Generasi Muda Terancam, PANNA Jatim Soroti Modus Baru Peredaran Narkotika
- account_circle Teguh Priyono
- calendar_month 40 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Ancaman penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda dinilai semakin serius pada tahun 2026. Peredaran barang terlarang kini tidak lagi menyasar kelompok tertentu, namun telah merambah lingkungan pelajar, mahasiswa, hingga komunitas anak muda melalui berbagai cara yang semakin modern dan sulit terdeteksi.
Ketua DPW PANNA Jawa Timur, Bang Oscar, mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya kasus narkoba yang terjadi di berbagai daerah di Jawa Timur. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyelamatkan generasi muda dari ancaman zat adiktif berbahaya.
“Peredaran narkotika saat ini berkembang sangat cepat. Modusnya juga semakin canggih karena memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk mencari target baru,” ujar Oscar saat ditemui awak media, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, para pelaku kini menggunakan berbagai cara agar narkoba terlihat aman dan menarik perhatian anak muda. Beberapa jenis narkotika bahkan dikemas menyerupai produk yang akrab dengan kehidupan remaja, seperti cairan vape, makanan ringan, hingga minuman kekinian.
Oscar menyebut sejumlah jenis narkotika yang saat ini banyak ditemukan di lapangan antara lain sabu-sabu, ekstasi atau MDMA, ganja sintetis, liquid vape mengandung zat terlarang, pil koplo, serta obat penenang ilegal. Selain itu, ia juga menyoroti munculnya narkoba sintetis baru seperti Nitazenes yang disebut memiliki efek jauh lebih kuat dibanding heroin.
Tidak hanya itu, peredaran “zombie drugs” seperti Xylazine yang dicampur opioid serta produk bernama Happy Water juga mulai menjadi perhatian karena telah ditemukan di sejumlah negara Asia dan dikhawatirkan dapat masuk lebih luas ke Indonesia.
Menurut Oscar, perkembangan jenis narkoba baru tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat penegak hukum. Sebab dampaknya dinilai lebih berbahaya, terutama bagi kesehatan mental dan fisik pengguna usia muda.
“Kalau generasi muda rusak karena narkoba, maka masa depan bangsa juga ikut terancam. Karena itu edukasi dan pengawasan harus diperkuat,” tegasnya.
PANNA Jawa Timur juga mendorong keterlibatan aktif keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, dan pemerintah dalam melakukan pencegahan. Edukasi mengenai bahaya narkoba dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan agar anak-anak muda tidak mudah terpengaruh lingkungan maupun rasa penasaran sesaat.
Oscar menambahkan bahwa perang terhadap narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.(dk/tgh)
“Jangan pernah mencoba narkoba dalam bentuk apa pun. Sekali terjerumus, dampaknya bisa menghancurkan masa depan, kesehatan, bahkan kehidupan keluarga,” pungkasnya. (DK/Ninis)
- Penulis: Teguh Priyono

>
>
