Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » POLITIK » Sepatu Berlumpur Gubernur Aceh Mualem Saat Jemput Prabowo Viral, Dibandingkan Pejabat Lain

Sepatu Berlumpur Gubernur Aceh Mualem Saat Jemput Prabowo Viral, Dibandingkan Pejabat Lain

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

    DIAGRAMKOTA.COM – Bencana banjir dan longsor menghancurkan Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyebabkan berbagai kisah yang terjadi.

    Salah satu yang menjadi perhatian adalah figur Gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang juga dikenal sebagai Mualem.

    Ia sering dibicarakan mengenai usaha kerasnya dalam menangani kondisi warganya yang menjadi korban.

    Pada berbagai kesempatan, Mualem tampak masih berada di lapangan hingga pagi hari guna mengawasi lokasi dan mendistribusikan bantuan.

    Muzakir Manaf kembali menjadi perhatian saat mengantar Presiden Prabowo dalam kondisi sepatunya berlumpur.

    Di Aceh, bencana menimpa 18 kabupaten/kota, bahkan beberapa di antaranya mengalami gangguan berat.

    Kabupaten Aceh Tamiang adalah wilayah yang paling terdampak bencana.

    Kepala negara Indonesia, Presiden Prabowo Subianto, kembali mengunjungi Aceh pada hari Minggu (7/12/2025), setelah kunjungan pertamanya pada Senin 1 Januari 2025.

    Dampak bencana hidrometrologi basah di Aceh sangat besar, sehingga menjadi alasan Presiden Prabowo mengunjungi Aceh dua kali dalam seminggu terakhir.

    Dari rangkaian kunjungannya, terlihat Presiden Prabowo sempat memberi pelukan kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem.

    Sementara itu, netizen justru menyoroti dan memuji kondisi sepatu Mualem yang berlumur lumpur.

    Tiba di Aceh, Presiden Prabowo Segera Berpelukan dengan Gubernur Mualem

    Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, pada hari Minggu (7/12/2025), untuk melakukan inspeksi terhadap penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor.

    Dikutip dari tayangan KompasTV, Prabowo terlihat turun dari pesawat Kepresidenan dengan mengenakan pakaian safari berwarna coklat dan topi biru.

    Ia kemudian berjabat tangan dengan para pejabat yang menyambutnya di area bandara.

    Kepala Negara terlebih dahulu berjabat tangan dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.

    Selanjutnya, Prabowo berjabat tangan dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem.

    Prabowo langsung memeluk Mualem, dan keduanya terlihat sedang berbicara.

    Menteri Pertahanan juga terlibat dalam pembicaraan tersebut.

    Kemudian, Prabowo memanggil Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk berdiskusi, meskipun mesin pesawat masih berjalan.

    Diskusi di area landasan pesawat juga dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.

    Setelah itu, Presiden beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju lokasi yang terkena bencana dengan menggunakan helikopter milik presiden.

    Kepala Negara direncanakan mengunjungi lokasi yang mengalami kerusakan dan dampak besar akibat banjir, sekaligus menerima informasi terkini dari pemerintah daerah dan instansi terkait.

    Kunjungan ini dilakukan guna memastikan percepatan penanganan darurat serta pemulihan di wilayah yang terkena dampak.

    Kepala Negara juga akan mengawasi penyaluran bantuan, proses evakuasi penduduk, serta tindakan-tindakan pembukaan jalur jalan.

    Pemerintah menegaskan bahwa penanggulangan banjir di Aceh menjadi prioritas nasional, serta seluruh sumber daya digunakan untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat.

    Sementara itu, Presiden lepas landas dari Bandara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, sekitar pukul 07.55 WIB.

    Sepatu Mualem Berlumur Saat Mengambil Presiden Prabowo

    Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem) bersama Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Wakil Gubernur serta Sekda Aceh menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia, Probowo Subiyanto di Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh Besar, hari Minggu (7/12/2025) pagi.

    Pada kesempatan itu, Mualem masih memakai sepatu yang berlumur tanah.

