Reses Cak Yebe Dibanjiri Keluhan: TK Rawan Roboh hingga DTSEN Bermasalah
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko (Cak YeBe) saat reses di Kedurus
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kondisi bangunan TK Harapan Ibu di RW 2 Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Surabaya, yang dinilai rawan roboh dan membahayakan keselamatan anak didik, menjadi sorotan utama dalam kegiatan reses Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, pada masa persidangan II tahun 2026.
Sekolah pendidikan anak usia dini yang berdiri sejak 2001 tersebut saat ini menampung sekitar 40 siswa TK A dan TK B. Namun, kondisi fisik gedung yang kian lapuk memicu kekhawatiran warga, terlebih aktivitas belajar mengajar masih berlangsung setiap hari.
Proposal Sudah Diajukan, Realisasi Belum Jelas
Pihak sekolah mengungkapkan bahwa proposal perbaikan gedung sebenarnya telah diajukan ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan bahkan sempat dilakukan peninjauan lapangan. Sayangnya, hingga kini belum ada kejelasan tindak lanjut pembangunan.
“Kami sudah beberapa kali mengajukan permohonan. Dari Dispendik disampaikan bantuan tenaga memungkinkan, tapi untuk anggaran belum ada kepastian. Sementara kondisi bangunan semakin mengkhawatirkan,” ungkap Kepala TK Harapan Ibu saat dialog reses, Selasa (10/2/2026).
Keselamatan Anak Jadi Prioritas Warga RW 2
Forum reses yang dihadiri ratusan warga, termasuk kelompok lansia pengemudi becak listrik, berlangsung dinamis dan interaktif. Perwakilan sembilan RT di RW 2 memaparkan berbagai persoalan lingkungan, namun isu keselamatan anak akibat kondisi gedung TK dinilai sebagai kebutuhan paling mendesak.
Warga berharap ada percepatan solusi agar kegiatan belajar anak-anak tidak lagi dibayangi risiko kecelakaan akibat bangunan sekolah yang tidak layak.
DPRD Minta RAB Segera Disiapkan
Menanggapi aspirasi tersebut, Yona yang akrab disapa Cak Yebe meminta pengelola TK segera menyiapkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebagai syarat administratif percepatan bantuan.
“Untuk TK Harapan Ibu dan MI Baitul Rohman, segera susun RAB lalu sampaikan ke saya. Kita dorong agar ada solusi yang jelas dan tidak berlarut,” tegas politisi Partai Gerindra itu.
Peran DPRD Tak Sekadar Regulasi
Dalam kesempatan itu, Cak Yebe menegaskan bahwa peran DPRD tidak hanya terbatas pada fungsi legislasi dan anggaran, tetapi juga memastikan kebijakan pemerintah berjalan efektif hingga tingkat paling bawah.
“Tidak boleh ada persoalan warga Kedurus yang dibiarkan berlarut. Camat dan lurah harus cepat merespons setiap laporan masyarakat,” ujarnya lugas.
Warga Sampaikan Beragam Usulan Pembangunan
Selain persoalan TK, warga juga menyampaikan sejumlah kebutuhan lain, mulai dari perbaikan Balai RW, pengadaan kursi kegiatan warga, perbaikan pagar kelompok tani, penyediaan alat kesehatan dasar bagi Kader Surabaya Hebat (KSH), hingga kebutuhan meja belajar untuk kegiatan sinau bareng.
Sebagai bentuk tindak lanjut awal, Cak Yebe menyampaikan beberapa langkah konkret, di antaranya bantuan Rp5 juta untuk Poktan Srikandi, dukungan Rp10 juta untuk pembangunan sosoran Balai RW, serta pengajuan kursi kegiatan warga yang akan diproses secara bertahap. Ia juga menawarkan solusi administratif bagi warga ber-KTP Surabaya yang belum memiliki hunian tetap melalui program rumah susun.
Cak Yebe Singgung Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional
Pada forum yang sama, Cak Yebe turut menyinggung pentingnya Program Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Berdasarkan data terbaru hingga akhir Januari 2026, tercatat sekitar 197.594 KK di Surabaya belum terverifikasi dari total 1.026.192 KK.
“Lebih dari 100 ribu KK yang belum ditemukan ini diduga karena migrasi penduduk antar-kecamatan yang tidak melakukan konfirmasi perpindahan alamat,” jelasnya.
Ia pun mengimbau warga agar aktif mengingatkan keluarga maupun tetangga yang belum disurvei agar segera melapor dan mengonfirmasi data melalui ketua RT setempat, sehingga tidak kehilangan hak akses program bantuan sosial pemerintah.
Kedurus Punya Ikatan Personal
Menutup kegiatan reses, Cak Yebe mengaku memiliki ikatan emosional dengan wilayah Kedurus karena pernah menempuh pendidikan di kawasan tersebut.
“Kedurus punya kenangan tersendiri bagi saya. Karena itu, saya ingin setiap persoalan warga di sini mendapatkan perhatian dan penyelesaian yang nyata,” pungkasnya. ***

>
>
>