakukan jika laporan pembatalan diterima minimal 24 jam sebelum jadwal keberangkatan.
“Kita sudah sepakat dengan pihak bandara, Saudi Air, bahwa penggantian ini maksimal 24 jam atau H-1 seperti itu. Jadi kalau ada laporan H-1 maka kita bisa proses. Tapi kalau lebih atau kurang dari H-1 maka tidak bisa kita lakukan sebagaimana kesepakatan yang kita sepakati bersama,” jelasnya.
Perkembangan Pemberangkatan Jemaah Haji 2026
Hingga hari ini, total jamaah yang sudah terbang ke Tanah Suci ada sekitar 6.460 orang yang terbagi dalam 17 kloter. Proses pemberangkatan tetap berjalan lancar meskipun ada beberapa kendala teknis dan kesehatan yang muncul. PPIH Embarkasi Surabaya terus memastikan bahwa semua jemaah mendapat perlindungan dan layanan yang optimal selama perjalanan.
Persiapan Lengkap untuk Kebutuhan Jemaah Haji
Selain itu, beberapa persiapan telah dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran ibadah jemaah haji. Misalnya, sebanyak 6.000 unit bus disiapkan untuk melayani jemaah agar dapat berpergian dengan aman dan nyaman. Selain itu, program fast track haji 2026 juga diperkenalkan untuk mempermudah proses pemeriksaan imigrasi di Arab Saudi.
Bahkan, ada kasus unik yang terjadi, yaitu Nenek Mislicha yang berhasil berangkat haji setelah menabung Rp10 ribu per hari. Ini menunjukkan betapa kuatnya tekad para calon jemaah haji untuk melaksanakan ibadah yang menjadi impian seumur hidup.
Keamanan dan Kelancaran Ibadah di Tanah Suci
Pemerintah Arab Saudi juga menjamin kelancaran dan keamanan ibadah jemaah calon haji Indonesia di Tanah Suci. Dengan berbagai fasilitas dan pengawasan yang diberikan, para jemaah diharapkan dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan nyaman.
Dalam rangka memastikan kesiapan jemaah haji, PPIH Embarkasi Surabaya juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk maskapai penerbangan dan otoritas kebandarudaraan. Hal ini bertujuan untuk menghindari kemacetan dan mencegah kebingungan dalam proses pemberangkatan.
Rekomendasi untuk Masyarakat
Bagi masyarakat yang ingin mengajukan permohonan haji, penting untuk memperhatikan prosedur dan aturan yang berlaku. Terlebih lagi, bagi calon jemaah yang memiliki riwayat kesehatan tertentu, sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan lebih awal dan berkonsultasi dengan dokter. Dengan demikian, risiko pembatalan keberangkatan akibat kondisi kesehatan dapat diminimalkan.
Seiring dengan berjalannya tahun 2026, berbagai inisiatif dan langkah telah diambil untuk memastikan bahwa proses pemberangkatan jemaah haji berjalan lancar dan aman. Dengan kolaborasi antara pemerintah, lembaga penyelenggara, dan masyarakat, harapan besar terwujud bahwa semua jemaah haji dapat melaksanakan ibadah dengan baik.***

>

Saat ini belum ada komentar