Pemkot Surabaya: Transformasi Digital, Membangun Kota Pintar yang Lebih Efisien melalui SITS
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, kota yang dikenal sebagai Kota Pahlawan, kini sedang menjalani proses transformasi digital yang signifikan. Salah satu inisiatif utama yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya adalah pengembangan Surabaya Intelligent Transport System (SITS). Sistem ini menjadi salah satu fondasi dalam mewujudkan visi kota pintar yang memberikan pelayanan cepat, aman, dan terintegrasi bagi warga.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menekankan bahwa langkah-langkah transformasi digital ini bertujuan untuk memperkuat infrastruktur kota agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, Surabaya tidak hanya perlu dikenal sebagai kota dengan sejarah perjuangan, tetapi juga sebagai kota modern yang mengedepankan teknologi dalam pelayanan publik.
SITS: Sistem Pengawasan Lalu Lintas yang Terintegrasi
Salah satu inovasi yang menjadi fokus utama adalah penerapan SITS, yang memungkinkan pemantauan lalu lintas secara real time melalui lebih dari 1.000 titik CCTV yang tersebar di berbagai ruas jalan. Dengan sistem ini, Pemkot Surabaya dapat merespons kepadatan lalu lintas atau insiden di jalan dengan lebih cepat dan akurat.
“Teknologi itu membantu Pemkot Surabaya merespons kepadatan lalu lintas maupun insiden di jalan secara lebih cepat dan akurat,” ujarnya.
Terminal Intermoda Joyoboyo: Pusat Mobilitas Terpadu
Selain SITS, penguatan sistem transportasi juga dilakukan melalui optimalisasi Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ). Terminal ini menjadi pusat mobilitas terpadu yang menghubungkan kendaraan pribadi dengan transportasi publik. Dari TIJ, masyarakat dapat langsung terhubung ke berbagai moda transportasi, termasuk akses bawah tanah menuju Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Seluruh parkir kendaraan dipusatkan di terminal tersebut guna mengurangi kepadatan di kawasan wisata. Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi taman lalu lintas sebagai ruang edukasi interaktif bagi anak-anak.
Peningkatan Penggunaan Transportasi Umum
Penerapan SITS tidak hanya membantu pengawasan lalu lintas secara langsung, tetapi juga mendukung integrasi sistem transportasi publik di Surabaya. Melalui pemantauan arus kendaraan dan pengaturan mobilitas yang lebih efektif, layanan transportasi umum menjadi lebih terukur, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mencatat jumlah penumpang transportasi umum pada 2023 mencapai 1,9 juta penumpang, kemudian meningkat menjadi 3,5 juta penumpang pada 2024, dan melonjak hingga 7 juta penumpang pada 2025. Hingga Maret 2026, jumlah pengguna transportasi umum telah mencapai 1,8 juta orang atau rata-rata sekitar 600 ribu penumpang per bulan.
Secara kumulatif, total pengguna transportasi umum Surabaya sepanjang 2018 hingga 2025 tercatat lebih dari 17,3 juta penumpang. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya pada layanan transportasi umum yang kini didukung oleh teknologi dan sistem yang lebih terintegrasi.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meski telah menunjukkan progres yang signifikan, transformasi digital di Surabaya masih menghadapi tantangan. Misalnya, perlu adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pemeliharaan infrastruktur digital juga harus terus dilakukan agar sistem tetap berjalan optimal.
Namun, dengan komitmen yang kuat dari Pemkot Surabaya, serta dukungan dari berbagai pihak, kota ini memiliki potensi besar untuk menjadi contoh nyata dalam penerapan teknologi di bidang transportasi dan pelayanan publik. Visi “smart city” yang diusung kini semakin dekat dengan kenyataan.***

>
>

Saat ini belum ada komentar