Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » FORUM OPINI » Korupsi Baru dan Hangat Didinginkan, Korupsi yang Lama dan Beku Dihangatkan 

Korupsi Baru dan Hangat Didinginkan, Korupsi yang Lama dan Beku Dihangatkan 

  • account_circle Arie Khauripan
  • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Saiful Huda Ems.

DIAGRAMKOTA.COM – Banyak kasus dugaan korupsi besar yang masih baru dan hangat, serta ditengarai merugikan negara hingga triliunan rupiah. Seperti kasus dugaan penyelewengan Dana Haji tahun 2024 (nilainya mencapai Rp.7,8 Triliun), dugaan kasus korupsi Minyak Goreng 2021-2022 (nilainya Rp.6,7 Triliun) dll., anehnya semuanya didiamkan, alias tidak dilanjutkan proses hukumnya.

Tetapi kasus penyalah gunaan Impor Gula yang dituduhkan pada Thomas Lembong itu sudah lama, terjadi di tahun 2015 dan nilai kerugiannyapun tidak sampai Rp.400 Miliar, lah kok langsung secepat kilat diungkap dan orangnya ditahan?

Saya jadi bertanya-tanya dalam hati, kenapa Thomas Lembong begitu cepatnya ditangkap dan ditahan, sementara gembong-gembong koruptor lainnya yang kasusnya masih hangat dan segar-segar itu kok dibiarkan saja, tidak dilanjutkan proses hukumnya?

Ternyata anggota PANSUS Dana Haji dari Partai Gerindra dalam Raker dan RDP yang membahas soal Evaluasi Haji 2024 di Komisi VIII DPR RI mengakui, kalau Kasus Kuota Haji 2024 tidak diungkap karena mereka takut dengan Jokowi.

“Apakah hal yang sama juga terjadi pada Kejagung yang tidak juga menuntaskan kasus Kelangkaan Minyak Goreng (2021-2022) karena takut dengan Jokowi?”

Jokowi memang sudah tidak lagi menjadi presiden dan sudah digantikan oleh Presiden Prabowo Subianto, namun kita semua juga tahu, banyak posisi-posisi jabatan penting dan strategis di Kabinet Merah Putih sekarang ini yang masih diduduki oleh orang-orang Jokowi.

“Mungkinkah karena itu koruptor-koruptor yang sudah “berbaiat” mendukung Jokowi itu aman dan tidak dipersoalkan lagi?”

Penegakan hukum haruslah adil, tidak boleh memandang siapapun yang melawan hukum. Jika penegakan hukum hanya diarahkan pada orang-orang yang berani bersikap kritis pada Pemerintah, itu artinya hukum hanya menjadi alat penggebuk lawan-lawan politik pemerintah. Ini berbahaya !

Presiden Prabowo Subianto sebaiknya terus mencermati pergerakan politik Jokowi yang tercermin melalui operator-operator politiknya di lingkaran istana, Jokowi yang sudah lama melemahkan KPK dan ingin menggeser peranan penindakan hukum untuk soal pemberantasan korupsinya hanya pada Kejaksaan dan Polri, sebaiknya dikaji lagi.

KPK, KEJAGUNG dan POLRI adalah tiga institusi yang harus dijaga marwahnya dan dikuatkan fungsi dan perannya, tidak boleh ada salah satu darinya yang dilemahkan. Subjek dan Objek penegakan hukumnya juga tidak boleh dipilah-pilah hanya pada ranah lawan-lawan politik pemerintah saja.

Sebab jika itu yang terjadi, maka hukum akan berubah tujuannya yang tak lagi menjadi alat untuk terciptanya keadilan, dan ketertiban serta kesejahteraan hidup bagi masyarakat, melainkan hanya sebagai alat untuk menghantam lawan-lawan politik pemerintah yang harus disikat. Bahaya. (dk/SHE).

Penulis: Saiful Huda Ems (SHE). Lawyer dan Analis Politik.

  • Penulis: Arie Khauripan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenali Pribadi Sensitif: Tanda yang Sering Rentan Stres dan Kelelahan Mental

    Kenali Pribadi Sensitif: Tanda yang Sering Rentan Stres dan Kelelahan Mental

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 176
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Rentan stres dan kelelahan mental ternyata menjadi tanda yang sering dirasakan olehHighly Sensitive Person (HSP). Mungkin Anda yang sedang membaca artikel ini merasa bingung. Apa maksud dari istilah sensitivitas tinggi? Apakah orang tersebut berarti mudah tersinggung? Berbeda dengan iritabilitas atau yang sering disebut sebagaimoody-annya, sensitivitas yang tinggi lebih merujuk pada sifat kepribadian seseorang. Dilansir […]

  • DPRD Surabaya Ajak Rayakan Malam Tahun Baru Dengan Kegiatan Positif

    DPRD Surabaya Ajak Rayakan Malam Tahun Baru Dengan Kegiatan Positif

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 235
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mengajak masyarakat Surabaya untuk merayakan pergantian tahun dengan kegiatan positif dan penuh makna. Dia mengingatkan agar momentum tahun baru ini menjadi kesempatan bagi warga untuk mempererat kebersamaan dan refleksi diri. “Perayaan tahun baru tidak hanya soal pesta dan kembang api. Ini adalah waktu yang tepat […]

  • Penyelidikan Kecelakaan Moge di Kulon Progo Masih Berlangsung

    Penyelidikan Kecelakaan Moge di Kulon Progo Masih Berlangsung

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kecelakaan lalu lintas yang menimpa seorang pengendara motor gede (moge) di wilayah Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib. Insiden ini terjadi di Jalan Wates-Purworejo, Simpang Empat Mlangsen, Desa Palihan, Kecamatan Temon, pada Minggu, 1 Maret 2026. Akibat kejadian tersebut, salah satu korban meninggal dunia, sementara kendaraan yang […]

  • Will Smith, Jada, dan Krisis Eksistensial di Balik Satu Tamparan

    Will Smith, Jada, dan Krisis Eksistensial di Balik Satu Tamparan

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 89
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Di malam Oscar, segalanya berjalan dengan lancar. Cahaya berkilauan dari pakaian mewah, kamera bergerak cepat menangkap ekspresi para bintang, dan tawa terdengar saat Chris Rock memberikan lelucon khasnya. Suasana formal, mewah, dan terkendali—sebuah panggung di mana reputasi sangat dijaga. Will Smith kemudian bangkit dari tempat duduknya. Penonton mengira itu merupakan bagian dari lelucon panggung. […]

  • Gerakan Pangan Murah: Polresta Malang Kota Siapkan 36 Ton Beras SPHP

    Gerakan Pangan Murah: Polresta Malang Kota Siapkan 36 Ton Beras SPHP

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 188
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polresta Malang Kota Polda Jatim menunjukkan komitmennya mendukung program pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Sebanyak 36 ton atau 7.200 sak beras jenis SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) telah disiapkan untuk Gerakan Pangan Murah dan didistribusikan ke Polsek jajaran. Beras […]

  • Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM: Tantangan dan Respons Pemerintah

    Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM: Tantangan dan Respons Pemerintah

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 33
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Penyiraman air keras terhadap aktivis HAM di Jakarta telah memicu perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk tokoh-tokoh penting seperti Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra. Insiden ini tidak hanya menjadi peristiwa kekerasan biasa, tetapi juga menunjukkan adanya indikasi keterlibatan aktor intelektual yang merencanakan tindakan tersebut. Peran Pemerintah […]

expand_less