Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » Pakaian Bekas Impor Ilegal Dimusnahkan, Menkeu Purbaya: Saya Nggak Dapat Duit

Pakaian Bekas Impor Ilegal Dimusnahkan, Menkeu Purbaya: Saya Nggak Dapat Duit

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan menerapkan sanksi denda terhadap importir pakaian dan tas bekas ilegal yang terbukti melanggar aturan. Ia menilai penindakan selama ini belum memberikan manfaat bagi negara karena seluruh barang sitaan hanya dimusnahkan tanpa adanya sanksi finansial kepada pelaku.

“Rupanya selama ini hanya dimusnahkan dan yang impor masuk penjara. Saya (Menkeu) nggak dapat duit, (importir) nggak didenda, jadi saya rugi. Cuma mengeluarkan ongkos untuk memusnahkan barang itu, ditambah ngasih makan orang-orang yang dipenjara itu,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Rabu 22 Oktober 2025, sebagaimana dilansir DIAGRAMKOTA.COMdari Antara News.

Menurutnya, langkah baru ini perlu diambil agar penindakan terhadap aktivitas impor ilegal bisa memberikan dampak positif bagi negara. Purbaya juga menyebut sudah memiliki daftar pemain besar di bisnis impor pakaian bekas ilegal dan akan segera memblokir mereka dari akses impor.

Menghidupkan UMKM

Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu menjelaskan, kebijakan ini bukan semata untuk menekan pelaku ilegal, tetapi juga untuk menghidupkan kembali pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT).

“Jadi, kami ingin menghidupkan lagi produsen-produsen tekstil dalam negeri,” ucapnya.

Purbaya memastikan bahwa pemberantasan impor pakaian bekas ilegal tidak akan merugikan pedagang pasar, termasuk di Pasar Senen. Menurutnya, ketika barang-barang ilegal sudah diberantas, dagangan pasar justru akan dipenuhi produk lokal yang legal.

Selain itu, Menkeu juga melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kemenkeu. Usai sidak, ia menyampaikan rencana menyiapkan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengawasi jalur kepabeanan dan cukai.

Pengawasan Real-Time

Sistem tersebut akan mengintegrasikan data antara DJBC dan Lembaga National Single Window (LNSW) agar pengawasan terhadap praktik impor ilegal menjadi lebih efektif.

Ia menyampaikan bahwa melalui sistem tersebut, pemerintah ingin menciptakan sistem pengawasan yang bisa memonitor praktik ilegal secara real-time.

Larangan impor pakaian bekas sendiri diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51/M-DAG/PER/7/2015 dan diperkuat melalui Permendag Nomor 40 Tahun 2022. Dalam aturan itu, pakaian bekas termasuk kategori barang yang dilarang impor demi melindungi industri tekstil dalam negeri dan kesehatan masyarakat.

Sepanjang 2025, nilai barang impor pakaian bekas ilegal yang ditindak aparat mencapai sekitar Rp120,65 miliar. Pemerintah juga telah meningkatkan pengawasan melalui kerja sama antara Kementerian Perdagangan, Bea Cukai, dan aparat penegak hukum lainnya.

Pelanggar aturan impor pakaian bekas ilegal dapat dijerat sanksi pidana hingga 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp5 miliar, serta sanksi administratif seperti pencabutan izin usaha dan pemusnahan barang sitaan.

Melalui kebijakan tegas ini, Kementerian Keuangan berharap bisa mengurangi praktik penyelundupan pakaian bekas, menekan kerugian negara, sekaligus memperkuat kembali daya saing industri tekstil nasional.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Ponorogo Bangun Empat Sumur Bor, Warga Desa Desa Karangpatihan, Ngendut, dan Ngumpul Tak Khawatir Kekeringan

    Polres Ponorogo Bangun Empat Sumur Bor, Warga Desa Desa Karangpatihan, Ngendut, dan Ngumpul Tak Khawatir Kekeringan