    Keadaan tersebut diduga disebabkan oleh beberapa hari terakhir ia sering turun langsung ke berbagai daerah yang terkena dampak banjir.

    Kondisi sepatu Mualem tiba-tiba menjadi perhatian netizen.

    Di unggahan di akun Instagram resmi muzakirmanaf1964, beberapa pengguna internet memberikan tanggapan yang positif terhadap hal tersebut.

    “Justru dari sepatu saja, kita bisa tahu siapa yang benar-benar bekerja. Tidak perlu lagi memperlihatkan panglima,” komentar dari akun tribun_persiraja.

    Komentar-komentar lainnya juga disampaikan oleh akun ichsanrizamotor1907.

    Komentarnya berbunyi “Krue seumangat Gub kamoe (semangat gub kami). Sepatu anda menjadi saksi bisu dalam melayani wargamu.”

    “Saya memperhatikan sepatu Bapak, terlihat kotor dibanding dengan sepatu pejabat lain, ini berarti Bapak bekerja di lapangan secara terus-menerus. Semoga selalu sehat, Pak, semoga Allah memberkati,” tulis komentar dari akun nadiaisfarin.

    Seperti yang diketahui, sebelum menyambut kedatangan Presiden Prabowo, Gubernur Mualem baru saja meninggalkan Aceh Utara.

    Di sana, Mualem mengawasi pendistribusian bantuan bagi para korban bencana yang tiba di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara.

    Setelah menjemput presiden, mereka kemudian menggunakan helikopter untuk mengunjungi daerah yang terkena dampak banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen.

    Tergulung Banjir, Istri Gubernur Aceh Menginap di SPBU

    Istri Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir atau dikenal dengan panggilan Kak Na, pernah terjebak dalam banjir di kawasan SPBU Panteu Breuh, Simpang Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.

    Ia terjebak selama dua hari, mulai Rabu (26/11/2025) hingga Jumat (28/11/2025).

    Kak Na tidak berada sendirian. Dalam kesulitan tersebut, ia juga didampingi oleh Plt Kepala Dinas Sosial Aceh Chaidir bersama rombongan.

    Kronologi Istri Gubernur Aceh Terseret Banjir Saat Mendistribusikan Bantuan

    Awalnya Kak Na bersama rombongan berangkat dari Banda Aceh ke Lhokseumawe pada Selasa (25/11/2025). Mereka mendistribusikan bantuan darurat bagi para korban banjir di beberapa lokasi.

    Pada hari Rabu, rombongan kembali mendistribusikan bantuan ke Lhoksukon, Aceh Utara, serta ke Julok, Aceh Timur. Namun, saat kembali ke Banda Aceh, mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan setelah jalan nasional Banda Aceh–Medan di wilayah Alue Ie Puteh, Kecamatan Baktiya, tergenang air sekitar 2,1 meter.

    “Kami terpaksa menginap di SPBU karena lokasi tersebut lebih tinggi dan aman. Tidak ada lagi jalan yang bisa dilalui,” kata Marlina, Jumat (28/11/2025).

    Selama dua hari terjebak, keadaan rombongan semakin memprihatinkan. Persediaan logistik mulai berkurang dan belum ada bantuan dari luar yang mampu mencapai lokasi tersebut.

    “Kondisi sangat mendesak. Persediaan makanan semakin berkurang. Warga di sekitar sini juga mengalami kesulitan,” katanya.

    Pada hari Jumat siang, rombongan akhirnya berhasil meninggalkan lokasi yang terjebak. Mereka menggunakan mobil tangki yang mengangkut minyak kelapa sawit mentah (CPO) dengan bodi yang lebih tinggi, sehingga mampu melewati banjir di jalur tersebut.

    Marlina berada di bagian depan kendaraan, sedangkan anggota rombongan lainnya berada di atas tangki.

    Saat melalui genangan air banjir yang masih dalam, istri Gubernur Aceh tersebut tidak mampu menahan air mata.

    “Saya benar-benar khawatir melihat keadaan di lapangan. Banyak ibu dan anak yang memerlukan bantuan segera,” ujarnya.

