Pasca-Tawuran, DPRD Surabaya: Kebutuhan Penegakan Hukum dan Keamanan yang Lebih Ketat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(ilustrasi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kota Surabaya, yang dikenal sebagai kota pahlawan, menghadapi tantangan baru terkait keamanan masyarakat. Insiden tawuran yang terjadi di Jalan Moestopo pada dini hari Minggu (5/4/2026) menjadi perhatian serius bagi para pemangku kebijakan. Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menyoroti pentingnya penindakan tegas terhadap pelaku tawuran agar tidak terulang kembali.
Peran Pemerintah dalam Menjaga Keamanan Kota
Arif Fathoni menekankan bahwa Surabaya sebagai kota yang aktif selama 24 jam membutuhkan jaminan keamanan yang konsisten. Ia menilai bahwa kejadian tawuran dapat berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga, terutama mereka yang bekerja di malam hari.
“Surabaya ini kota yang hidup 24 jam, kalau fenomena seperti ini dibiarkan, warga yang bekerja malam hari bisa menjadi korban dari perilaku jalanan seperti ini,” ujarnya.
Selama ini, kondisi keamanan dan ketertiban di Surabaya relatif terjaga berkat kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI. Namun, kejadian di Jalan Moestopo dinilai harus menjadi perhatian bersama untuk diperbaiki ke depan.
Pentingnya Penindakan Hukum yang Tegas
Fathoni menyerukan agar aparat penegak hukum tidak hanya menerapkan pasal umum dalam kasus tersebut. Ia meminta adanya penerapan aturan yang lebih tegas bagi pelaku yang membawa senjata berbahaya.
“Saya berharap tidak hanya dikenakan Pasal 170 KUHP, pelaku yang membawa senjata yang berpotensi menghilangkan nyawa juga bisa dikenakan Undang-Undang Darurat,” tegasnya.
Penindakan hukum yang tegas diperlukan untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan mencegah terulangnya kejadian serupa. Dengan demikian, rasa aman bagi masyarakat dapat terjaga.
Intensifikasi Patroli di Titik Rawan
Selain penegakan hukum, Fathoni meminta Pemerintah Kota Surabaya kembali mengintensifkan patroli bersama di titik-titik rawan. Menurutnya, kehadiran aparat di lapangan penting untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Saya berharap Pemkot menghidupkan kembali patroli bersama di titik rawan agar warga yang bekerja malam hari merasa aman dan nyaman,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa rasa aman merupakan faktor penting dalam menjaga perputaran ekonomi kota. Jika kondisi tersebut terganggu, dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor.
Peran Orang Tua dalam Pencegahan Tawuran
Fathoni juga mengajak peran orang tua untuk lebih aktif mengawasi anak-anak, khususnya remaja. Menurutnya, pengawasan keluarga menjadi kunci pencegahan keterlibatan dalam pergaulan yang berisiko.
“Saya berharap orang tua memastikan anaknya sudah di rumah jika lewat pukul 22.00 WIB, agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah dan membahayakan,” pungkas dia.
Dengan kombinasi antara penegakan hukum, intensifikasi patroli, dan pengawasan keluarga, Surabaya dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warganya. Keberhasilan ini akan menjadi bukti komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keamanan kota.***

>
>
Saat ini belum ada komentar