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 156
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ratusan warga di Desa Karangpatihan, Desa Ngendut, dan Desa Ngumpul, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, kini tidak lagi khawatir menghadapi kekurangan air bersih saat musim kemarau tiba. Hal ini disebabkan oleh pembangunan empat sumur bor bantuan dari Polres Ponorogo yang telah selesai dan siap digunakan. Eko Mulyadi, Kepala Desa Karangpatihan, mengungkapkan rasa syukur dan […]

  • Wujud Kepedulian Nyata dari Anggota DPRD DKI Jakarta Bantu Korban Bencana Sumatera-Aceh, Serahkan Gaji dan Tunjangan Setahun

    Wujud Kepedulian Nyata dari Anggota DPRD DKI Jakarta Bantu Korban Bencana Sumatera-Aceh, Serahkan Gaji dan Tunjangan Setahun

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 79
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Anggota DPRD DKI Jakarta yang berasal dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth atau lebih dikenal dengan panggilan Bang Kent, menunjukkan komitmen kuat untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana di wilayah Sumatera dan Aceh. Ia menyatakan akan menyumbangkan seluruh gaji beserta tunjangan yang diterimanya sebagai anggota Dewan selama satu tahun ke depan. Langkah Tindakan […]

  • Penyerahan Nota Kesepakatan Pemkab Tulungagung dengan DPRD terkait KUA-PPAS Anggaran Tahun 2024

    Penyerahan Nota Kesepakatan Pemkab Tulungagung dengan DPRD terkait KUA-PPAS Anggaran Tahun 2024

    • calendar_month Minggu, 4 Agt 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 158
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Rapat Paripurna dalam rangka penandatanganan dan penyerahan nota kesepakatan bersama Banggar DPRD Tulungagung dengan Pemerintah Daerah terhadap Rancangan Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2024 telah ditetapkan, Sabtu (3/8/2024), di Ruang Gedung Graha Wicaksana DPRD. Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Marsono, S.Sos memimpin jalannya rapat paripurna, pembahasan rancangan perubahan KUA-PPAS tahun anggaran 2024 berjalan lancar hingga […]

  • Riz Plakat

    Tren Baru Dunia Penghargaan! Plakat Ramah Lingkungan dan Desain Modern Kini Hadir di Riz plakat

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 439
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Menjawab kebutuhan zaman dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan, Riz plakat memperkenalkan inovasi terbaru dalam dunia plakat penghargaan. Dengan mengusung material ramah lingkungan dan desain modern, perusahaan asal Surabaya ini kembali menunjukkan komitmennya sebagai pelopor dalam menghadirkan produk plakat berkualitas tinggi yang relevan dengan tren masa kini. Riz plakat, yang dikenal sebagai penyedia […]

  • Puri Aksara Rajapatni: Menjaga Tradisi di Kota Lama Surabaya

    Puri Aksara Rajapatni: Menjaga Tradisi di Kota Lama Surabaya

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 247
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kota Lama Surabaya, sebuah kawasan yang penuh dengan jejak sejarah dan budaya, sedang menjalani revitalisasi untuk mengembalikan kejayaannya di masa lalu. Pemerintah Kota Surabaya bekerja sama dengan komunitas lokal dan berbagai pihak berupaya menjaga dan mempromosikan warisan sejarah ini agar tetap relevan dan menarik di era modern. Sejarah Singkat Kota Lama Surabaya Kota […]

  • Penyebab Kepunahan Hobbit Flores: Kekeringan, Letusan Gunung Berapi, dan Persaingan Manusia Modern

    Penyebab Kepunahan Hobbit Flores: Kekeringan, Letusan Gunung Berapi, dan Persaingan Manusia Modern

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 54
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Beribu-ribu tahun yang lalu, di Pulau Flores, tinggal sebuah kelompok manusia kecil yang sekarang dikenal dengan sebutan “hobbit”. Nama ilmiahnya:Homo floresiensisHanya sekitar satu meter tingginya, dengan otak yang jauh lebih kecil dibanding manusia saat ini, namun cukup kuat untuk bertahan hidup di pulau kecil yang penuh tantangan. Kini, sebuah studi terbaru mengemukakan skenario yang […]

expand_less