Kolaborasi antara Organisasi Mahasiswa dan Pemerintah Kota dalam Pemberdayaan Perempuan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemberdayaan perempuan menjadi salah satu isu penting yang terus dikembangkan oleh berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintahan dan organisasi masyarakat. Di Surabaya, DPRD kota tersebut memberikan dukungan kuat untuk memperkuat kolaborasi antara Korps HMI-Wati (KOHATI) dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Tujuannya adalah untuk menciptakan program yang lebih efektif dalam membangun ketahanan keluarga serta meningkatkan kualitas hidup perempuan di tengah masyarakat.
Peran KOHATI dalam Program Pemberdayaan Perempuan
KOHATI, yang merupakan bagian dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), telah lama berkomitmen dalam pembinaan dan pengembangan kader perempuan. Sejak didirikan pada 17 September 1966 di Solo, KOHATI fokus pada penguatan kapasitas perempuan melalui pendidikan, pelatihan, serta kegiatan sosial yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.
Dalam pertemuan dengan DPRD Surabaya, KOHATI menyampaikan komitmennya untuk terlibat aktif dalam berbagai program yang ditujukan kepada perempuan dan generasi muda. Mereka menekankan pentingnya partisipasi mahasiswi dalam kegiatan sosial agar dapat mencapai masyarakat secara langsung dan lebih dekat.
Pentingnya Sinergi antara Pemerintah dan Organisasi Mahasiswa
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menilai bahwa kolaborasi antara KOHATI dan Pemkot Surabaya sangat strategis. Ia menjelaskan bahwa sinergi ini tidak hanya memperluas jangkauan program pemberdayaan perempuan, tetapi juga memastikan bahwa kebijakan pemerintah dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat bawah.
“Kolaborasi ini penting agar program pemberdayaan perempuan tidak hanya berjalan secara struktural, tetapi juga menyentuh langsung masyarakat melalui pendekatan yang lebih dekat,” ujar Fathoni.
Salah satu program yang sedang dipertimbangkan untuk dikolaborasikan adalah sosialisasi pranikah bagi pasangan muda. Program ini dinilai memiliki potensi besar dalam membangun kesiapan mental, kesehatan, serta ketahanan keluarga sejak dini.
Keterlibatan KOHATI dalam Program Pendampingan Perempuan
Selain itu, DPRD Surabaya juga mendorong peran KOHATI dalam program pendampingan perempuan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB). Dengan keterlibatan KOHATI, program ini diharapkan bisa mencapai target yang lebih luas dan efektif.
Anggota Fraksi Golkar DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menambahkan bahwa sinergi antara organisasi mahasiswa dan pemerintah daerah dapat memperkuat efektivitas program sosial, terutama dalam menjangkau kelompok muda.
“Ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara DPRD, Pemkot Surabaya, dan organisasi perempuan muda, dengan harapan dapat melahirkan kolaborasi konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkas Nurdjayanto.
Tantangan dan Peluang dalam Kolaborasi
Meskipun kolaborasi ini menawarkan banyak peluang, masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah memastikan bahwa semua pihak memiliki visi dan tujuan yang sama dalam menjalankan program. Selain itu, diperlukan koordinasi yang baik antara lembaga pemerintahan dan organisasi non-pemerintah agar keberlanjutan program dapat tercapai.
Namun, dengan komitmen yang kuat dari kedua belah pihak, kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi model kerja sama yang dapat diadopsi oleh wilayah lain. Dengan begitu, pemberdayaan perempuan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.***

>

Saat ini belum ada komentar