Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SERBA-SERBI » KBS Tanpa Nahkoda, Rugi Menganga

KBS Tanpa Nahkoda, Rugi Menganga

  • account_circle Shinta ms
  • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah gegap gempita liburan akhir tahun, ironi justru menyelimuti salah satu ikon wisata tertua di Indonesia. Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang berdiri sejak 1916, kini berjalan tanpa nahkoda.

Hampir setahun kursi Direktur Utama kosong, sementara masalah menumpuk tanpa arah penyelesaian yang jelas.

Ketiadaan pimpinan tertinggi, kerugian finansial ratusan juta rupiah, hingga persoalan overpopulasi satwa yang mengancam fungsi konservasi, menjadikan KBS potret buram pengelolaan aset daerah di Kota Pahlawan.

Di saat manajemen mengklaim siap bangkit menyambut Nataru 2025, data dan kritik justru menunjukkan arah sebaliknya.

Kontradiksi mencolok terlihat ketika manajemen menyatakan “tidak ada kendala berarti”, sementara laporan keuangan mencatat kerugian Rp 602 juta dan DPRD Surabaya melontarkan kritik keras atas kinerja yang dinilai stagnan dan tidak sehat.

Hampir Setahun Tanpa Dirut, Seleksi Berlarut dan Dipertanyakan

Sejak Direktur Utama Khairul Anwar purna tugas pada Oktober 2024, posisi pucuk pimpinan KBS dibiarkan kosong hingga akhir 2025.

Proses seleksi yang idealnya rampung dalam hitungan bulan justru berlarut hingga tiga gelombang.

Gelombang pertama berlangsung Februari–Mei 2025, disusul gelombang kedua Juli–Agustus 2025, lalu gelombang ketiga dibuka kembali pada 27 Agustus hingga 20 Oktober 2025.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berulang kali menyatakan ketidakpuasan terhadap hasil seleksi dan memilih membuka pendaftaran ulang demi mencari figur inovatif.

Namun, kebijakan ini justru memunculkan pertanyaan besar: di kota sebesar Surabaya, benarkah tidak ada satu pun figur yang layak memimpin KBS?

Kebuntuan ini bahkan mendorong drh. Liang Kaspe, mantan dokter hewan dan eks pegawai senior KBS yang mengabdi sejak 1981 hingga 2014, mengadu ke Ombudsman Jawa Timur pada Juli 2025.

“Di kota sebesar Surabaya, masa sulit mencari figur yang cakap? Ini kebuntuan sekaligus pemborosan. Seleksi butuh dana, tes tulis, psikotes, dan lainnya. Kalau hasilnya stagnan, sampai kapan KBS vakum kepemimpinan?” ujar drh. Liang Kaspe dengan nada prihatin.

Kecurigaan publik makin menguat ketika tiga nama kandidat yang sebelumnya ditolak Wali Kota justru kembali muncul di seleksi berikutnya. Hingga akhir 2025, KBS tetap tanpa direktur utama definitif.

Dari Untung Miliaran ke Rugi Ratusan Juta

Data keuangan menunjukkan dampak nyata dari krisis kepemimpinan. Pada 2023, KBS masih membukukan laba sebelum pajak Rp 5,8 miliar dan menyetor dividen Rp 3 miliar ke kas daerah.

Namun di 2024, saat KBS tanpa direktur utama, kondisi berbalik drastis: rugi Rp 602 juta.

Anggota Pansus LKPJ Wali Kota Surabaya 2025, Imam Syafi’i, menyoroti kejanggalan serius. Pendapatan hanya turun tipis dari Rp 50,8 miliar menjadi Rp 50,6 miliar, tetapi beban operasional melonjak tajam dari Rp 44,9 miliar menjadi Rp 50,6 miliar.

“Ini tanda-tanda tidak sehat. Beban operasional naik drastis padahal pemasukan hampir sama. Ada kejanggalan yang perlu diusut lebih jauh,” tegas Imam Syafi’i (9/4/2025).

