Pemkot Surabaya Perkuat Kebijakan Anggaran dan Digitalisasi Layanan Publik
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan kebijakan anggaran yang efisien dan inovatif. Hal ini menjadi fokus utama dalam peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX tahun 2026, yang digelar di halaman Balai Kota pada Senin (27/4/2026). Momentum ini menjadi pengingat penting akan peran strategis pemerintah daerah dalam mengelola potensi lokal sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat.
Fokus pada Efisiensi dan Penghematan Anggaran
Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian. Dalam amanat tersebut, pemerintah daerah diingatkan untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Lilik menegaskan bahwa pelaksanaan otonomi daerah sejak era reformasi telah memberikan ruang yang luas bagi daerah untuk berkembang, terutama dalam pengelolaan fiskal dan pelayanan masyarakat. Ia menyoroti pentingnya penggunaan anggaran yang bijak, dengan orientasi pada program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
āDi tengah perubahan kondisi global, termasuk tantangan ekonomi dan energi, pemerintah daerah juga dituntut untuk semakin adaptif dalam mengelola keuangan. Fleksibilitas dan ketepatan kebijakan menjadi faktor penting agar pembangunan tetap berjalan optimalā, ujar Lilik.
Inovasi Digital sebagai Langkah Strategis
Salah satu inisiatif yang dilakukan Pemkot Surabaya adalah penguatan digitalisasi layanan publik. Lilik menyampaikan bahwa inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemudahan akses dan transparansi dalam pelayanan masyarakat. Proses digitalisasi ini tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga meningkatkan partisipasi warga dalam pembangunan.
āPemkot Surabaya terus berinovasi, salah satunya melalui penguatan digitalisasi layanan publik guna meningkatkan kemudahan akses dan transparansiā, katanya.
Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan
Selain itu, Pemkot Surabaya juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pembangunan. Partisipasi warga dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan pelayanan publik yang lebih luas, responsif, dan berkelanjutan. Dengan melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan, pemerintah daerah dapat lebih memahami kebutuhan dan harapan masyarakat secara langsung.
Lilik menekankan bahwa orientasi hasil atau outcome harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan anggaran. Ia menyebut, pengeluaran pemerintah harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menjadi rutinitas tanpa dampak yang jelas.
Arahan Presiden dan Kebijakan yang Berkelanjutan
Menteri Dalam Negeri juga menekankan pentingnya penghematan anggaran sesuai arahan Presiden. Pemerintah daerah diminta menyelenggarakan kegiatan secara sederhana, mengoptimalkan sumber daya yang ada, serta memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan publik.
Dengan pendekatan yang lebih rasional dan berkelanjutan, Pemkot Surabaya menunjukkan komitmen untuk menjadikan otonomi daerah sebagai landasan dalam menciptakan pemerintahan yang lebih baik dan masyarakat yang lebih sejahtera. ***

>

Saat ini belum ada komentar