Pemkot Surabaya Tegaskan Kebijakan Anggaran yang Berdampak Nyata
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya kembali menegaskan komitmen untuk mengelola anggaran secara efisien dan berdampak langsung pada masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Surabaya, Lilik Arijanto, dalam berbagai kesempatan, termasuk saat peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di halaman Balai Kota Surabaya.
Fokus pada Efisiensi dan Inovasi
Dalam sambutannya, Lilik menyatakan bahwa pemerintah daerah harus lebih selektif dalam penggunaan dana, terutama dalam menghadapi dinamika global seperti perubahan ekonomi dan energi. Ia menekankan bahwa anggaran tidak boleh digunakan untuk aktivitas seremonial semata, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Outcomenya harus jelas. Anggaran harus memberi manfaat nyata, bukan sekadar pengeluaran tanpa dampak,” ujarnya. Dalam konteks ini, inovasi menjadi salah satu kunci utama. Pemkot Surabaya terus memperkuat sistem digitalisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Peran Masyarakat dalam Pembangunan
Selain fokus pada efisiensi, Pemkot Surabaya juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif terlibat dalam pembangunan daerah. Menurut Lilik, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi dengan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, aktif memberikan informasi, serta terbuka untuk bekerja sama dalam berbagai program pemerintah. Dengan demikian, pelayanan publik dapat menjadi lebih luas dan optimal.
Kepatuhan pada Prinsip Penghematan Anggaran
Dalam sambutan Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, yang dibacakan oleh Lilik, disampaikan bahwa pemerintah daerah diminta untuk menerapkan prinsip penghematan anggaran sesuai arahan Presiden RI. Seluruh kegiatan pemerintahan harus dilaksanakan secara sederhana dan optimal.
Lilik menegaskan bahwa pemerintah daerah harus menghindari pemborosan anggaran yang tidak berkontribusi langsung terhadap peningkatan pelayanan publik. Hal ini menjadi penting di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
Sinergi dengan Pemerintah Pusat
Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 juga menjadi momen untuk mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita” mencerminkan komitmen bersama dalam mengelola potensi lokal dan membangun kesejahteraan masyarakat.
Dalam hal ini, Pemkot Surabaya terus berupaya memperkuat hubungan kerja sama dengan pihak-pihak terkait, baik dari tingkat nasional maupun internasional, guna mendukung visi dan misi pembangunan daerah.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meski ada banyak tantangan, Pemkot Surabaya tetap optimis bahwa langkah-langkah yang diambil akan membawa hasil yang maksimal. Dengan pendekatan yang lebih transparan, partisipatif, dan berbasis data, pemerintah daerah siap menghadapi berbagai situasi yang muncul.
Lilik menegaskan bahwa keberlanjutan dan keadilan dalam pengelolaan anggaran menjadi prioritas utama. Dengan begitu, masyarakat akan merasakan dampak nyata dari setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah.***

>

Saat ini belum ada komentar