PELNI Surabaya Perkuat Digitalisasi dengan Aplikasi PELNI Mobile
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 20 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – PT PELNI (Persero) Cabang Surabaya kini secara resmi menerapkan sistem pembelian tiket kapal secara digital melalui aplikasi PELNI Mobile. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan kenyamanan bagi para penumpang. Dengan adanya perubahan ini, calon penumpang diwajibkan melakukan pemesanan tiket secara online sebelum tiba di pelabuhan.
Penggunaan aplikasi PELNI Mobile memungkinkan penumpang untuk memilih rute yang diinginkan, mengisi data identitas, dan menyelesaikan pembayaran tanpa harus datang langsung ke kantor cabang. Proses ini tidak hanya mempercepat pengurusan tiket, tetapi juga memberikan transparansi terhadap harga dan layanan yang diberikan.
Kepala Cabang Surabaya, Roni Abdullah, menjelaskan bahwa sistem digital ini dirancang untuk memudahkan pengguna jasa sekaligus meningkatkan kepercayaan mereka terhadap layanan PELNI. “Melalui PELNI Mobile, pembelian tiket menjadi lebih mudah, cepat, dan transparan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa berbagai metode pembayaran non-tunai telah disediakan, seperti virtual account, dompet digital, hingga mitra ritel.
Layanan di Kantor Cabang Berubah
Dengan adanya sistem digital, kantor cabang PELNI Surabaya tidak lagi melayani penjualan tiket secara langsung. Fokus layanan bergeser ke kebutuhan lanjutan, seperti informasi pelanggan, penjadwalan ulang, pengembalian dana, serta peningkatan kelas perjalanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua proses administratif tetap berjalan lancar meskipun penjualan tiket dilakukan secara online.
Aturan Identitas dan Bagasi yang Lebih Ketat
Selain pembelian tiket online, PELNI juga memperketat aturan terkait identitas dan bagasi. Penumpang wajib membawa dokumen resmi seperti KTP, SIM, atau paspor sesuai dengan data yang tercantum pada tiket. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan validasi selama perjalanan.
Aturan bagasi juga diperketat, dengan batas maksimal volume 0,1 meter kubik, dimensi 70 x 40 x 30 cm, dan berat hingga 40 kilogram. Barang yang melebihi ketentuan akan dikenakan biaya tambahan atau dialihkan sebagai kargo. Selain itu, PELNI melarang barang berbahaya seperti bahan mudah terbakar, narkotika, senjata, serta hewan peliharaan masuk ke dalam kapal guna menjaga keselamatan seluruh penumpang.
Imbauan untuk Calon Penumpang
Roni Abdullah mengimbau masyarakat untuk memahami aturan sebelum berangkat. “Kami mengimbau calon penumpang memanfaatkan layanan digital yang tersedia serta mematuhi ketentuan perjalanan agar perjalanan berlangsung aman dan nyaman,” katanya.
Dengan penerapan aturan dan sistem digital ini, PELNI Surabaya berupaya meningkatkan kualitas layanan dan memenuhi harapan masyarakat akan transportasi laut yang lebih efisien dan aman.***

>

Saat ini belum ada komentar