Peringatan HAB ke-80: Kemenag Jombang Berkomitmen pada Kerukunan dan Transformasi Digital
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 5 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia menjadi momen penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang dan Kantor Kemenag Jombang. Acara yang digelar di Stadion Merdeka, Jombang, pada Sabtu (3/1), menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kerukunan umat beragama sekaligus mempersiapkan transformasi digital yang lebih cepat dan transparan.
Acara ini dihadiri oleh 8.000 peserta, termasuk para tokoh agama, pejabat pemerintah, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan keagamaan. Bupati Jombang Warsubi SH MSi bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan amanat Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Dalam amanat tersebut, Menteri Agama menegaskan bahwa perjalanan 80 tahun Kementerian Agama adalah bukti kemampuan institusi ini dalam beradaptasi dengan perubahan zaman.
Komitmen untuk Membangun Sinergi Antarumat Beragama
Salah satu tema utama dalam peringatan HAB kali ini adalah “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Tema ini mencerminkan upaya Kemenag untuk memperkuat hubungan antarumat beragama di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks. Bupati Warsubi menyampaikan bahwa kerukunan umat beragama merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan damai.
“Kehadiran Kementerian Agama adalah untuk menjaga nalar agama berjalan beriringan dengan nalar kebangsaan. Agama diharapkan hadir sebagai solusi,” ujar Bupati Warsubi dalam amanatnya.
Selain itu, acara juga menghadirkan berbagai tokoh dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Baznas, serta organisasi seperti PCNU, Ansor, PD Muhammadiyah, dan LDII. Hadirnya para tokoh ini menunjukkan bahwa peringatan HAB tidak hanya sekadar ritual formal, tetapi juga ajang dialog dan kolaborasi antarberbagai komunitas.
Digitalisasi Sebagai Tantangan dan Peluang
Dalam amanat Menteri Agama, disebutkan bahwa Kemenag akan mengusung program “Kemenag Berdampak” pada 2026. Program ini bertujuan untuk memperkuat layanan berbasis digital yang lebih cepat, transparan, dan dekat dengan masyarakat. Hal ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan akses layanan keagamaan, terutama di tengah perkembangan teknologi yang pesat.
Menteri Agama juga menyoroti pentingnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). ASN diminta untuk menjadi motor penggerak moderasi beragama di ruang digital. Ini menunjukkan bahwa Kemenag tidak hanya fokus pada aspek tradisional, tetapi juga siap menghadapi tantangan baru di dunia digital.
Kesiapan Kemenag Jombang dalam Menghadapi Perubahan
Kantor Kemenag Jombang, yang dipimpin oleh Dr H Muhajir, SPd MAg, telah menunjukkan kesiapan dalam mendukung transformasi digital. Salah satu contohnya adalah pelaksanaan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk guru PAI 2026, yang sudah mendapat antusiasme tinggi dari calon peserta.
Selain itu, Kemenag Jombang juga aktif dalam berbagai inisiatif lain, seperti penguatan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program keagamaan. Kepala Kantor Kemenag Jombang menekankan bahwa pihaknya akan terus bekerja sama dengan Pemkab Jombang dalam menjalankan visi bersama.
Peringatan HAB ke-80 Kemenag RI di Jombang menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran Kementerian Agama dalam membangun masyarakat yang rukun dan maju. Melalui tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”, Kemenag Jombang menunjukkan komitmennya untuk menjaga kerukunan dan menghadapi transformasi digital secara proaktif. Dengan dukungan penuh dari Pemkab Jombang dan partisipasi aktif masyarakat, Kemenag Jombang siap menjadi bagian dari solusi untuk kehidupan beragama yang lebih inklusif dan modern.***

>
>
Saat ini belum ada komentar