Penurunan juga terlihat pada jumlah pengunjung. Sepanjang 2024, KBS hanya dikunjungi 1.994.909 orang, turun hampir 200 ribu dari 2023 yang mencapai 2.198.875 pengunjung. Penurunan ini ironis di tengah meningkatnya mobilitas liburan nasional.

Salah satu faktor utama merosotnya daya tarik KBS adalah dihentikannya program Surabaya Night Zoo sejak Ramadan 2024 dan tak pernah dihidupkan kembali.

“Sayang sekali Night Zoo sudah tidak diberlakukan sejak puasa kemarin. Padahal itu bisa menjadi nilai tambah dan menarik lebih banyak pengunjung, terutama saat liburan,” ujar Imam Syafi’i.

Klaim “Tak Ada Kendala”, Data Bicara Lain

Menjelang Nataru 2025, Direktur Keuangan dan SDM KBS Sahroni menyampaikan optimisme. Ia menyebut berbagai koordinasi telah dilakukan demi kelancaran operasional.

“Terkait adanya pembangunan dan pengolahan kawasan, alhamdulillah kami masih bisa menyesuaikan ritme operasional. Dengan kondisi yang ada, kami maksimalkan potensi yang tersedia sehingga operasional tetap berjalan tanpa kendala berarti. Kendala tentu ada, tetapi kami berupaya agar semuanya bisa teratasi dengan baik,” ujar Sahroni (23/12/2025).

Namun, pernyataan ini sulit sejalan dengan fakta kerugian ratusan juta, penurunan pengunjung, dan kekosongan pucuk pimpinan hampir setahun. Jika benar “tidak ada kendala berarti”, mengapa kinerja justru merosot?

Untuk Nataru 2025, KBS menargetkan 200 ribu pengunjung dalam sembilan hari, naik tipis dari tahun sebelumnya. Beragam atraksi baru disiapkan, mulai feeding satwa hingga hiburan tradisional.

Kerja Sama Jepang: Ambisi Besar, Realisasi Kabur

Rencana kerja sama tukar-menukar satwa dengan Kebun Binatang Aizu, Jepang, menjadi salah satu proyek ambisius manajemen.

“Dalam waktu dekat, kami juga berencana melakukan kerja sama tukar-menukar satwa dengan Kebun Binatang Aizu, Jepang. Kerja sama ini sudah disepakati, tinggal menunggu izin dari Presiden. Jika izin sudah terbit, realisasi bisa segera dilakukan,” ujar Sahroni.

Namun absennya direktur utama membuat rencana ini rawan mandek. Kerja sama internasional membutuhkan pemimpin definitif untuk mengambil keputusan strategis, menjamin kesejahteraan satwa, dan bertanggung jawab penuh atas risiko yang muncul.

Kenaikan Tiket, Solusi Instan yang Dipersoalkan

Untuk menutup kerugian, manajemen berencana menaikkan tarif tiket hingga 67 persen pada akhir pekan. Sahroni menyebut kajian kelayakan telah dilakukan.

“Mengenai rencana kenaikan harga tiket, kami sudah melakukan feasibility study. Hasilnya nanti akan kami rumuskan bersama Pemerintah Kota Surabaya,” terang Sahroni.

Kritik Keras DPRD Surabaya

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, menilai kenaikan tiket bukan jawaban atas lemahnya pengelolaan.

“Delapan bulan KBS tetap berjalan lancar tanpa direktur utama… Secara hitungan, KBS seharusnya bisa untung Rp 600 juta setahun. Kalau pengelolaannya benar, tidak perlu naikkan harga tiket,” tegasnya (20/7/2025).

DPRD: KBS Jalan di Tempat, Bukan Penopang PAD

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menyebut sektor pariwisata Surabaya berjalan tanpa terobosan berarti.

“Ini bukan soal teknis, tapi soal keberanian mengambil keputusan. Ketiadaan kepemimpinan membuat KBS hanya berjalan rutinitas, tanpa inovasi” tegas Cak Yebe (17/12/2025).

Ia mengingatkan, di tengah tekanan fiskal dan turunnya dana pusat, KBS seharusnya menjadi penopang PAD, bukan justru membebani APBD.