    “Harap segera ditangani karena air banjir di area ini masih sangat tinggi,” katanya.

    Kini rombongan telah sampai di wilayah Geudong dan melanjutkan perjalanan ke Lhokseumawe guna berkoordinasi dengan tim penanggulangan bencana.

    Pemulihan Aceh Diperkirakan Menghabiskan Lebih dari 25 Triliun Rupiah

    Proses pemulihan pasca-bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh masih menghadapi kendala yang signifikan.

    Selain kebutuhan anggaran yang mencapai Rp 25,41 triliun, pemerintah pusat menyebutkan bahwa Aceh saat ini masih memanfaatkan infrastruktur komunikasi darurat untuk menjaga kelancaran layanan dasar.

    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyatakan bahwa pemulihan fisik bukanlah satu-satunya tugas yang berat.

    Pemulihan jaringan komunikasi dianggap sebagai hal penting karena beberapa daerah masih kesulitan menghubungkan kembali tanpa menggunakan perangkat darurat.

    “Ada lima kabupaten/kota yang sistem komunikasi publiknya masih memanfaatkan internet WiFi Starlink, yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang,” kata Suharyanto dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto, Minggu (7/12/2025).

    Ia memastikan bahwa seluruh masyarakat kini telah mampu berkomunikasi, meskipun sebagian masih menggunakan alat bantu dari kementerian/lembaga.

    Hingga akhir pekan malam, BNPB melaporkan sebanyak 37.546 rumah mengalami kerusakan. Mayoritas rusak ringan dan sedang, tetapi ada juga yang termasuk dalam kategori rusak berat.

    “Rusak parah ini meliputi rumah-rumah yang hilang terbawa banjir,” ujar Suharyanto.

    Tidak hanya permukiman, kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum seperti jembatan, jalan, sekolah, tempat ibadah, pesantren, rumah sakit, hingga puskesmas. Pemerintah sedang melakukan pendataan kerugian di sektor pertanian, termasuk lahan pangan, sawah, kebun, ternak, dan tambak.

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam rapat mengungkapkan bahwa kebutuhan dana pemulihan untuk Aceh saja mencapai Rp 25,41 triliun. Angka ini menunjukkan besarnya kerusakan yang tidak hanya meluas, tetapi juga rumit.

    BNPB menyatakan bahwa data tersebut bersifat fleksibel dan akan terus diperbaharui seiring berlangsungnya penanggulangan bencana serta pemeriksaan lapangan.

    Meskipun fokus utama pemerintah biasanya berada pada perbaikan infrastruktur, kondisi di Aceh menunjukkan bahwa pemulihan jaringan komunikasi menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

    Tanpa koneksi, proses pendistribusian bantuan, pencatatan korban, serta pengoordinasian tim lapangan dapat mengalami kendala.

    Secara bertahap akan kita kembalikan ke kondisi normal,” kata Suharyanto. “Yang terpenting saat ini, tidak ada lagi masyarakat Aceh yang sama sekali tidak bisa berkomunikasi.

    Dikarenakan kondisi Aceh yang masih terdapat infrastruktur yang rusak, proses pemulihan diperkirakan akan berlangsung lama.

    Pemerintah berkomitmen untuk melakukan normalisasi secara bertahap, mulai dari pemulihan komunikasi hingga pembangunan kembali jembatan serta fasilitas penting lainnya. ***

    Penulis

    Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

    Komentar (0)

    Saat ini belum ada komentar

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Jadwal Pelayaran Kapal ALP Rute Lombok-Banyuwangi dan Sebaliknya

      Jadwal Pelayaran Kapal ALP Rute Lombok-Banyuwangi dan Sebaliknya

      • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
      • account_circle Diagram Kota
      • visibility 246
      • 0Komentar

