Kondisi Transportasi di Surabaya Menghadapi Aksi Massal Sopir Truk
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, kota yang menjadi pusat transportasi dan logistik di Jawa Timur, akan menghadapi situasi yang memicu kekhawatiran terkait lalu lintas. Ribuan sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) akan melakukan aksi demonstrasi selama dua hari, yaitu pada Rabu (29/4/2026) hingga Kamis (30/4/2026). Diperkirakan sebanyak 1.500 massa aksi akan turun ke jalan dengan sekitar 900 unit truk. Aksi ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap regulasi sistem barcode BBM subsidi yang dinilai tidak konsisten dan merugikan para sopir.
Alasan Demonstrasi: Masalah Teknis pada Sistem BBM Subsidi
Salah satu isu utama yang menjadi dasar aksi ini adalah masalah teknis pada sistem penggunaan barcode BBM subsidi. Angga Firdiansyah, Ketua Koordinator GSJT, menjelaskan bahwa pemblokiran barcode secara sepihak telah terjadi dalam dua pekan terakhir. Hal ini menyebabkan kesulitan bagi para sopir dalam mendapatkan bahan bakar yang sesuai dengan regulasi. “Sistem ini tidak konsisten dan memberi kerugian besar bagi kami,” ujarnya.
Titik Kumpul dan Lokasi Aksi
Massa aksi akan bergerak dari titik awal di Sidoarjo menuju pusat kota Surabaya dan kawasan pelabuhan. Rencana aksi ini mencakup dua lokasi utama, yaitu:
- Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Jalan Jagir Wonokromo, Surabaya.
- Depo Pertamina, kawasan Jalan Perak Barat, Pabean Cantikan, Surabaya.
Menurut Angga, pergerakan massa akan terkonsentrasi di pintu masuk Kota Pahlawan. “Kami akan berangkat dari Rusunawa Jemundo Sidoarjo lalu berkumpul di Bundaran Waru atau Cito, kemudian langsung menuju dua lokasi tersebut,” jelasnya.
Rute Alternatif untuk Menghindari Kemacetan
Untuk mengurangi dampak kemacetan akibat aksi massal, berikut rute alternatif yang direkomendasikan:
- Menghindari Bundaran Waru / CITO
- Pengguna Mobil: Disarankan masuk kota melalui Tol Gunungsari atau Tol Satelit. Untuk tujuan Surabaya Timur, gunakan gerbang Tol Rungkut atau Tambak Sumur.
Pengguna Motor: Gunakan jalur alternatif melalui Masjid Al-Akbar (Pagesangan) tembus ke arah Menanggal atau Gayungan guna menghindari kepadatan di frontage road Ahmad Yani.
Menghindari Kawasan Jagir Wonokromo
- Arah Selatan ke Utara: Gunakan Jalan Ngagel atau Jalan Raya Manyar. Hindari melintas di depan Stasiun Wonokromo.
Arah Timur ke Barat: Melalui Jalan Panjang Jiwo tembus ke Jalan Prapen, atau gunakan jembatan Ujung Galuh untuk menuju area pusat kota.
Menghindari Kawasan Perak Barat
- Gunakan Jalan Perak Timur jika terjadi kepadatan di Perak Barat. Petugas biasanya akan memberlakukan sistem dua arah di Jalan Perak Timur secara sementara.
- Akses Tol Dupak atau Tol Perak yang langsung keluar di area dermaga guna menghindari kerumunan truk di jalan protokol.
Dampak dan Tantangan yang Dihadapi
Aksi ini diperkirakan akan menimbulkan kemacetan parah di sejumlah jalur protokol dan akses menuju pelabuhan. Selain itu, masyarakat dan pengendara akan menghadapi tantangan dalam mengatur perjalanan mereka. Kepala Dinas Perhubungan setempat juga sedang mempersiapkan langkah-langkah mitigasi untuk meminimalkan gangguan lalu lintas.
Angga Firdiansyah, selaku koordinator aksi, menegaskan bahwa tuntutan mereka bukan hanya soal regulasi BBM, tetapi juga tentang perlindungan hak-hak para sopir. “Kami ingin sistem yang adil dan transparan. Ini bukan sekadar demo, tapi upaya untuk menegaskan hak kami sebagai pelaku transportasi,” katanya.
Dengan demikian, aksi yang akan dilakukan oleh ribuan sopir truk di Surabaya tidak hanya menjadi perhatian publik, tetapi juga menjadi momentum penting untuk membahas kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.***

>

Saat ini belum ada komentar