Prabowo dan Macron Tandatangani Kesepakatan Strategis, Kapitalisasi Pasar Gabungan Capai USD 1,3 Triliun
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 34 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam kunjungannya ke Prancis, berdiskusi langsung dengan Presiden Emmanuel Macron. Pertemuan ini tidak hanya fokus pada diplomasi, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara. Salah satu hasil utama dari pertemuan tersebut adalah peluncuran forum bisnis France-Indonesia High Level Business Council yang dihadiri oleh 30 perusahaan ternama dari kedua negara.
Dalam keterangannya, Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet, menjelaskan bahwa forum bisnis ini menjadi wadah strategis bagi pengusaha Indonesia dan Prancis untuk memperluas jaringan dan kerja sama bisnis. “Forum ini diinisiasi oleh Kadin Indonesia dan MEDEF International, dan mengumpulkan pimpinan industri terkemuka dari kedua negara,” ujarnya.
Kapitalisasi Pasar Gabungan Mencapai USD 1,3 Triliun
Salah satu indikator utama keberhasilan forum ini adalah nilai kapitalisasi pasar gabungan dari perusahaan yang hadir. Angka ini mencapai USD 1,3 triliun, menunjukkan potensi besar dalam kerja sama ekonomi bilateral. Forum ini juga menjadi ajang pembahasan tentang empat kesepakatan komersial baru yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.
Teddy menekankan bahwa forum ini tidak hanya sekadar diskusi, tetapi juga komitmen untuk mendorong implementasi nota kesepahaman (MoU) dan komitmen investasi yang telah disepakati sebelumnya. “Komitmen ini akan menjadi fondasi untuk memperkuat hubungan ekonomi jangka panjang antara Indonesia dan Prancis,” katanya.
Pertemuan Bilateral dan Emisi Baru
Sebelum forum bisnis, Prabowo Subianto dan Macron melakukan pertemuan bilateral serta empat mata di Istana Élysée. Dalam pertemuan ini, mereka membahas isu-isu strategis seperti kerja sama teknologi, pendidikan, dan inovasi. Selain itu, Prabowo juga menyampaikan instruksi kepada pihak terkait untuk memasukkan bahasa Prancis sebagai mata pelajaran di sekolah-sekolah di Indonesia.
Teddy juga mengungkapkan bahwa dalam kunjungan kenegaraan Presiden Macron ke Indonesia pada Mei 2025, tercatat sebanyak 27 MoU ditandatangani dengan total nilai lebih dari USD 11 miliar. Ini menunjukkan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis semakin kuat dan saling menguntungkan.
Kerja Sama Ekonomi yang Berkelanjutan
Forum bisnis France-Indonesia High Level Business Council menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan ekonomi antara dua negara. Dengan adanya komitmen untuk mendorong implementasi MoU dan investasi, kedua belah pihak menunjukkan tekad untuk bekerja sama secara aktif dan berkelanjutan.***

>

Saat ini belum ada komentar