Pendekatan Inovatif Pemkot Surabaya dalam Meningkatkan Akses Pendidikan Tinggi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 14 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kini mengambil langkah strategis untuk memastikan semua warga yang berhak menerima bantuan pendidikan tidak terlewat. Dengan pendekatan langsung ke masyarakat, pihak berwenang melakukan pendataan pemuda yang belum melanjutkan studi karena keterbatasan ekonomi. Langkah ini merupakan bagian dari program “1 KK 1 Sarjana” yang diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi.
Penyusuran Langsung ke Permukiman Warga
Salah satu inisiatif utama adalah sistem jemput bola yang dilakukan oleh aparat kecamatan dan kelurahan. Melalui pendekatan ini, petugas menyisir kampung-kampung untuk menemukan pemuda yang layak menerima bantuan pendidikan. Hal ini bertujuan agar tidak ada warga yang berhak justru tertinggal dalam proses pendataan.
“Sekarang kami tidak menunggu data di kantor. Kami turun langsung ke kampung-kampung untuk memastikan pemuda yang layak bisa terjangkau program ini,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudporapar Surabaya Herry Purwadi.
Program Bantuan Biaya Perkuliahan Berbasis Data Keluarga Miskin
Program ini juga didasarkan pada data keluarga miskin (gakin) dan pramiskin. Dengan adanya Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 4 Tahun 2026, pendanaan kuliah dan uang saku bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu diperkuat. Setiap penerima mendapatkan bantuan UKT sebesar Rp2,5 juta serta uang saku Rp300 ribu per bulan selama 10 bulan dalam satu tahun hingga lulus.
Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Swasta
Selain bekerja sama dengan perguruan tinggi negeri, Pemkot Surabaya kini memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi swasta. Total 65 kampus telah bergabung, terdiri dari 15 perguruan tinggi negeri dan 50 swasta. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan akses pendidikan tinggi lebih luas dan merata.
Dukungan dari Wali Kota Eri Cahyadi
Program “1 KK 1 Sarjana” digagas oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Dengan dukungan pembiayaan kuliah dan uang saku, program ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kota pesisir ini.
Kebijakan yang Lebih Fleksibel
Berbeda dari skema sebelumnya, kebijakan ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar. Dengan melibatkan lebih banyak perguruan tinggi, termasuk swasta, pemerintah mencoba memberikan opsi yang lebih beragam bagi para pemuda yang ingin melanjutkan studi.
Potensi Pengaruh Jangka Panjang
Dengan program ini, diharapkan dapat meningkatkan jumlah lulusan sarjana di Surabaya. Selain itu, program ini juga berpotensi meningkatkan kualitas tenaga kerja yang tersedia, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi kota secara keseluruhan.
Tantangan dan Harapan
Meski memiliki potensi besar, program ini juga menghadapi tantangan seperti koordinasi antara pemerintah dan perguruan tinggi, serta pengawasan terhadap penggunaan dana. Namun, dengan komitmen yang kuat dan pendekatan yang proaktif, harapan besar ditempatkan pada kemampuan program ini untuk membawa perubahan positif dalam dunia pendidikan Surabaya.***

>

Saat ini belum ada komentar