Data internal bahkan menunjukkan sekitar 60 persen dari 200 pegawai KBS merupakan tenaga non-produktif, ikut membengkakkan beban operasional tanpa peningkatan layanan.

Tanpa kepemimpinan yang tegas dan pembenahan menyeluruh, Kebun Binatang Surabaya terancam terus terjebak dalam lingkaran stagnasi—ikon wisata berusia seabad lebih, namun kehilangan arah di tengah zaman yang menuntut inovasi. (sms)

  • Penulis: Shinta ms

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Antam ,Surabaya

    Harga Emas Antam di Surabaya Kembali Turun, Harga 1 Gram Rp 2.689.000

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 47
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Penggemar logam mulia kini bisa memperhatikan pergerakan harga emas Antam yang terus mengalami penurunan. Di wilayah Surabaya, harga emas Antam hari ini menunjukkan penurunan lagi, dengan harga 1 gram mencapai Rp 2.689.000. Hal ini menjadi informasi penting bagi masyarakat yang ingin membeli atau menjual emas. Dalam keterangannya, Mira Rachmalia, jurnalis detikJatim, menyampaikan bahwa pada […]

  • Batam Siapkan Budaya dan Atraksi Udara di HJB ke-196

    Batam Siapkan Budaya dan Atraksi Udara di HJB ke-196

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Persiapan Spektakuler untuk Perayaan Hari Jadi Batam ke-196 DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Batam telah menyiapkan rangkaian acara yang luar biasa untuk memperingati Hari Jadi Batam ke-196. Rangkaian perayaan akan berlangsung selama sepekan penuh, mulai 12 hingga 19 Desember 2025. Acara ini bertujuan untuk menghormati sejarah kota dan merayakan kemajuan pembangunan yang telah dicapai. Sekretaris Daerah […]

  • DPRD Surabaya

    Dirgahayu Ke 98, Cak YeBe : Persebaya Surabaya Terus Berjaya Di Kancah Nasional

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 369
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko atau yang akrab disapa Cak YeBe, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-98 untuk Persebaya Surabaya dengan cara yang unik dan penuh semangat. Dalam sebuah video singkat, Cak YeBe membuka pesannya dengan melantunkan lagu yang sarat makna perjuangan untuk klub kebanggaan Kota Pahlawan tersebut. “Amarah, […]

  • Takjil Ramadhan

    Ide Jualan Takjil Ramadhan Paling Laku dan Menguntungkan

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Mengapa Takjil Menjadi Pilihan Jualan di Bulan Ramadhan DIAGRAMKOTA.COM – Takjil ramadhan merupakan pilihan jualan yang sangat diminati selama bulan suci ini, dan ada beberapa alasan di balik popularitasnya. Pertama, takjil memiliki nilai tradisional yang kuat dalam budaya Islam. Selama bulan Ramadhan, umat Muslim dianjurkan untuk berbuka puasa dengan makanan dan minuman yang manis, sehingga […]

  • Parade Surabaya Vaganza 2025, Wawali Armuji : “Kami dari Pemerintah untuk Rakyat”

    Parade Surabaya Vaganza 2025, Wawali Armuji : “Kami dari Pemerintah untuk Rakyat”

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 364
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Meski cuaca mendung terpantau menyelimuti Kota Surabaya, Minggu (25/5/2025), tapi tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk menonton gelaran Surabaya Vaganza. Parade yang menjadi puncak perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-732 ini mengusung tema unik, “The Magical of Folktales” atau Keajaiban Dongeng Rakyat. Keselarasan tema ini, terlihat jelas pada penampilan Wali Kota Surabaya Eri […]

  • Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Pemkot Surabaya, TPPO ,

    Pemkot Surabaya Bantu Atlet Perbakin yang Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual oleh Mantan Pelatih

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 27
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan bantuan penuh kepada seorang atlet di bawah umur yang diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh mantan pelatihnya. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya, Ida Widayati. Ida menjelaskan bahwa korban, yang berusia 15 tahun, mengaku telah mengenal terduga pelaku ketika […]

expand_less