      DIAGRAMKOTA.COM – Jadwal pelayaran kapal laut rute Banyuwangi-Lombok dan sebaliknya menjadi informasi penting bagi masyarakat yang sering melakukan perjalanan antar daerah. Salah satu operator yang menyediakan layanan tersebut adalah PT. Atosim Lampung Pelayaran (ALP), yang mengoperasikan beberapa kapal seperti KM Mutiara Sentosa III, KM Mutiara Barat, dan KM Mutiara Ferindo II. Informasi terkini mengenai jadwal keberangkatan dan […]

    • Purbaya Jelaskan Dana Rp70 Triliun MBG: Belum Pernah Cair, Bukan Dikembalikan

      Purbaya Jelaskan Dana Rp70 Triliun MBG: Belum Pernah Cair, Bukan Dikembalikan

      • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
      • account_circle Diagram Kota
      • visibility 322
      • 0Komentar

      Penjelasan Menteri Keuangan Mengenai Pengembalian Anggaran Program Makan Bergizi Gratis DIAGRAMKOTA.COM – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan penjelasan terkait isu pengembalian anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pertemuan dengan awak media, ia menjelaskan bahwa dana yang dikembalikan sebenarnya merupakan dana cadangan yang belum pernah dicairkan ke BGN. Hal […]

    • Profil dan Kontroversi Taqy Malik, Bintang Media Sosial yang Dihebohkan Kembali

      Profil dan Kontroversi Taqy Malik, Bintang Media Sosial yang Dihebohkan Kembali

      • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
      • account_circle Diagram Kota
      • visibility 98
      • 0Komentar

      DIAGRAMKOTRA.COM – Taqy Malik, seorang tokoh muda yang dikenal melalui media sosial, kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen. Nama pria kelahiran Banjarmasin, 17 Juni 1997 ini mulai menarik perhatian publik sejak 2016. Ia dikenal sebagai hafidz Al-Qur’an yang mampu menghafal 30 juz di usia muda. Selain itu, ia juga dikenal karena video-video resital ayat suci […]

    • Divhumas Polri Gelar FGD Kontra Radikal: “Terorisme adalah Musuh Kita Bersama” di Polrestabes Makassar

      Divhumas Polri Gelar FGD Kontra Radikal: “Terorisme adalah Musuh Kita Bersama” di Polrestabes Makassar

      • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
      • account_circle Teguh Priyono
      • visibility 267
      • 0Komentar

      DIAGRAMKOTA.COM – Dalam upaya memperkuat ketahanan masyarakat terhadap paham radikalisme dan terorisme, Divhumas Polri menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Terorisme adalah Musuh Kita Bersama”, Senin (26/5). Kegiatan ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat mulai dari mahasiswa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda. Kegiatan ini dibuka oleh Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. […]

    • Sekolah Rakyat, sepatu lokal ,Surabaya

      Pemkot Surabaya Perubahan Kebijakan Bantuan Sosial untuk Siswa SMA Swasta di Surabaya Sesuai Perwali

      • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
      • account_circle Diagram Kota
      • visibility 148
      • 0Komentar

      DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah penting dalam pengelolaan bantuan sosial (bansos) untuk siswa SMA swasta. Keputusan ini didasarkan pada peraturan wali kota (perwali) yang dikeluarkan tahun 2025, yaitu Perwali Nomor 80 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pemberian Beasiswa Kepada Pemuda Warga Kota Surabaya. Dalam aturan tersebut, terdapat beberapa poin perubahan signifikan, salah satunya […]

    • Literasi Pemasyarakatan

      Program Literasi Pemasyarakatan di Rutan Surabaya Jadi Model Pembinaan yang Layak Diadopsi Nasional

      • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
      • account_circle Diagram Kota
      • visibility 98
      • 0Komentar

      DIAGRAMKOTA.COM – Pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Indonesia terus mengalami transformasi. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah program literasi pemasyarakatan yang diterapkan di Rutan Kelas I Surabaya. Program ini tidak hanya menjadi alternatif pendekatan pembinaan, tetapi juga memberikan dampak positif dalam membentuk karakter dan kesadaran diri para tahanan. Transformasi dari Penghukuman ke Pemulihan Menurut […]

    expand_less